Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Hubungan antara Status Identitas Ego Remaja Tengah dengan Pola

Hubungan antara Status Identitas Ego Remaja Tengah dengan Pola

 

Asuh Demokratis

 

Lingkungan rumah adalah salah satu faktor yang menentukan proses perkembangan remaja,ini meliputi bagaimana interaksi antara orangtua dan remaja. Pola asuh orangtua memegang peranan dalam proses perkembangan tersebut. Salah satunya adalah perkembangan identitas pada remaja.

Lovinger (dalam Lippe dan Louise,1999) menyebutkan bahwa keluarga merupakan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan identitas ego sampai dengan akhir masa remaja. Pendapat lain ditegaskan oleh Fuhrmann

 

 

 

 

 

 

 

 

(1992)  dan  Marcia  (1993)  bahwa  perkembangan  status  identitas  ego  pada remaja salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh demokratis orangtua yaitu membantu remaja dalam menemukan status identitas ego remaja tersebut.

Schiaffino, dkk (2001) melakukan penelitian terhadap 100 mahasiswa laki-laki dan perempuan mengenai hubungan antara perkembangan identitas ego dengan attachment orangtua. Mahasiwa perempuan dihubungkan dengan attachment kepada orangtua sedangkan mahasiswa laki-laki tidak. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara attachment pada kedua orangtua  dengan perkembangan identitas ego mahasiswa tersebut. Mahasisiwa perempuan memiliki tingkat eskplorasi dan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki.

Penelitian lain yang berhubungan dengan pola asuh demokratis adalah dilakukan oleh Steinberg, dkk (1995) mengenai persepsi remaja tentang pola asuh demokratis orangtua teman remaja tersebut terhadap penyesuaian dan perilaku remaja yang dipersepsikan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mempersepsikan orangtua temannya memiliki pola asuh demokratis diasosiasikan dengan rendahnya terlibat dalam perilaku kenakalan remaja dan penggunaan obat-obatan untuk kedua kelompok remaja (putra dan putri). Untuk remaja laki-laki memiliki tingkat yang rendah dalam perilaku menyimpang di sekolah dan konformitas peer yang baik. Remaja perempuan memiliki tingkat kompetensi psikososial yang tinggi dan rendah dalam distres psikologis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan di atas bahwa peran orangtua sangat penting dalam proses perkembangan remaja. Pola asuh demokratis mendukung remaja dalam melakukan penyesuaian yang lebih baik. Pola                   asuh              demokratis           membantu           remaja dalam  menyelesaikan           tugas perkembangannya dengan baik, khususnya tugas perkembangan mencapai identitas ego.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *