Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Dimensi-dimensi komitmen organisasi

Dimensi-dimensi komitmen organisasi.

 

Allan dan Meyer (1990) dan Meyer et al., (1989) mengajukan tiga bentuk komitmen organisasi yang terdiri atas:

1.   Komitmen   afektif,   yaitu   keikatan   emosional,   identifikasi   dan

 

keterlibatan  dalam  suatu  organisasi.  Individu  menetap  dalam suatu organisasi karena keinginan sendiri.

2.   Komitmen     kontinuans,       yaitu      komitmen      individu     yang didasarkan        pada                    pertimbangan  tentang                apa yang       harus dikorbankan           bila     akan              meninggalkan    organisasi.            Individu memutuskan             menetap                    pada    suatu                organisasi          karena menganggapnya sebagai suatu pemenuhan kebutuhan.

3.   Komitmen      normatif,      yaitu      keyakinan      individu      tentang tanggung            jawab                 terhadap           organisasi.           Individu    tetap    tinggal pada suatu organisasi karena merasa wajib untuk loyal pada organisasi tersebut.

Komitmen  organisasi  merupakan  instrumen  peramal  yang  tepat untuk melihat  perpindahan            kerja        dan                 instrumen      yang           lebih    baik dibandingkan dengan kepuasan kerja karena dengan berjalannya waktu dan  menyadari  keterkaitannya  dengan  organisasi  maka  tingkat  rasa tanggung  jawab  dan  rasa  memiliki  dari  pekerja  akan  semakin  tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

Komitmen    organisasi     juga    merupakan     peramal    lebih    baik    karena merupakan respon yang lebih global dan bertahan terhadap organisasi sebagai suatu keseluruhan daripada kepuasan kerja.

Steers   dan   Salancik   (1991)   walaupun   tidak   secara   tegas mengatakan  bahwa  komitmen  berpengaruh  terhadap  kepuasan  kerja, namun  dalam  situasi  hubungan  pekerja  dan  organisasi  yang  begitu kompleks beberapa aspek kepuasan kerja dapat dipenuhi melalui manifestasi              komitmen  terhadap organisasi.       Model   hubungan   sebab akibat  komitmen  organisasi  yang  bersifat  lingkaran  umpan  balik,  pada situasi  tertentu      dapat         menjelaskan                        hubungan                    antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja.

Penelitian    ini    memilih     dimensi-dimensi     komitmen     organisasi

 

dari  Allan  dan  Meyer  (1990)  yang  meliputi  aspek  afektif,  aspek kontinuans,  serta  aspek  normatif  sebagai  alat  ukur  dengan  anggapan model   tersebut   menampilkan   secara   jelas   komitmen   organisasi   itu sendiri.

 

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *