Saturday, 20 June 2026
above article banner area

Tahapan Terapi Tawa

Tahapan Terapi Tawa

           

            Tertawa alami adalah orang yang tertawa dengan sendirinya, dari dalam dirinya sendiri tanpa rangsangan atau bantuan melaui joke, humorm, atau nonton flim komedi dan lain-lain. Tertawa alami bisa dilakukan semua manusia tanpa membatasi usia, dengan mengikuti pelatihan tawa yang terproram.

            Berikut ini perbedaan mendasar antara tertawa sendiri dengan tertawa di Klub terapi tawa:

Tertawa

Tertawa Sendirian

Tertawa di Klub Tawa

¨    Tertawa sendirian biasanya tidak tertawa alami

¨    Sulit tertawa alami karena dipaksakan

¨    Tertawa sendirian tidak terprogram

¨    Tertawa sendirian sulit dilakukan secara rutin

¨    Tertawa sendirian sering dianggap orang aneh atau ada kelainan

¨    Kurang bermanfaat

¨    Tertawa alami karena terprogram

¨    Mudah tertawa alami karena dibimbing secara tutor dan rekan satu klub

¨    Ada jadwal seingga dilakukan secara rutin

¨    Lebih bermanfaat

           

            Untuk mendirikan suatu klub, sebaiknya beberapa butir di bawah ini harus dipenuhi:

  1. Mempunyai anggota
  2. Minimum anggotanya 5 sampai 10 anggota
  3. Sebaiknya usia anggota antara 17 tahun hingga 70 tahun
  4. Harus ada seorang tutor
  5. Seorang tutor sebaiknya mempunyai pribadi menarik, luwes, dan tidak kaku serta memiliki pribadi yang humoris
  6. Terapi dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Siang hari tidak dianjurkan untuk melakukan terapi tawa.
  7. Terapi tawa sebaiknya dilakukan secara periodik. Jika dilakukan dua kali sehari, maka laukanlah pada pagi hari dan kemudian sore hari.
  8. Agar terapi ini cepat terasa manfaatnya, bagi anggota klub sebaiknya dilakukan tiga sampai empat kali dalam seminggu. Jika hal ini dilakukan, maka hanya dengan satu bulan semua anggota klub sudah merakan manfaatnya.

 

Teknik supaya mudah tertawa

            Memang sulit tertawa tanpa sebab. Jika kita tertawa tanpa sebab maka kita bisa merasa malu dan takut, dan orang bisa mengganggap kita sedang stres atau gila. Untuk menghilangkan hal tersebut maka alternatif yang bisa dipilih adalah:

  1. Membuat klub tawa dan minimal 5 orang, jika bisa lebih banyak akan lebih mudah tertawa
  2. Pada saat tertawa dianjurkan peserta terapi tawa saling berpandangan sebab tertawa salaing berpandangan akan memicu tawa dari dalam diri kita, karena setiap orang mempunyai ciri khas tawa masing-masing, hal ini akan menciptakan tawa yang lepas dan tawa adalah sangat menular.
  3. Saat tertawa kedua tangan diangkat ke atas tegak lurus. Posisi seperti ini membuat kita mudah tertawa, dan rasa malu dan takut juga akan ilang.
  4. Tertawa lebih mudah muncul jika serempak dilakukan semua peserta, setelah diberi aba-aba oleh tutor.

 

Waktu dan tempat terapi

            Idealnya, sebuah sesi tawa harus dilaksanakan pada pagi hari, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia ini. Sebaiknya jumlah total latihan pernapasan, tawa dan peregangan sebaiknya tidak lebih dari 15-20 menit. Pengaturan waktu bisa disesuaikan beberapa menit menurut kebutuhan kelompok dan keadaan cuaca, bila diadakan di tempat terbuka.

            Terdapat banyak alasan kenapa sesi tawa  dimulai pada pagi hari. Selalu lebih baik bagi kita jika mengawali hari dengan tawa. Dengan begitu kita akan terus bersemangat dan mempunyai suasana hati yang enak sepanjang hari. Kegiatan ini membangkitkan energi kita dan tertawa selama 15-20 menit memberi kita manfaat sepanjang hari sampai saat tidur malam.

            Keuntungan lain dari Klub Tawa pagi hari adalah bahwa sesi terapi jalan kaki dan terapi tawa bisa saling melengkai. Keduanya dilakukan ditempat terbuka, maka sangat ideal bagi para pejalan kaki untuk menghadiri sesi tawa baik sebelum maupun sesudah sesi jalan kaki.

            Di negara Barat, sesi tawa diadakan sekali atau dua kali seminggu. Beberapa kelompok bertemu dua minggu sekali. Sebagian besar klub tawa di negara-negara Barat bertemu di dalam ruangan dan mereka menggunakan 1-2 jam untuk tertawa, bermain, berbagi, menari, dan saling bertemu. Kegiatan ini disebut Klub Tawa sosial.

            Di tempat kerja, orang dapat mengadakan sesi tawa selama istirahat. Klub kebugaran, kelompok yoga, kelompok Taici, pusat aerobik, kelompok olahraga, dan pusat meditasi bisa menambahkan 10-15 menit sesi tawa sebagai tambahan nilai untuk kegiatan pembentukan kesehatan rutin mereka. Satu-satunya hal yang harus diperhatikan adalah bahwa sesi tawa sebaiknya tidak dilakukan langsung sesudah makan siang. Sebaiknya ada tenggang waktu sedikitnya dua jam setelah makan.

 

Tahapan terapi

            Satu sesi adalah kombinasi antara latihan pernapasan, peregangan dan berbagai teknik tawa stimulus. Biasanya satu sesi tawa memakan waktu antara 20 sampai 30 menit. Sedangkan satu putaran tawa memakan waktu antara 30 sampai 40 detik.

  1. Langkah Pertama

Pemanasan dengan tepuk tangan serentak semua anggota klub, sambil mengucapkan ho ho ho… Ha ha ha … tepuk tangan disini sangat bermanfaat bagi peserta karena syaraf-syaraf ditelapak tangan akan ikut terangsang sehingga menciptakan rasa aman dan meningkatkan energi dalam tubuh.

 

  1. Langkah Kedua

Pernapasan dilakukan seperti pernapasan biasa yang dilakukan semua cabang-cabang olahraga pada awal latian yaitu: melakukan pernapasan dengan mengambil napas melaui hidung, lalu napas ditahan selama 15 detik dengan pernapasan perut. Kemudian keluarkan perlahan-lahan melaui mulut. Hal ini dilakukan lima kali berturt-turut.

 

  1. Langkah Ketiga

Menutar engsel bahu kedepan dan kearah belakang. Kemudian menganggukkan kepala ke bawah sampai dagu hampir menyentuh dada, lalu mendongakkan kepala ke atas belakang. Lalu menoleh ke kiri dan ke kanan. Melakukan gerakan ini harus dilakukan secara perlahan.tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan memutar leher, karena bisa terjadi cidera pada otot leher. Peregangan dilakukan dengan memutar pingang ke arah kanan kemudian ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula. Peregangan uini juga dapat dilakukan dengan otot-otot bagian tubuh lainnya. Semua gerakan ini dilakukan masing-masing lima kali.

 

  1. Langkah Keempat: Tawa Bersemangat

Dalam tawa ini tutor memberikan aba-aba untuk memulai tawa, 1, 2, 3…. semua anggota klub tertawa serempak, diarapkan jangan ada yang tertawa lebih dulu atau belakangan, harus kompak seperti nyayian koor. Dalam tawa ini tangan diangkat ke atas beberapa saat lalu diturunkan dan diangkat kembali, sedangkan kepala agak mengdongak ke belakang. Melakukan tawa ini harus bersemangat. Jika tawa bersemangat mau berakhir maka sang tutor mengeluarkan kata, ho ho ho….. ha ha ha….. beberapa kali sambil bertepuk tangan.

 

  1. Setiap selesai melakukan satu tahap dianjurkan menarik napas secara pelan dan dalam.

 

  1. Langkah Kelima: Tawa Sapaan

Tutor memberikan aba-aba agar peserta tawa tertawa dengan suara suara sedang sambil medekat dan bertegur sapa satu sama lainnya. Dalam melakukan sesi ini mata peserta memberikan diharapkan saling memandang satu dengan lainnya. Peserta dianjurkan menyapa sambil tertawa pelan, cara menyapa ini sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Misalnya orang India dengan cara mengatupkan kedua tangan, orang Barat saling berjabat tangan, orang Timur Tengah berpelukan dan ciuman pipi, serta orang Jepang saling menundukkan badan dan tetap menjaga kontak mata. Setelah itu peserta menarik napas secara pelan dan dalam.

 

  1. Langkah Keenam: Tawa Penghargaan

Peserta membuat lingkaran kecil dengan menghuungkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari. Kemudian tangan digerakkan ke depan dan ke belakang sekaligus memandang anggota lainnya dengan melayangkan tawa yang manis sehingga kita kelihatan memberikan penghargaan kepada yang kita tuju. Kemudian bersama-sama tutor mengucapkan, ho ho ho… ha ha ha … sekaligus bertepuk tangan. Setelah melakukan tawa ini kembali menarik napas secara pelan dan dalam agar kemabali tenang.

 

  1. Langkah Ketujuh: Tawa Satu Meter

Tangan kiri dijulurkan ke samping tegak lurus dengan badan, sementara tangan kanan melakukan gerakan seperti melepaskan anak panah, lalu tangan di tarik kebelakang seperti menarik anak panah dan dilakukan dalam tiga gerakan pendek, seraya mengucapkan ae…… ae…….aeee…. lalu tertawa lepas seraya merentangkan kedua tangan dan kepala agak mendongak serta tertawa dari perut. Gerakan seperti ini dilakukan ke arah kiri lalu ke arah kanan, hal serupa diulangi antara 2 hingga 4 kali. Setelah selesai kembali menarik napas secara pelan dan dalam.

 

  1. Langkah Kedelapan: Tawa Milk Shake.

Anggota klub seolah-olah memegang dua gelas berisi susu, yang satu di tangan kiri dan satu di tangan kanan. Saat tutor memebrikan instruksi lalu susu dituang dari gelas yang satu ke gelas yang satunya sambil mengucapkan Aeee…. dan kembali dituang ke gelas yang awal sambil mengucapkan aeeee….. Setelah selesai melakukan gerakan itu, para anggota klub tertawa sambil melakukan gerakan seperti minum susu. Al serupa dilakukan sebanyak emapt kali, lalu bertepuk tangan seraya mengucapkan, ho ho ho ….. ha ha ha …… kembali lakukan tarik nafas pelan dan dalam.

 

  1. Langkah Kesembilan:  Tawa Hening tanpa Suara

Harus dilakukan hati-hati, sebab tawa iti tidak bisa dilakukan dengan tenaga berlebihan, dapat berbahaya jika beban di dalam perut mendapat tekanan secara berlebihan. Dalam melakukan gerakan ini perasaan lebih banyak berperan dari pada penggunaan tenaga berlebihan. Pada tawa ini mulut di buka selebar-lebarnya seolah-olah tertawa lepas tetapi tanpa suara, sekaligus saling meandang satu sama lainnya dan membuat berbagai gerakan dengan telapak tangan serta menggerak-gerakkan kepala dengan mimik-mimik lucu. Dalam melakukan tawa hening ini otot-otot perut bergerak cepat sepeti melakukan gerak tawa lepas. Kemudian kembali menarik napas pelan dan dalam.

 

  1. Langkah Kesepuluh: Tawa Bersenandung dengan Bibir Tertutup

Ini adalah gerakan tawa yang harus hati-hati dilakukan sebab tertawa tanpa suara, sekaligus mengatupkan mulut yang dipaksakan akan berdampak buruk karena menambah tekanan yang tidak baik dalam ronga perut. Dalam pelaksanaan gerak ini peserta dianjurkan bersenandung hmmmmmm…… dengan mulut tetap tertutup, sehingga akan terasa bergema di dalam kepala. Dalam melakukan senandung ini diharapkan semua pesert saling berpandangan dan saling membuat gerakan-gerakan yang lucu sehingga memacu para peserta lain semakin tertawa. Kemudian kembali menarik napas dalam dan pelan.

 

  1. Langkah Kesebelas: Tawa Ayunan

Merupakan tawa yang banyak digemari para klub tawa karena tawa ini seakan-akan bermain-main dan kompak. Pesert klub harus mendengar aba-aba tutor, dan peserta dalam gerakan ini lebih baik berbentuk lingkaran. Peseta disuruh mundur dua meter sambil tertawa, untuk memperbesar lingkarab dan kemabli maju sekaligus mengeluarkan ucapan, Ae ae aeeeeeeee……. dan seluruhnya mengangkat tangan dan serempak tertawa lepas dan pada saat yang sama semua bertemu di tengah-tengah dan melambaikan tangan masing-masing. Tahap berikutnya mereka kembali pada posisi semula, dan melanjutkan gerakan maju ke tengah dan mengeluarkan ucapan, Aee….. Oooo…. Ee-Uu…… dan sekaligus tertawa lepas dan serupa dilakukan bisa sampai emapat kali. Setelah selesai kembali menarik napas dalam dan pelan.

 

  1. Langkah Keduabelas: Tawa Singa

Ini merupakan tawa yang sangat bermanfaat buat otot-otot wajah, lidah, dan memperkuat kerongkongan serta memperbaiki saluran dan kalenjer tiroid sekaligus menjadikan peserta klub menghilangkan rasa malu dan takut. Dalam gerakan ini mulut dibuka lebar-lebar dan lidah dijulurkan ke luar semaksimal mungkin, mata dibuka lebar seperti melotot, dan tangan diangkat ke depan di mana jari-jari di baut seperti akan mencakar, seolah-olah seperti singa mau mencakar mangsanya. Pada saat itula peserta tertawa dari perut. Setelah selesai lakukan kemabali gerakan menarik napas secara dalam dan pelan.

 

  1. Langkah Ketigabelas: Tawa Ponsel

Peserta dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan dan masing-masing seolah-olah memegang hand phone. Dengan aba-aba tutor mereka disuru saling menyeberang sambil memegang handphone, pada saat itulah perserta tertawa sambil saling berpandangan dan setelah itu kembali lagi ke posisi semula. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan.

 

  1. Langkah Keempatbelas: Tawa Bantahan

Anggota kelompok dibagi dalam dua bagian yang bersaing dengan dibatasi jarak. Biasanya mereka dibagi dengan kelompok pria dan wanita. Dalam kelompok itu mereka saling berpandangan sekaligus tertawa dan saling menuding dengan jari telunjuk kepada kelompok yang dihadapannya. Gerakan ini sangat menarik para peserta karena mereka akan bisa tertawa lepas. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan agar kembali segar dan tenang.

 

  1. Langkah Kelimabelas: Tawa Memaafkan

Perserta klub memegang cuping telinga masing-masing sekaligus menyilangkan lengan dan berlutut diikuti dengan tawa. Tawa memaafkan ini mengajarkan kepada kita jika kita ada perselisihan terhadap orang lain maka diajarkan saling memaafkan. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan.

 

  1. Langkah Keenambelas: Tawa Bertahap

Di sini tutor menginstruksikan agar semua anggota klub mendekatinya. Dalam sesi ini tutor mengajak anggotanya untuk tersenyum kemudian bertahap menjadi tertawa ringan, berlanjut menjadi tawa sedang dan terakhir menjadi tertawa lepas penuh semngat. Dalam melakukan tawa ini sesama anggota saling berpandangan dari anggota yang lain ke anggota yang lainnya juga. Tawa ini dilakukan selama satu menit. Setelah selesai tarik napas dalam pelan. Setelah selesai akan terasa sekali bahwa badan kita akan segar.

 

  1. Langkah Ketujuhbelas: Tawa dari Hati ke Hati

Tawa ini merupakan sesi terakhir dari tahapan terapi. Semua peserta terapi saling berpegangan tangan sambil berdekatan sekaligus bersama-sama tertawa dengan saling bertatapan dengan perasaan lega. Peserta juga bisa saling bersalaman atau berpelukan sehingga terjalin rasa keakraban yang mendalam.

 

  1. Setelah selesai melakukan senam tawa setiap klub mempunyai cara masing-masing dalam mengakhiri latihan terapi tawa. Ada yang melakukan tertawa secara spontan dan lamanya 5 menit, sehingga tubu lebih rileks dan segar.

 

  1. Bahkan bila ada anggota klub yang kurang kompak waktu melakukan terapi tawa dari sesi ke sesi berikutnya, sebaiknya diulang, jika sudah kompak dilanjutkan pada tahap berikutnya sampai selesai. Tetapi jika belum padu harus diulang sampai anggota klub tersebut bisa tertawa kompak, dengan demikian semua anggota klub mendapatkan manfaatnya.

 

Pedoman Dasar untuk Sebuah Sesi Tawa

            Berikut ini sejumlah pedoman umum yang dilakukan jika ingin melakukan sesi Tawa:

  1. Semua peserta akan mulai tertawa pada saat bersamaan, ketika koordinator memberikan aba-aba 1, 2, 3 ….. mulai
  2. Peserta sebaiknya jangan berdiri berjauhan; untuk tertawa tanpa lelucon, kontak mata merupakan kunci. Dalam setiap tipe tawa, orang harus terus menjaga kontak mata dengan lebih dari satu orang peserta lain
  3. Jangan terlalu banyak menggunakan tenaga saat tertawa, yang penting adalah merasakan dan menikmati prosesnya.

 

Penelitian Tentang Efek Humor

           

            Sampai saat ini anggapan terapi tawa dapat menyembuhkan suatu penyakit masih banyak dipertanyakan berbagai pihak. Demikian juga berbagai pakar sedang melakukan penelitian atas kebenaran terapi humor atau tawa tersebut. Untuk mengetahui apakah terapi tersebut benar atau tidak bisa dilihat dari pengalaman orang-orang yang menderita penyakit dan dapat sembuh setelah melakukan terapi.

            Dalam buku An Anatomy of Illness yang ditulis seorang redaktur Saturuday Review, Norman Cousin asal Amerika Serikat, sang penulis menyajikan pengalaman tentang terapi tawa. Saat itu, Norman Cousin mendrita suatu penyakit yang belum diketahui secara medis jenis penyakitnya. Dia merasakan kesakitan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata jika menggerakkan anggota tubuhnya walaupun hanya sedikit.

            Secara tak sengaja Norman Cousin teringat sebuah kalimat yang pernah dibacanya”hati yang puas, obat yang sangat ampuh”. Kalimat ini merupakan tulisan seorang raja yang hidup 2.000 tahun yang lalu. Norman yang tidak mengira ada harapan lagi usianya bisa panjang, meminta izin kepada dokternya untuk: berhenti mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, melakukan banyak tawa, dan mengkonsumsi vitamin.

            Untuk merangsang agar banyak tertawa, ia sering menonton flim komedi. Hal itu dilakukan mulai hari pertama hingga hari ketujuh. Selama tujuh hari tersebut Norman selalu tertawa terbahak-bahak pada saat menoton flim komedi tersebut. Pada hari yang kedelapan, Norman telah mampu menggerakkan jempolnya tanpa rasa sakit sedikit pun. Dalam terapi berikutnya, dengan terapi 10 menit Norman telah bisa tidur nyenyak selama dua jam. Sejak melakukan terapi tersebut penyakit Norman berangsur-angsur sembuh, sampai akhirnya dinyatakan sembuh dari penyakit yang dideritanya. Melihat hal tersebut semua dokter menjadi heran dan kaget. Bukan hanya itu, Dunia Kedokteran dibuat geger setelah mendengar peristiwa yang dilami Norman.

            Sejak peristiwa yang dialami Norman, maka beberapa ahli kedokteran melakukan penelitian dan menyampaikan beberapa temuannya:

  1. Dr. Lee Berk, yang merupakan seorang imonolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat, berpendapat bahwa tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit. Kedua hormon tersebut adalah: Kortisol dan Efinefrin.
  2. Dr. Rosemary Cogan dari Texas Tech University, berpendapat bahwa melalui tawa maka rasa nyeri dan sakit akan berkurang, bahkan akan meningkatkan kekebalan tubuh.
  3. Dr. William Foy dari University Stanford, berpendapat bahwa dengan tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Dalam risetnya ia menemukan bahwa dengan tertawa terbahak-bahak akan menggerakkan otot perut, otot dada, otot bahu, dan pernapasan.

Dengan demikian maka tubuh seolah-olah baru selesai olah raga joging, setelah itu seluruh tubuh akan menjadi rileks, segar dan tenang

Tertawa juga akan melatih diaframa torak, jantung, paru-paru, perut, membantu mengusir zat-zat yang tida bermanfaat, sakit kepala, sakit pinggang, dan penderita depresi.

  1. Dr. Wlliam Frey yang merupakan seorang pakar biokimia yang sekaligus direktur Dry Eyes and Tears Research Center di Mineapolis, Amerika Serikat mengatakan bahwa tertawa akan bermanfaat bagi tubuh, dimana bagian tubuh akan ikut bergerak, serta mengaktifkan sistem endokrin sehingga memicu penyembuhan suatu penyakit. Bukan hanya itu, menurutnya dengan tertawa akan merangsang otak untuk memproduksi hormon tertentu yang akhirnya akan memicu pelepasan endorphin yaitu suatu zat yang merupakan pembunuh rasa sakit yang dapat diproduksi tubuh. Dr. William Frey yang merupakan ahli jantung mengatakan bahwa tertawa identik dengan olahraga aerobik. Tertawa satu menit saja akan memberi relaksasi tubuh sebanyak empatpuluh menit.
  2. Seorang peneliti yang menangani proses penuaan dari Connecticut Amerika Serikat, Prof. Dr. Lucille Nameow, mengatakan bahwa fakta yang ditemukan dari tertawa bisa memebantu mereka yang sudah tua renta tetap awet tua, dan mereka yang masih muda akan tetap muda, serta menurutnya dengan tertawa menjadikan hubungan antarzanggota keluarga semakin erat.
  3. Dr. M. Miller yang merupakan Direktur Center for Preventive Cardiology Maryland Medical Center Baltimore telah membuktikan bahwa terapi humor bisa mencegah serangan jantung. Menurut Dr. M. Miller, dari hasil penelitiannya ditemukan adanya hubungan antara tertawa dengan serangan jantung, di mana salah satu penyebab serangan jantung adalah akibat stres yang memicu kerusakan endothelium pembulu arteri jantung serta mendorong terciptanya kolesterol dalam pembuluh darah.

Dengan melakukan terapi tawa yang terprogram, akan tercipta atau akan menciptakan zat kimia nitrioksida yang berfungsi memperlancar peredaran darah. Saat orang stres keluarla hormon adrenalin yang mengakibatkan jantung berdebar keras. Pada saat tertawa itulah tubuh melepaskan hormon adrenalin dan secara otomatispula terciptala efek antiadrenalin sehingga ketegangan mereda dan bahkan tekanan darah ikut menurun.

  1. Sekelompok peneliti dari Vanderbilt University di Nashville, Tennesse, melakukan penelitian tentang terapi ini. Kesimpulannya bahwa terapi yang dilakukan secara baik selama 10 sampai 15 menit bisa membakar 50 kalori. Dengan demikian jika kita ikut terapi tawa setiap hari maka kalori yang bisa kita bakar mencapai dua kilofram dalam setahun.
  2. Di Jepang Dr. Hajime Kimata dari Unitika Central Hospital membuktikan bahwa tertawa bisa menjadi obat bagi pasien yang menderita dermatitis atopik atau suatu penyakit peradangan terhadap kulit akibat alergi dengan hanya menonton flim komedi klasik yang dibintangi oleh Charlie Chaplin.
  3. Di Malaysia, sekitar 30 orang mahasiswa di Universitas Malaya ikut bagian dalam penelitian terapi tawa. Ke 30 orang mahasiswa tersebut mengakui dengan melakukan terapi tawa dan pernapasan selama sembilan ari berturut-tuurut, maka manfaatnya sangat banyak. Otak dibuat lebih fokus menerima mata kuliah,  membuat tubuh lebih segar dan rileks, tidur enak, nafsu makan bertamba serta lebih sehat.
Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *