Sunday, 10 May 2026
above article banner area

membuat sistem gateway

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, pulau-pulaunya

dibatasi oleh perairan-perairan. Kekayaan hayati di negara Indonesia

menghasilkan potensi yang sangat besar untuk diproduksi di berbagai

negara di dunia. Akan tetapi pengelolaan hasil laut di negeri ini kurang

bersaing dengan negara-negara maju Banyak kendala yang dihadapi

kapal-kapal penangkap ikan untuk mengexplorasi hasil kekayaan laut

yaitu sedikit saja yang memaksimalkan teknologi sistem navigasi untuk

bisa mendapatkan potensi hasil laut yang akan dicapai secara maksimal.

Terlebih pengembangan explorasi laut di Indonesia akan sulit jika tidak

ada penanganan secara teknologi yang berkaitan pengiriman informasi

jarak jauh. Sistem informasi manajemen kapal sebenarnya sudah

ada,VMS, yang penggunaannya diatur oleh undang-undang. Akan tetapi

VMS hanya wajib dilakukan untuk kapal dengan ukuran 100 GT ke

atas 1 yang berfungsi untuk memantau kapal-kapal besar agar tidak

melakukan eksplorasi laut dengan cara yang ilegal. Tetapi melihat dari

fungsi pengiriman informasi dari fasilitas VMS yang sangat vital

seharusnya juga diterapkan pada kapal kecil untuk kepentingan rakyat.

Namun terjadi kontradiksi dengan hal itu, nelayan Indonesia pasti tidak

mampu jika investasi VMS yang mahal diterapkan pada kapal

penangkap ikan.

Oleh karena itu dirancang sistem pengiriman informasi dari

stasiun bergerak menuju stasiun tetap melalui jaringan radio paket

dengan investasi yang efisien. Dengan menggunakan sistem ini, posisi

kapal, pesan yang dibawa dari kapal, bahkan telemetri data dapat

dikirim secara periodik atau jika diminta untuk mengetahui kapan,

dimana maupun keadaan laut pada saat itu. Sehingga seluruh aktivitas,

potensi ikan yang akan diperoleh dapat dipantau dari jarak jauh.

Skenario komunikasi radio paket yang dipilih adalah dengan frekuensi

pembawa HF.

Jaringan komunikasi data yang akan dirancang dalam sistem

gateway berdasarkan standar protokol AX 25 yang mana dapat

 

 

1

 

 

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor : per.17/men/2006 tentang usaha


perikanan tangkap, pasal 78

 

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

mengolah data paket radio yang berasal dari stasiun bergerak yang berisi

posisi (dari GPS) dan informasi (dari Fleet Management terminal)

dengan harapan yang bisa dikontrol dan diakses pada server home

station. Sehingga melalui server, client yang ada pada wilayah yang

jauh, secara cepat dan tepat tahu kondisi dan jika diperlukan posisi dan

beberapa informasi lain mengenai alat transportasi perhubungan antar

pulau tersebut.

Sistem gateway menangani data digital yang menyatakan data

posisi GPS dan informasi seperti kecepatan angin, kadar garam dan lain-

lain yang sudah dikemas menjadi sebuah paket radio HF dari modem

paket radio HF melalui interface computer RS232. Harapannya segala

bentuk informasi yang ada akan diproses dan diterjemahkan pada

database server kemudian dipublikasikan ke server base station lainnya

Aplikasi frekuensi HF yang ditransmisikan pada range frekuensi

3 MHz sampai 30 MHz banyak digunakan sebagai komunikasi jarak

jauh. Memang diakui jika frekuensi HF kehandalannya tidak terlalu baik

dan bandwithnya yang terbatas akan tetapi memiliki kelebihan yang

paling penting adalah gelombang radio HF yang dikirimkan pemancar

akan dipantulkan atau dibelokkan ketika mengenai ionosfer. Ketika

dipantulkan, gelombang HF akan kembali pada jarak tertentu dan sering

juga dipantulkan dari angkasa sehingga jarak penerimaannya jauh.

Kanal frekuensi HF dapat digunakan juga sebagai frekuensi

pembawa pengiriman data paket radio. Paket-paket radio tersebut dapat

membawa kemasan paket berupa posisi (dari GPS) kapal maupun

keadaan laut (dari Fleet Management terminal yang dilengkapi dengan

sensor-sensor) yang dapat dikirimkan secara wireless dari kapal menuju

server utama yang ada di darat. Namun data-data yang diperoleh tidak

secara langsung memiliki panjang data yang konstan. Panjang data yang

diambil dari sistem gateway tergantung permintaan dan dikirim secara

periodik. Harapan pembuatan sistem ini supaya dengan menumpangkan

protokol TCP/IP pada protokol AX 25, data tersebut dapat dipublikasi

secara online agar pengguna (pemilik kapal) yang online di internet

maupun client yang lain yang sudah terdaftar dapat mengetahui

keberadaan kapal atau keadaan laut saat itu.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TEORI PENUNJANG

 

VmeS merupakan akronim dari Vessel Messaging Services.

Definisinya adalah sebuah sistem pengiriman data informasi dan posisi

yang dikirim dari terminal elektronik bergerak, Fleet Management

terminal, di kapal penangkap ikan atau armada bergerak yang dapat

diambil data informasinya sebagai stasiun bergerak yang membawa

data-data mengenai posisi, pembacaan sensor dan pesan yang

ditransmisikan pada kanal frekuensi HF/VHF menuju server yang

berada di stasiun tetap. Bab ini akan dibahas satu persatu konsep-konsep

yang berkaitan dengan sistem VmeS yaitu :

 

2.1 Sistem Fleet Management

Fleet Management adalah sebuah istilah untuk manajemen

berbagai aspek yang berhubungan dengan armada yang bergerak. Sistem

Fleet Management yang bertindak sebagai subjek pada sistem VmeS

akan secara otomatis bekerja dengan cara mengumpulkan dan merekam

semua data yang diperlukan dari armada, kemudian mengirimkannya

pada control center ketika diinginkan. Pada control center semua data

direkam atau dimonitor, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan

tindakan oleh manajer.

 

2.1.1 Aplikasi Sistem Fleet Management

Perangkat keras Fleet Management sangat umum dan dapat

diaplikasikan di berbagai macam armada. Di luar negeri, perusahaan

penyedia layanan jasa Fleet Management juga sudah banyak tersedia.

Diantaranya TransCore’s 3 sixty Fleet Management dari perusahaan

Amerika GlobalWave. Konsumen produk ini adalah armada kendaraan

berat dan truk kontainer. GlobalWave bekerja sama dengan pemerintah

Amerika untuk mengefektifkan sistem pelaporan pajak dari muatan

kontainer.

Di Indonesia sendiri, belum nampak adanya instansi atau

perusahaan yang memanfaatkan sistem Fleet Management untuk

mengatur armada bergerak. Padahal pemanfaatan sistem Fleet

Management sangat membantu memaksimalkan kinerja armada. Fleet

Management bisa di aplikasikan di berbagai bidang, salah satunya

bidang maritim.

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia adalah negara kepulauan yang lautnya memiliki banyak

potensi. Para nelayan memanfaatkan potensi ini sebagai mata

pencaharian dengan jalan mencari ikan. Akan tetapi, eksplorasi

kekayaan laut oleh para nelayan ini kurang maksimal. Apalagi oleh

nelayan kecil yang merupakan mayoritas. Terlebih banyaknya perahu

asing yang masuk wilayah perairan Indonesia tanpa terpantau semakin

mempersulit keadaan nelayan.

Di bidang maritim sebenarnya sudah ada fasilitas VMS yang

penggunaannya diatur oleh undang-undang. Pemasangan VMS wajib

dilakukan untuk kapal dengan ukuran 100 GT ke atas 2. Fungsi

pemasangan VMS lebih untuk memantau kapal-kapal besar agar tidak

melakukan eksplorasi laut dengan cara yang ilegal. VMS bekerja

melalui media komunikasi satelit sehingga kapal dengan perangkat

VMS tidak pernah kehilangan informasi dimanapun berada. VMS

menyediakan fitur informasi persebaran ikan di laut yang sangat berguna

memaksimalkan hasil tangkapan. Namun sayangnya, harga perangkat

dan biaya operasional VMS terlalu mahal untuk nelayan kecil sehingga

sangat kecil kemungkinannya VMS bisa diaplikasikan untuk perahu-

perahu kecil. Seringkali terdengar berita tertangkapnya nelayan

Indonesia yang masuk ke wilayah perairan negara asing. Hal ini bisa

dicegah bila posisi nelayan-nelayan tersebut dapat dipantau setiap saat

sehingga bila ada perahu yang hendak masuk ke daerah perairan asing

bisa diberi peringatan dini.

Perangkat keras sistem Fleet Management yang murah dapat

menjadi solusi bagi nelayan-nelayan kecil ini. Dengan perangkat ini,

posisi nelayan dapat terus dipantau. Fitur message akan memberi

informasi yang berguna setiap saat. Sinyal komunikasi seluler tidak

dapat mencapai tengah laut yang jauh dari BTS, tetapi nelayan tetap

dapat berhubungan dengan dunia luar ketika berada di tengah laut. Hal

ini karena dalam pengembangannya server sistem Fleet Management

dapat bekerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi seluler

untuk melakukan integrasi.

Keuntungan yang lain, persebaran nelayan dapat diatur di daerah

yang banyak ikannya. Peta persebaran ikan bisa didapatkan dari satelit

maupun informasi dari perahu lain. Input analog dari perangkat keras

dapat dihubungkan ke berbagai sensor, termasuk sensor-sensor yang

 

 

2

 

 

 

 

8

 

 

 

Ibid


 

 

 

 

 

 

 

dalam penelitian lanjutan dapat dicari hubungannya dengan banyaknya

ikan di lokasi tertentu.

