Hypertext Markup Language (HTML): Standardisasi Penulisan Bahasa Web
Hypertext Markup Language (HTML) adalah sebuah markup language yang digunakan untuk membuat sebuah dokumen hypertext agar dapat berdiri secara independen. HTML sendiri adalah dokumen berbasiskan SGML yang dilengkapi seperangkat bahasa generik yang dapat disesuaikan untuk dapat merepresentasikan dokumen disebuah Website.
Dokumen HTML tersebut dapat berupa representasi dari dokumen berita online, surat elektronik (e-mail), perangkat
database atau tempat belanja online (e-shopping) yang dipresentasikan oleh Web melalui Web browser.178 Meskipun demikian perlu diketahui, HTML bukanlah bagian dari dokumen itu sendiri melainkan atribut mandiri sebagai faktor representasi dari Web. Secara sederhana dapat dikatakan dokumen HTML adalah sebuah dokumen yang SGML. Hal tersebut disebabkan karena dokumen HTML memiliki sebuah entitas, sturktur dan logika program yang telah sesuai dengan SGML.
a. Elemen HTML Berdasarkan fungsi
Untuk mempermudah memahami kode sumber dari sebuah halaman Web caranya adalah memisahkan antara elemen dalam suatu dokumen HTML dengan isi dokumen HTML tersebut. Berikut adalah tabel yang berisi elemen HTML yang sering digunakan dalam suatu dokumen HTML.
|
BAGIAN HTML |
NAMA TAG |
TAG |
FUNGSI |
|
Head Element |
Title |
<title> |
Memberikan judul pada tiap halaman Web |
|
|
Link |
<link> |
Tag yang digunakan untuk saling |
178 Web browser adalah perangkat lunak (software) yang digunakan oleh end-user untuk melihat tampilan sebuah Web. Dengan menggunakan web browser, end-user tidak lagi melihat struktur dasar dari sebuah Web yang terdiri dari sintaks HTML.
|
|
|
|
menghubungkan dokumen |
|
|
Meta |
<meta> |
Digunakan sebagai identifikasi dari dokumen Web. Isinya dapat berupa informasi pembuat Web, aplikasi yang digunakan dalam membuat Web dan lainnya. |
|
|
Inline |
<em>
<strong> |
Untuk membuat cetak miring.
Membuat cetak tebal |
|
|
Image |
<img> |
Untuk membuat link terhadap suatu objek gambar |
|
Block |
Break Line |
<br> |
Memisahkan satu paragraf dengan paragraf lainnya. |
|
|
Paragraf |
<p> |
Memulai dan mengakhiri suatu paragraf |
|
|
Headings |
<h1>,<h2> |
Menentukan ukuran huruf |
|
|
Tables |
<table> |
Membuat suatu tabel |
|
|
Form |
<form action=”..”> |
Membuat formulir untuk pengisian |
|
|
Frame |
<iframe> |
Memasukkan objek dalam kerangka yang telah dibuat tetapi tidak terpisah dari halaman tempat tag tersebut berada. |
|
Presentational Markup |
Bold |
<b> |
Membuat cetak tebal (hampir sama dengan tag <em> hanya penggunaan <b> lebih lazim digunakan suatu kata dalam kalimat tertentu) |
|
|
Font |
<font [color=color] |
Menentukan jenis huruf |
|
|
|
[size=size] [face=face]>…</font> |
dan besar huruf yang akan digunakan dalam suatu dokumen Web |
Tabel 3.1. Tabel Elemen HTML
b. HTML Sebagai Kode Sumber Sebuah Website
|
Setelah memahami berbagai tag dari HTML yang lazim digunakan dalam sebuah dokumen Web, berikutnya akan diberikan contoh implementasi dari tag tersebut. Apabila kita menggunakan sebuah Web browser kemudian menuju sebuah alamat Web dengan mengetikan alamat Web tersebut pada kolom search, misalnya http://www.law.ui.ac.id,maka akan tampil sebuah Web sebagai berikut.
Gambar 3.2. Tampilan Web FHUI dalam Representasi dan presentasi
Web Browser
Sesungguhnya tampilan Web tersebut merupakan hasil representasi dari HTML yang dilakukan oleh Web browser yang kita gunakan. Tampilan asli dari Web tersebut biasa disebut Web source code atau kode sumber Website yang tidak ditampilkan karena tidak bersifat readable dan tidak user friendly. Untuk melihat kode sumber dari sebuah Web dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur dari Web browser yang digunakan. Berikut adalah tampilan dari kode sumber Website
Gambar 3.3. Kode Sumber Web FHUI
Jika melihat kode sumber tersebut terlihatlah sesungguhnya proses representasi dari sintaks HTML yang
dilakukan oleh Web browser. Agar dapat menganalisis kode sumber dari sebuah Website, diperlukan pemahaman terkait dengan struktur bahasa program dari HTML itu sendiri.
Struktur dasar dari HTML selalu berawal dari opening tag dan berakhir pada closing tag. Opening tag dalam HTML secara umum dibuka dengan tag <html> dan diakhiri dengan tag </html>, sedangkan sintaks yang berada diantara <html> sampai dengan </html> merupakan sintaks BODY. Secara
sederhana berikut adalah contoh struktur dari tag HTML.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh HTML document</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
</HTML>
</BODY>
<P><B>Hello world!</B>
Skrip 3.1. Struktur Sederhana HTML
Jika struktur HTML tersebut disimpan dengan file berformat *.html lalu menggunakan Web Browser dibuka, maka file tersebut akan tampak sebagai berikut.
Gambar 3.4. Tampilan Representasi dari Sintask HTML
Dapat dijelaskan dalam tabel 4, struktur dari HTML merupakan dokumen yang tidak user friendly serta unreadable, sedangkan dalam tabel 5, sintak HTML telah direpresentasi dan dipresentasikan oleh Web Browser menjadi human readable document.
Suatu dokumen HTML memiliki unsur terpenting, unsur tersebut adalah sintak HEAD dan sintask BODY, sedangkan sintask lainnya merupakan sintak asesoris atau sintak pelengkap. Dalam sintask HEAD terdapat beberapa elemen pelengkap, yaitu elemen informasi mengenai dokumen HTML tersebut seperti judul dokumen atau biasa disebut dengan TITLE yang menggunakan tag <title></title>, kata kunci yang akan digunakan oleh mesin pencari (search engine) atau META DATA dengan tag <meta> dan data lain yang tidak terkait
secara langsung dengan substansi. Elemen ini tidak akan dilihat oleh pengguna Web, selama tidak melihat dari kode sumber dari dokumen HTML tersebut dan tidak akan berpengaruh secara langsung terhadap substansi dokumen. Unsur ini yang disebut unsur representasi dari Web tetapi tidak mempresentasikan isi dari HTML secara keseluruhan. Pembahasan lebih lanjut mengenai Web Forensic akan dibahas dalam sub-bab selanjutnya.
Untuk mempelajari kode sumber dari sebuah Web yang ditulis dalam bahasa HTML fokus utamanya adalah pada BODY, karena segala yang terdapat di dalam sintak BODY akan mempengaruhi substansi dari Web itu sendiri. Elemen dari BODY sendiri antara lain sebagai berikut. Pertama adalah elemen paragraf yang ditandai dengan tag <p>. Elemen paragraf ini digunakan untuk memulai suatu kalimat dalam suatu paragraf. Sebagaimana HTML pada umumnya, elemen dari BODY juga terdiri dari tiga bagian, yaitu start tag atau opening tag yang pada umumnya terdiri dari attribut tag dan value dari tag tersebut kemudian content atau substansi dan diakhiri oleh end tag atau closing tag. Untuk mudahnya
dapat dilihat pada contoh berikut yang diambil dari Website
www.ansar.net pada halaman tc-1.htm
Script 3.2. Potongan sintak BODY Website http://www. ansar.net dokumen tc-1.htm
Penjelasan dari script tersebut adalah, baris pertama (1) dimulai dari <p align=”justify”> adalah bagian start tag dengan atribut tag-nya adalah class= dan align, sedangkan value-nya adalah MsoNormal dan justify. Kemudian baris pertama hingga keempat (1-4) yang dimulai dari kata “Apabila…” hingga kata “…target” adalah content atau isi dari sintak tersebut yang akan ditampilkan di Web. Terakhir, baris keempat (4) yaitu <p>, adalah end tag atau closing tag.
Dengan demikian dapat disimpulkan yang dimaksud dengan informasi elektronik dari sebuah Web adalah keseluruhan Web tersebut, termasuk tag HTML dan substansi dari Web tersebut. Artinya, sebuah informasi elektronik Web tidak hanya meliputi substansi informasi apa yang disampaikan oleh Web, tetapi juga meliputi unsur pendukung sehingga
informasi tersebut dapat terpresentasikan melalui Web Browser, yang dimaksud dalam hal ini adalah atribut dari tag HTML. Lebih lanjut pembedahan kode sumber Website yang akan digunakan sebagai alat bukti akan dibahas dalam sub- bab selanjutnya.
Arabiyatuna Arabiyatuna
