Thursday, 21 May 2026
above article banner area

Aspek-aspek kecemasan berbicara di muka umum

Aspekaspek kecemasan berbicara di muka umum

 

Burgoon dan Ruffner (1978) menyebutkan ada 3 aspek yang mempengruhi kecemasan  berbicara  di  muka  umum  yaitu  keengganan  (unwillingness),   tanpa ganjaran (unrewarding) dan tidak terkendali (uncontrol).

a.   Keengganan  adalah  ketiadaan  minat  individu  melakukan  berbicara  di  muka,

 

sehingga ada usaha untuk menghindar bila melakukan  kegiatan tersebut.

 

b.   Tanpa ganjaran adalah tidak adanya penghargaan atau peningkatan hukuman atas komunikasi yang pernah dilakukan individu. Pengalaman tersebut menjadikan individu mengalami kecemasan bila dikemudian hari berbicara di muka umum lagi.

c.      Tidak terkendali adalah ketidakmampuan individu melakukan kontrol   terhadap situasi, peralatan, dan tempat komunikasi, sehingga menyebabkan kecemasan.

Aspek  kognitif  dan  perilaku  (behavioral)  menurut  Harjana  (2003)  dapat menjadi sumber kecemasan berbicara di muka umum. Aspek kognitif merupakan kecakapan pada tingkat pemahaman yang meliputi;

a.   empati  adalah  pengetahuan  memahami  perasaan  orang  yang  terlibat  dalam kegiatan tersebut,

b.   perspektif    sosial     adalah                    pengetahuan    tentang  karakteristik    sosial                   dari pendengarnya,   sehingga   pembicara    dapat   menyesuaikan    gaya   dan   materi pembicaraan.

 

 

 

 

 

c.   kepekaan sosial adalah pengetahuan tentang reaksi dari pendengar untuk dapat mengetahui  respon  terhadap  materi  pembicaraanya.  Apakah  pendengar  sudah bosan atau masih tertarik untuk mendengarkan pembicaraannya?

d.   pengetahuan konteks berbicara adalah pemahaman tentang situasi dan kondisi pada waktu berbicara di muka umum. Misal, gaya bicara pada saat rapat akan beerbeda pada saat seminar.

e.   self monitoring adalah pegetahuan dalam menjaga dan memelihara  penampilan selama berbicara di muka umum. Misal, apakah pilihan kata sesuai dengan tradisi para pendengar, apakah intonasi berbicara tidak terlalu kuat atau lemah ?

Aspek  perilaku  (behavioral)  merupakan  kecakapan  dalam  bertindak  untuk

 

berbicara di muka umum yang meliputi ;

 

a.   keterlibatan interaktif (interactive involment ) adalah kemampuan perilaku untuk melibatkan pendengar dapat ikut aktif dalam proses pembicaraan,

b.   manajeman interaksi (interaction management ) merupakan kemampuan perilaku untuk mengatur interaksi antara pembicara dengan pendengar maupun diantara para pendengar,

c.   keluwesan perilaku (behavioral flexibility) merupakan kemampuan perilaku untuk menyesuaikan tindakan sesuai denga n dinamika pada waktu berbicara di muka umum,

d.   mendengarkan (listening) adalah kemampuan dalam mendengarkan respon dari

 

pendengar baik yang bersifat bahasa verbal maupun nonverbal,

 

 

 

 

 

e.   gaya sosial (social style) adalah kemampuan perilaku sesuai dengan karakteristik dan       kemampuan         dari                 pendengar,              sehingga    pembicara    mampu    menjalin komunikasi dengan lebih intensif.

Berbicara di muka umum memerlukan pula kemampuan menciptakan hubungan yang bersifat transaksional dan sederajat.  Cahyana dan Suyanto (1996) menjelaskan aspek-aspek yang diperlukan supaya tidak mengalami kecemasan berbicara di muka umum, adalah :

a.   kemampuan menciptakan hubungan yang sederajat dan transaksional. Pembicara perlu memiliki ketrampilan dan kemampuan untuk menciptakan hubungan yang sederajat dengan pendengarnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa lebih superior atau inferior. Selain itu, pembicara perlu memiliki ketrampilan                                                                                                        untuk dapat menciptakan kesempatan untuk pendengarnya menjadi penerima dan pengirim pesan. Situasi ini akan melahirkan proses komunikasi yang interaktif dan tidak monoton.

b.   kemampuan penyesuaian diri diperlukan karena situasi dan kondisi yang dihadapi

 

pembicara  akan  selalu  berubah  dan  berbeda  dari  aspek  waktu,  tempat,  dan karakteristik pendengar.

c.   kemampuan menciptakan tujuan secara jelas supaya mudah dipahami oleh para pendengar.

Tubbs dan Moss (2001)menjelaskan bahwa kredibilitas merupakan salah satu

 

aspek dalam berbicara di muka umum. Orang dengan tingkat kredibilitas tinggi akan mengalami tingkat kecemasan yang rendah pada waktu berbicara di muka umum.

 

 

 

 

 

Kredibilitas merupakan kesediaan orang untuk mempercayai sesuatu yang dikatakan dan dilakukan oleh orang lain.  Lebih lanjut Tubbs dan Moss (2001) menjelaskan dua jenis kredibilitas, yaitu :

a.  kredibilitas ekstrinsik adalah kepercayaan yang diperoleh pembicara sebelum menyampaikan pesan kepada orang lain. Misal, Megawati dipercaya untuk berbicara tentang nasionalisme karena ia anak dari Bung Karno.

b.   kredibilitas intrinsik adalah kepercayaan yang diciptakan pembicara sebagai hasil langsung dari pidatonya. Misal, pembicara yang banyak menggunakan lelucon akan disebut sebagai humoris.

Berdasar penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kecemasan berbicara di

 

muka umum dipengaruhi oleh faktor afeksi, kognisi dan behavioral (perilaku). Satu faktor atau lebih dapat mengakibatkan kecemasan berbicara di muka umum.

Pendekatan Burgoon dan Ruffner (1978) menjadi dasar dalam penulisan ini. Walaupun pendekatan Burgoon dan Ruffner dapat dikategorikan cukup tua, tetapi masih memadai untuk menjelaskan kondisi subyek penelitian di dalam konteks Yogyakarta. Alasan yang lain adalah ;

a.   faktor  afeksi  (keengganan  dan  tanpa  kontrol)  dalam  pendekatan  ini  cukup dominan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia   termasuk juga subyek penelitian,

b.   aspek  tanpa  ganjaran  menjelaskan  faktor  afeksi  (senang  atau  sedih  menerima

 

ganjaran, faktor kognitif (kemampuan berpikir dalam berbicara di muka umum

 

 

 

 

 

mendapat    pengakuan    atau    tidak    mendapat    pengakuan),    faktor    perilaku

 

(penampilan berbicara di muka umum disukai atau tidak disukai orang lain).

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *