Pengertian kepuasan kerja.
Konsep kepuasan kerja mempunyasi definisi yang berbeda- beda jika dilihat dari pendapat para ahli, namun pada prinsipnya mereka mempunyai pandangan yang sama tentang pengertian kepuasan kerja sebagai respon emosional dan afeksi.
Robbins (1998) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Penekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kepuasan kerja seseorang adalah dengan penjumlahan angka-nilai global tunggal (single global rating) dan skor penjumlahan (summation score).
Davis dan Newstroom (1992) mengatakan bahwa kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidak menyenangkan pekerjaan mereka. Kepuasan kerja termasuk masalah yang penting untuk diperhatikan dalam suatu organisasi.
Wexley dan Yukl (1992) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah cara pekerja merasakan pekerjaannya atau perasaan pekerja terhadap dan kondisi perasaan tentang dirinya. Perasaan yang berkaitan dengan pekerjaan melibatkan aspek pembayaran, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan rekan kerja,
penempatan kerja, jenis pekerjaan struktur organisasi, dan mutu pengawasan. Perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan, pendidikan.
Siegel dan Lane (1987) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah cara seseorang merasakan pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap pekerja terhadap pekerjaannya yang memiliki berbagai aspek. Sikap seseorang terhadap pekerjaannya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapan dimasa depan.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja menyangkut sikap dan penilaian positif atau negatif seseorang atas hasil pekerjaannya dan merupakan selisih dari sesuatu yang seharusnya ada (harapan) dengan kenyataan.
Karyawan yang tidak terlibat dengan pekerjaan mereka tidak dapat diharapkan mendapatkan kepuasan kerja yang sama dengan mereka yang terlibat. Hal tersebut menyebabkan bahwa dua orang dengan pekerjaan yang sama dapat melaporkan tingkat kepuasan yang berbeda. Perbedaan lain adalah keadilan yang dirasakan tentang perolehan orang lain, jika perolehan itu dirasa kurang adil maka pekerja akan merasa tidak puas dan berusaha mencari jalan untuk mendapatkan keadilan.
Apabila pegawai bergabung dalam suatu organisasi, ia membawa serta keinginan, kebutuhan, serta pengalaman masa lalunya yang menyatu membentuk harapan kerja. Kepuasan kerja menunjukkan kesesuaian antara harapan seseorang yang timbul dan imbalan yang disediakan sehingga kepuasan kerja juga berkaitan dengan teori keadilan, dan motivasi.
Kepuasan kerja merupakan bagian dari kepuasan hidup. Sifat
lingkungan seseorang diluar pekerjaan mempengaruhi pekerjaan di dalam pekerjaan dan pekerjaan merupakan bagian penting kehidupan sehingga kepuasan kerja mempengaruhi kepuasa hidup seseorang. Akibatnya para manajer tidak hanya memantau pekerjaan dan lingkungannya namun juga memantau sikap karyawan terhadap kehidupan lain diluar lingkungan kerja seperti keluarga, hiburan, agama, dan politik (Davis et al., 1996).
Arabiyatuna Arabiyatuna
