Persepsi Remaja Terhadap Pola Asuh Demokratis Orangtua
Persepsi dibutuhkan sebagai dasar dalam proses psikologis. Kesuksesan individu dalam memberikan informasi yang akurat mengenai karakteristik yang ada di sekeliling individu tergantung pada kemampuan mempersepsikan suatu objek.
Persepsi terhadap objek akan didahului oleh alat indera, hal ini ditegaskan oleh Branca (dalam Walgito,1991) bahwa alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Stimulus yang diindera itu kemudian oleh individu diorganisasikan dan diinterpretasikan, sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Proses ini dinamakan persepsi. Jadi stimulus diterima melalui penginderaan yang kemudian menjadi sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dan diinterpretasi (Davidoff dalam Walgito,1991).
Young (dalam Walgito,1991) juga menyatakan bahwa persepsi menunjukkan adanya suatu aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberi penilaian pada stimulus yang diterima oleh individu.
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai persepsi, sebagai berikut:
1. Teori empiris.Teori ini menjelaskan bahwa persepsi dihasilkan dari dasar pengalaman sensori yang terkombinasi melalui proses belajar.
2. Teori gestalt.Teori menekankan pada obyek sebagai sesuatu yang diorganisasikan atau dipersepsikan secara keseluruhan daripada sebagian.
3. Teori behavioris. Teori ini menekankan mengenai deskripsi yang obyektif terhadap perilaku organisme. Lebih lanjut dikatakan bahwa memahami perilaku organisme berdasarkan bagaimana dia tinggal di dalam dunianya.
4. Teori gibsonian. Persepsi diartikan sebagai memberikan arti atau menginterpretasi sesuatu. Persepsi terjadi oleh banyak dan beragamnya stimulus sebagai informasi di dalam lingkungan. Teori ini tidak mendukung bahwa persepsi terjadi melalui proses pengalaman.
5. Teori proses informasi. Penekanannya pada sensasi,persepsi dan semua proses mental lainnya adalah saling terhubungkan dan bukan terpisah-pisah satu sama lain.
Kesimpulannya bahwa persepsi pola asuh remaja tengah adalah aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberi penilaian yang dilakukan oleh remaja tengah terhadap stimulus yang diterima mengenai pengasuhan demokratis orangtua remaja tersebut.
Arabiyatuna Arabiyatuna
