Definisi Gaya Kepemimpinan Transformasional
Para ahli memberi batasan gaya kepemimpinan transformasional secara berbeda. Perbedaan tersebut dipakai untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Burn (1978) mendefinisikan kepemimpinan transformasional sebagai suatu proses menaikkan moral dan motivasi pemimpin dan anggota ke tingkat yang lebih tinggi. Pemimpin transformasional berusaha meningkatkan kesadaran anggota dengan mendorong idealisme dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi, seperti kebebasan,
keadilan, kedamaian, keseimbangan manusiawi dan bukan berdasarkan ketamakan, kecemburuan atau kebencian. Bennis dan Nanus (1995) dalam Carless (1998) berpendapat bahwa kepemimpinan transformasional terjadi pada saat pimpinan dan anggota saling menaikkan tingkat motivasi ke tingkat yang lebih tinggi. Bass (1990) menyatakan bahwa pemimpin transformasional tampak dalam konteks pengaruh pimpinan pada anggota. Anggota merasa percaya, kagum, bangga, loyal dan respek kepada pimpinan, serta mereka termotivasi untuk mengerjakan sesuatu melebihi yang diharapkan.
Sejumlah pengertian tersebut di atas memberikan beberapa kesimpulan yakni bahwa kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai kemampuan pemimpin mempengaruhi anggotanya untuk membangkitkan kesadaran mereka akan pentingnya hasil usaha mendahului kepentingan kelompoknya dan meningkatkan kebutuhan-kebutuhan anggota pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga tercapai kualitas hidup yang lebih baik.
Arabiyatuna Arabiyatuna
