Thursday, 30 April 2026
above article banner area

Karakteristik Lahan Pasca Penambangan

Karakteristik Lahan Pasca Penambangan

Kegiatan     pertambangan    mempunyai    karakteristik    lahan     yang     khas dibandingkan dengan karakteristik kegiatan lainnya, terutama menyangkut  sifat, jenis dan lokasinya. Kegiatan pertambangan  melibatkan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui  dan sering ditemukan pada lokasi- lokasi yang terpencil.  Selain  itu  pembangunan  membutuhkan  investasi  yang besar terutama untuk membangun fasilitas infrastruktur. Karakeristik yang penting lainnya bahwa jumlah cadangan sumberdaya alam tidak dapat diketahui dengan pasti, pasar dan harga  sumberdaya   mineral  menyebabkan   industri  pertambangan   dioperasikan pada tingkat  resiko yang tinggi baik dari segi aspek fisik, perdagangan,  sosial ekonomi maupun aspek politik.

Kekurangan  hara  merupakan  pembatas  untuk  pertumbuhan  tanaman  pada lahan pasca tambang. Menurut Powel et al. (1977) dalam Badri (2004), fosfor (P) tersedia sangat rendah untuk tanaman dan ini dapat diperbaiki dengan pemberian

56-112 kg pupuk P per hektar yang diberikan sebelum penanaman. Ketersediaan hara N pada tanah  gusuran  tambang,  umumnya  sangat  rendah,  walaupun  pada beberapa tempat memiliki jumlah N total yang relatif tinggi. Penambangan mengakibatkan   hara  tanah  terganggu   sedangkan   kelarutan   unsur- unsur  yang meracun meningkat.

Kegiatan penambangan terdapat dua jenis yaitu (Sitorus, 2000) :

 

1.  Penambangan   permukaan   (surface/   shallow   mining ),   meliputi   tambang terbuka, penambangan dalam jalur dan penambangan hidrolik.

2.  Penambangan dalam (subsurfarce/ deep mining).

 

Kegiatan penambangan terbuka (open mining) dapat mengakibatkan gangguan seperti :

1.  Menimbulkan lubang besar pada tanah.

 

2.  Penurunan  muka  tanah  atau  terbentuknya  cekungan  pada  sisa bahan  galian yang dikembalikan kedalam lubang galian.

3.  Bahan galian tambang apabila di tumpuk atau disimpan pada stock fliling dapat

 

mengakibatkan bahaya longsor dan senyawa beracun dapat tercuci ke daerah hilir.

 

 

4.  Mengganggu proses penanaman kembali reklamasi pada galian tambang yang ditutupi kembali atau yang ditelantarkan terutama bila terdapat bahan beracun, kurang bahan organik/humus atau unsur hara telah tercuci.

Sistem  penambangan  yang  diterapkan  oleh  PT.  Aneka  Tambang  Tbk        dan

 

yang  dikerjakan   oleh  kontraktor   PT.  Yudistira  Bumi  Bhakti  adalah  sistem tambang terbuka (Open Cut Mining) dengan membuat jenjang (Bench) sehingga terbentuk  lokasi  penambangan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  penambangan. Metode penggalian dilakukan dengan cara membuat jenjang serta membuang dan menimbun  kembali lapisan penutup dengan cara  back filling  dan dengan sifat selective  mining  yang  diterapkan  per  blok  penambangan  serta  menyesuaikan kondisi penyebaran bijih nikel, (Suhala et al., 1995).

Setiadi (1999),  mendefinisikan revegetasi sebagai suatu usaha manusia untuk memulihkan lahan kritis di luar kawasan hutan dengan maksud agar lahan tersebut dapat kembali berfungsi secara normal, sedangkan  Parotta (1993)  dalam Latifa (2000), menyatakan bahwa reklamasi dengan spesies-spesies pohon dan tumbuhan bawah yang terpilih dapat memberikan peranan penting dalam mereklamasi hutan tropika.  Reklamasi  dengan  jenis-jenis  lokal dan eksotik  yang telah beradaptasi dengan kondisi tempat tumbuh yang terdegradasi dapat memulihkan kondisi tanah dengan  menstabilkan   tanah,  penambahan   bahan-bahan  organik  dan  produksi serasah yang dihasilkan sebagai mulsa untuk memperbaiki  keseimbangan  siklus hara dalam tanah reklamasi.

Selanjunya  Setiawan  (1993)  dalam  Latifa  (2000),  mengemukakan  sya rat- syarat tanaman penghijauan ataun reklamasi sebagai berikut :

1.  Mempunyai  fungsi  penyelamatan  tanah  dan air dengan  persyaratan  tumbuh

 

yang sesuai dengan keadaan lokasi, baik iklim maupun tanahnya.

 

2.  Mempunyai fungsi mereklamasi tanah.

 

3.  Bernilai ekonomis baik dimasa yang akan datang dan disukai masyarakat.

 

4.  Hasilnya dapat diperoleh dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

Kendala  dalam  melakukan  aktivitas  reklamasi   lahan  pasca  penambangan adalah kondisi tanah yang marginal bagi pertumbuhan tanaman. Kondisi ini secara langsung akan mempengaruhi  pertumbuhan  tanaman.  Untuk  mengatasi  masalah tersebut maka karakteristik fisik, kimia dan biologi tanah perlu diketahui.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *