Indikasi dan Kontra Indikasi Terapi Tawa
Terapi tawa adalah terapi yang sangat ringan dan tidak membatasi usia, setiap orang bsa melakukannya. Disamping mempunyai manfaat besar, terapi juga mengandung sejumlah potensi bahaya. Potensi ini dilarang untuk dilakukan oleh mereka yang mempunyai beberapa jenis penyakit dan problem.
a) Indikasi
Terapi tawa merupakan teknik yang mudah dilakukan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat. Humor dalam bentuk tertawa dalam dunia medis, merupakan obat mujarab gangguan stres, atau gangguan penyakit lainnya. Orang yang mudah tertawa, akan lebih cepat sembuh dari sakitnya, daripada mereka yang banyak mengeluh, apalagi menangis.
Tertawa membuat otak menekan kita untuk melakukan dua hal yang simultan. Pertama adalah visual, yaitu gerakan muka khusus. Yang kedua, adalah phonic, yaitu mengeluarkan bunyi tertentu. Selama tertawa, ada banyak perubahan dalam bagian tubuh termasuk tangan, kaki dan otot. Tertawa membantu melepaskan emosi dan ketegangan. Orang sering menyimpan emosi dari pada mengeluarkannya saat marah, takut, sedih, stres atau bosan. Tertawa merupakan cara lain untuk menemukan jalan keluar dari ketegangan-ketegangan tersebut.
Pada saat tertawa, lima belas otot muka berkontraksi dan mendapatkan rangsangan efektif pada sebagian besar otot mulut. Bahkan dalam keadaan tertentu, pembuluh air mata terangsang sehingga selagi mulut terbuka dan tertutup, ada suatu dorongan untuk mengisap udara yang cukup, sehingga muka memerah dan mata berair.
Dari banyak pengalaman, telah terbukti bahwa tertawa merupakan “mesin terbaik” untuk menghilangkan stres. Penelitian medis menunjukkan adanya pengaruh psikologi pada tertawa terhadap kesehatan. Rasa humor akan masuk dengan mudah “mengobati” sakit, tekanan hidup sehari-hari, stres, atau rasa penat setelah bekerja. Rasa humor dapat secara dramatis mengubah kualitas dan pandangan hidup kita. Rasa humor merupakan suatu cara yang mudah untuk mengenali perasaan, dan mengontrolnya dalam situasi sulit.
Beberapa dampak psikologi tertawa terhadap tubuh, adalah sebagai berikut (www.suarapembaharuan.com/News/iptek, Simanungkalit, & Pasaribu, 2007: 27) :
- Mengurangi stres
Tertawa akan mengurangi tingkat stres tertentu dan menumbuhkan hormon penyeimbang yang dihasilkan saat stres. Dalam keadaaan stres, akan dihasilkan hormon yang menekan sistem kekebalan, sehingga meningkatkan jumlah platelet (sesuatu yang dapat menyebabkan gangguan dalam arteri) dan meningkatkan tekanan darah. Dengan tertawa, hormon stres dapat diimbangi sampai tingkat tertentu.
- Meningkatkan kekebalan
Tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan karena tertawa pada dasarnya membawa keseimbangan pada semua komponen dalam sistem kekebalan tubuh.
- Menurunkan tekanan darah tinggi
Tertawa dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam darah, yang dapat membantu pernapasan.
- Mencegah penyakit
Tertawa dipercaya mampu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung, karena marah dan takut yang merupakan emosi penyebab serangan jantung dapat diatasi dengan tertawa. Karena tertawa itu sehat, tertawalah selagi kita masih bisa tertawa, tetapi tentu saja tertawa yang ada sebabnya.
Secara lebih khusus manfaat terapi tawa untuk anak-anak dapat dirumuskan sebagai berikut (Kataria, 2004: 189):
- Sesi tawa rutin akan meningkatkan pasokan oksigen untuk memperbaiki fungsi mental dan prestasi akademis mereka
- Sesi tawa akan mengurangi stress saat ujian. Bahkan sebelum memasuki ruang ujian, mereka perlu dibuat tertawa selama sekitar sepuluh menit untuk mengurangi kecemasan
- Terapi tawa akan meningkatkan stamina dan kapasitas pernapasan untuk membantu mereka unggul dalam kegiatan olahraga. Kegiatan ini akan sangat mengendurkan syaraf sebelum kegiatan olahraga kompetitif.
- Terapi tawa akan meningkatkan kadar relaksasi dan mengurangi kegugupan serta demam panggung. Hal ini juga membantu anak-anak menjadi lebih terbuka dan mengembangkan rasa percaya diri
- Mereka akan lebih jarang terserang penyakit batuk, pilek, infeksi kerongkongan dan pernapasan, karena tawa membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang baik melawan semua infeksi.
- Jika pengambilan nafas dalam-dalam ala yoga dipraktekkan di antara latihan tawa, hal ini akan membantu mengembangkan stabilitas mental mereka. Jika sikap keceriaan menjadi cara hidup, mereka akan mempunyai sikap yang positif dalam menghadapi saat-saat sulit. Tawa juga akan membantu mereka meningkatkan kemampuan kreatif mereka.
- Terapi tawa akan meningkatkan kemampuan kreativitas, intelektual, emosional dan juga sosialisasi anak ketika berada lingkunangan rumah dan disekolah (Mc. Ghee, 2006)
a) Kontra Indikasi
Tertawa adalah terapi yang sangat ringan dan tidak membatasi usia, walaupun begitu, terapi ini dilarang untuk dilakukan oleh mereka yang mempunyai beberapa jenis penyakit dan problem. Pelarangan melakukan tawa ini dikarenakan dikawatirkan berakibat buruk pada penyakitnya.
Mereka yang dilarang untuk melakukan terapi humor ini adalah (Simanungkalit & Pasaribu, 2007: 24):
Kontra Indikasi Tertawa
|
Kontra Indikasi |
Rasionalisasi |
|
Penderita penyakit wasir |
Berbahaya karena otot di sekitar pinggul dan perut mendapat tekanan lebih berat sehingga dikhawatirkan memperparah penyakit wasir |
|
Penderita penyakit hernia |
Hal ini dapat memperparah penyakit hernia karena membutuhkan kerja keras otot dan kemungkinan isi perut akan menonjol di sekitar saluran selangkangan. |
|
Penderita penyakit jantung |
Memacu denyut jantung bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan berakibat fatal. |
|
Penderita sesak nafas |
Mengganggu pernapasan |
|
Baru selesai melakukan operasi |
Jahitan opersinya akan terlepas, apalagi yang melakukan operasi besar atau perus |
|
Sedang hamil |
Mengakibatkan kontraksi dan bisa terjadi keguguran. |
|
Peranakan turun |
Menurunkan tali ligamen yang menopang peranakan menjadi lemah. |
|
Penyakit TBC |
Bibit-bibit penyakitnya akan menular kepada orang lain sekitarnya |
|
Penyakit flu |
Bibit flu akan menyebar dan penderita flu sebaiknya istirahat saja. |
|
Penyakit pilek |
Akan menularkan bibi-bibit virusnya kepada orang lain. |
|
Komplikasi mata (gloukoma) |
Akan meningkatkan tekanan pada bola mata karena bendungan aliran cairan mata melalui terusan Schlemm dalam pembuluh balik semakin meningkat, mencekungnya pupil saraf mata, dan bisa berakibat pada kebutaan. |
Arabiyatuna Arabiyatuna
