Monday, 15 June 2026
above article banner area

Bentuk dan Macam Cyberterrorism

Bentuk dan Macam Cyberterrorism

 

 

 

 

Berdasarkan   karakteristik   dari cyberterrorism    yang telah dijelaskan sebelumnya, kita dapat melihat bentuk dan macam dari      cyberterrorism.  Bentuk atau karakter     pertama cyberterrorism  adalah  sebagai     tindakan      teror           terhadap sistem       komputer,    jaringan, dan/atau basis      data     dan

 

 

 

 

 

informasi yang tersimpan didalam komputer, dan  beberapa contoh dari bentuk ini adalah.

(1) Unauthorized  Access  to  Computer  System  dan Service. Merupakan kajahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan     dari pemilik   sistem              jaringan komputer.121

(2) Denial   of    Service Attacks  (DOS). Penyerangan terhadap        salah   satu servis   yang    dijalankan  oleh jaringan   dengan    cara  membanjiri    server        dengan jutanan permintaan layanan   data    dalam hitungan detik yang    menyebabkan  server bekerja      terlalu keras dan      berakibat     dari matinya jaringan atau melambatnya kinerja server.122

(3) Cyber  Sabotage  and  Extortion.  Kejahatan  ini dilakukan      dengan       membuat  gangguan,  pengrusakan atau      penghancuran     terhadap       suatu   data,    program

 

 

 

 

 

 

121 Mansur, op. cit., hal. 67.

 

122   Michael Gregg,  Certified  Ethical  Hacker  Exam  Prep  (United

States of America: Que Publishing, 2006), Ch. 7.

 

 

 

 

 

 

komputer  atau  sistem  jaringan  komputer

yang

 

terhubung dengan internet.123

 

 

(4)

 

Viruses. Virus adalah perangkat lunak yang

 

telah

 

 

berupa program,  script,  atau  macro  yang

 

telah

 

didesain   untuk   menginfeksi,   menghancurkan, memodifikasi dan menimbulkan masalah pada komputer atau program komputer lainnya.124

(5) Physical  Attacks.   Penyerangan   secara   fisik

 

terhadap sistem komputer atau jaringan. Cara ini dilakukan       dengan     merusak  secara  fisik,  seperti pembakaran, pencabutan salah satu devices komputer atau  jaringan       menyebabkan         lumpuhnya       sistem komputer.125

 

 

 

Selanjutnya,             beberapa            contoh                 implementasi cyberterrorisme berkarakter  untuk                      pemanfaatan  Internet untuk keperluan organisasi dan juga berfungsi sebagai media

 

 

 

 

 

 

123 Ibid.

 

124       Hacker     High     School,     “Lesson     6.     Malware,”

<http://www.hackerhighschool.com>, p. 5.

 

125   Gregg, op. cit., ch. 13.

 

 

 

 

 

teror  kepada pemerintah  dan  masyarakat, adalah  sebagai berikut.

(1)  Propaganda. “The lack of censorship and regulations of  the       internet   gives terrorists    perfect opportunities       to  shape    their  image  through  the websites.”126     Propaganda   dilakukan  melalui website yang dibuat oleh kelompok teroris. Biasanya website tersebut    berisi     struktur organisasi  dan  sejarah perjuangan,      informasi   detail mengenai  aktifitas perjuangan dan aktifitas sosial, profil panutan dan orang yang menjadi pahlwan bagi kelompok tersebut, informasi  terkait ideologi dan  kritik     terhadap musuh mereka, dan berita terbaru terkait aktifitas mereka.127

(2)  Carding  atau  yang  disebut  credit  card  fraud.

 

Carding  atau  credit  card  fraud  dalam cyber terrorisme         lebih banyak  dilakukan dalam     bentuk pencarian dana. Selain itu carding juga dilakukan untuk mengancam perusahaan yang bergerak di bidang penyedian  jasa     e-commerce    untuk  menyediakan dana

 

126 Zhang, op. cit.

 

127 Weimann (a), op. cit.

 

 

 

 

 

agar para carder tidak melepaskan data kartu kredit ke internet.128

(3)  E-mail.  Teroris  dapat  menggunakan  e-mail  untuk menteror,          mengancam dan   menipu,     spamming  dan menyebarkan           virus   ganas  yang  fatal,        menyampaikan pesan diantara sesama anggota kelompok dan antara kelompok.

 

Dengan demikian, pembahasan dalam sub bab ini dapat disimpulkan.      Dimasa mendatang dimana kehidupan  manusia sangat         bergantung  pada        teknologi telah  menimbulkan suatu potensi kejahatan model baru yang disebut cyberterrorisme. Untuk      itu  diperlukan   sebuah perangkat hukum  yang dapat mengakomodir       upaya   hukum  terhadap    tindak       pidana cyberterrorism.

 

 

 

 

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *