Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Persepsi Remaja Terhadap Pola Asuh Demokratis Orangtua

Persepsi Remaja Terhadap Pola Asuh Demokratis Orangtua

 

Persepsi dibutuhkan sebagai dasar dalam proses psikologis. Kesuksesan individu dalam memberikan informasi yang akurat mengenai karakteristik yang ada di sekeliling individu tergantung pada kemampuan mempersepsikan suatu objek.

Persepsi  terhadap  objek  akan  didahului  oleh  alat  indera,  hal  ini ditegaskan oleh Branca (dalam Walgito,1991) bahwa alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Stimulus yang diindera itu kemudian   oleh   individu   diorganisasikan   dan   diinterpretasikan,   sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Proses ini dinamakan   persepsi.   Jadi   stimulus   diterima   melalui   penginderaan   yang kemudian              menjadi                sesuatu         yang    berarti                    setelah      diorganisasikan   dan diinterpretasi (Davidoff dalam Walgito,1991).

Young    (dalam    Walgito,1991)    juga    menyatakan    bahwa    persepsi menunjukkan   adanya   suatu   aktivitas   mengindera,   mengintegrasikan   dan memberi penilaian pada stimulus yang diterima oleh individu.

Ada  beberapa  teori  yang  menjelaskan  mengenai  persepsi,  sebagai berikut:

1.   Teori empiris.Teori ini menjelaskan bahwa persepsi dihasilkan dari dasar pengalaman sensori yang terkombinasi melalui proses belajar.

2.   Teori   gestalt.Teori   menekankan   pada   obyek   sebagai   sesuatu   yang diorganisasikan atau dipersepsikan secara keseluruhan daripada sebagian.

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Teori behavioris. Teori ini menekankan mengenai deskripsi yang obyektif terhadap perilaku organisme. Lebih lanjut dikatakan bahwa memahami perilaku organisme berdasarkan bagaimana dia tinggal di dalam dunianya.

4.                Teori            gibsonian.                 Persepsi   diartikan         sebagai      memberikan     arti             atau menginterpretasi  sesuatu.  Persepsi  terjadi  oleh  banyak  dan  beragamnya stimulus sebagai informasi di dalam lingkungan. Teori ini tidak mendukung bahwa persepsi terjadi melalui proses pengalaman.

5.  Teori  proses informasi.  Penekanannya  pada  sensasi,persepsi  dan  semua proses mental lainnya adalah saling terhubungkan dan bukan terpisah-pisah satu sama lain.

Kesimpulannya bahwa persepsi pola asuh remaja tengah adalah aktivitas mengindera, mengintegrasikan dan memberi penilaian yang dilakukan oleh remaja          tengah terhadap          stimulus              yang      diterima    mengenai  pengasuhan demokratis orangtua remaja tersebut.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *