Hubungan antara konsep diri dengan kecemasan berbicara di muka umum
Fits, dkk. (dalam Partosuwido, 1979) menyatakan bahwa individu yang memiliki harga diri yang tinggi akan mampu membentuk konsep diri positif. Menurut Rakhmat (1985) konsep diri merupakan dasar individu berperilaku, sehingga perilaku individu dapat diprediksikan berdasar konsep diri yang dimilikinya. Individu dengan konsep diri tinggi menunjukan karakter seperti
kepercayaan diri tinggi, penerimaan diri baik, optimis, wajar, harga diri tinggi dan memiliki perasaan aman. Kondisi ini mendasari individu dalam berperilaku seperti, berbicara di muka umum dilakukan secara wajar tanpa disertai rasa kecemasan.Sebaliknya, individu dengan konsep diri rendah memiliki perasaan tidak tenang, tidak aman dan perasaan khawatir jika mendapat penilaian negatif dari orang lain, sehingga dalam berperilaku seperti berbicara di muka umum mudah mengalami kecemasan.
Bair (1981) mengungkapkan bahwa individu dengan konsep diri rendah mudah mengalami kecemasan, jika ada kehadiran individu lain di likungannya. Ia merasa tidak aman jika diperhatikan orang lain dan hasil pekerjaannya dinilai negatif. Freimuth (dalam Barker, 1982) mengungkapkan bahwa individu dengan konsep diri rendah memiliki tingkat kecemasan tinggi dalam komunikasi oral.
Berdasar penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa, individu dengan konsep diri rendah mempunyai tingkat kecemasan tinggi dalam berbicara di muka umum. Sebaliknya, individu dengan konsep diri tinggi memiliki tingkat kecemasan rendah dalam berbicara di muka umum.
Arabiyatuna Arabiyatuna
