2.1.1 Program Motivasi Tenaga Kerja
Setiap organisasi harus dapat memenuhi kebutuhan individu atau kelompok. Meskipun demikian organisasi didirikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan perseorangan, tetapi juga berhubungan dengan kelangsungan hidup organisasi tersebut melalui produktifitas. Dan seperti dikemukan sebelumnya bahwa produktifitas merupakan perbandingan antara output dan input dalam jangka waktu tertentu. Dan berkaitan dengan hal tersebut dalam buku “Managemen Kepegawaian “ dikemukakan bahwa
“Makin tinggi perbandingan antara output dan input, maka makin tinggi pula produktifitas. Peranan motivasi dalam mencapai perbandingan ini adalah penting bagi para manajer dan penyelia (supervisor).
Motivasi sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan produktifitas bagi sebuah organisasi. Jenis motivasi ada 2 yaitu :
- Motivasi Positif
Suatu proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan hadiah berupa uang, penghargaan, promosi dan sebagainya.
- Motivasi Negatif
Proses untuk mempengaruhi orang agar mau melaksanakan sesuatu yang kita ingin dengan cara lewat kekuatan ketakutan yang berupa ancaman, kehilangan jabatan, uang, atau pengakuan.
Pemberian motivasi positif akan meningkatkan semangat dan produktifitas dalam jangka panjang, sedangkan motivasi negatif akan meningkatkan produk- tifitas dan penurunan semangat dalam jangka pendek.”[1])
2.2 Proses Peningkatan Kualitas Sumber Daya
Perbedaan antara masing-masing organisasi dalam prosesnya secara spersifik bukan merupakan perbedaan yang berarti, karena pada intinya setiap organisasi menggunakan proses yang berurutan. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan suatu mekanisme guna menilai kualitas dari sumber daya manusia pada beberapa titik pada saat tambahan informasi dikembangkan.
Dengan adanya proses yang berurutan maka dapat ditentuka sumber daya manusia yang tidak atau kurang memenuhi persyaratan biasanya akan digugurkan sebelum memasuki dunia kerjanya secara maksimal. selain daripada itu dengan adanya proses tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang cukup berarti bagi perusahaan teurutama erat kaitannya dengan produktifitas yang dicapai.
Gambar I
Proses Manajemen SDM Dalam Organisasi
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Manajemen (Edisi Bahasa Indonesia)
2.2.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia diperlukan dalam proses menajemen kepegawaian dengan adanya perencanaan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang mendukung kegiatan perusahaan. Perencanaan sumber daya manusia itu sendiri dikemukakan dalam buku manajemen memiliki empat aspek dasar, yaitu :
- Perencanaan untuk kebutuhan masa depan yaitu pemutusan jumlah orang yang memiliki ketrampilan tertentu yang dibutuhkan organisasi.
- perencanaan keseimbangan masa depan yaitu membandingkan jumlah karyawan yang ada dimana mengarah pada
- perencanaan untuk merekrut atau memberhentikan karyawan.
- perencanaan untuk pengembangan karyawan.
Tujuan dari perencanaan sumber daya manusia adalah untuk memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dan mampu secara tetap.
Perencanaan manajemen sumber daya manusia mempunyai berbagai manfaat yaitu diantaranya produktifitas kerja dari tenaga yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat terwujud melalui adanya penyesuaian-penyesuaian tertentu, seperti peningkatan disiplin kerja dan peningkatan ketrampilan sehingga setiap orang menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan perusahaan.
Arabiyatuna Arabiyatuna