Aplikasi sistem Fleet Management yang lain bisa untuk

kendaraan umum, kendaraan berat, kendaraan milik pemerintah dan

lain-lain. Apabila sistem Fleet Management ini benar-benar akan

diterapkan, maka diperlukan penelitian lanjutan serta dukungan fasilitas

dan kebijakan peraturan dari pemerintah karena bidang yang berkaitan

dengan penerapan sistem ini sangat luas.

 

2.1.2 Implementasi Sistem Fleet Management

Ada beberapa alternatif media transmisi data antara stasiun tetap

dan stasiun bergerak. Alternatif itu antara lain bisa memanfaatkan satelit

domestik maupun dengan menggunakan gelombang radio.

Implementasi sistem Fleet Management dengan memanfaatkan

satelit sebagai media komunikasi memerlukan modul komponen yang

labih canggih. Harga total untuk membangun sistem jenis ini akan

menjadi tinggi. Disamping itu, penyedia layanan jasa Fleet Management

harus membayar biaya sewa satelit yang tidak murah untuk suatu

bandwidth tertentu. Tentu akhirnya biaya ini dibebankan ke pengguna

layanan sehingga biaya operasional akan menjadi mahal. Akan tetapi,

karena menggunakan satelit, perangkat keras tidak akan kehilangan

sinyal dan armada yang mengimplementasi dapat tetap terpantau

dimanapun berada. Hal ini dikarenakan jangkauan satelit yang sangat

luas mencakup sebagian wilayah bumi tertentu.

Pemanfaatan gelombang radio sebagai media komunikasi adalah

alternatif yang lebih murah. Radio pada panjang gelombang tertentu

telah dikenal sebagai alat komunikasi. Informasi atau data yang

diperlukan dalam sistem Fleet Management dapat dimodulasikan ke

gelombang radio tersebut dan kembali didemodulasi oleh stasiun tetap.

Integrasi semua bagian-bagian yang mencakup dalam sistem fleet

management akan diatur diatas sistem VmeS. Termasuk dalam

pemilihan gelombang radio. Pemilihan gelombang radio yang akan

digunakan masih memerlukan penelitian lebih dalam. Pemilihan ini

menyangkut efektifitas transmisi dan perancangan protokol modem

untuk memodulasi carrier dengan informasi. Hal-hal yang berkaitan

dengan teknik modulasi dan lain-lain akan dibahas lebih lanjut pada sub

bab konsep propagasi kanal HF dalam komunikasi radio paket.

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2 Prinsip komunikasi data

Komunikasi data pada prinsipnya mirip dengan percakapan

manusia. Manusia dengan komputer keduanya mengadakan komunikasi

formal untuk pertukaran data yang kompleks, dan dalam proses-proses

informal untuk tujuan-tujuan khusus. Keduanya mengikuti aturan-aturan

yang memungkinkan para pelaku untuk bertukar informasi dengan cara

yang teratur dan bebas kesalahan. Protokol-protokol dipatuhi untuk

membentuk dan mengakhiri komunikasi, sedemikian hingga tidak ada

pihak yang tertinggal dalam keadaaan yang tidak diinginkan.

Karakteristik yang perlu diperhatikan tentang proses komunikasi

adalah bahwa komunikasi yang bebas kesalahan dapat dicapai hanya

dengan mengikuti protokol komunikasi. Ketidakmampuan dari kedua

atau salah satu pihak untuk berkomunikasi secara langsung akan

menyulitkan komunikasi. Contohnya jika sebuah surat dikirimkan yang

perlu dilakukan adalah memasukkan surat ke dalam amplop,

memberikan alamat pada amplop tersebut. Sedangkan proses

pengiriman tidak perlu diperhatikan karena merupakan tanggung jawab

orang lain.

 

2.3 Model Arsitektur TCP/IP3

Protokol TCP/IP terbentuk dari 2 komponen yaitu Transmission

Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP).

 

2.3.1 Internetworking

Tujuan dari TCP/IP adalah untuk membangun suatu koneksi antar

jaringan (network), dimana biasa disebut internetwork, atau intenet,

yang menyediakan pelayanan komunikasi antar jaringan yang memiliki

bentuk fisik yang beragam. Tujuan yang jelas adalah menghubungkan

empunya (hosts) pada jaringan yang berbeda, atau mungkin terpisahkan

secara geografis pada area yang luas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sukaridhoto,Sritusta. 2005, Buku Jaringan Komputer, PENS-ITS, Surabaya hal 1

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1 Contoh Internet – Dimana keduanya terlihat dalam sama sebagai 1 logikal

jaringan

 

Internet dapat digolongkan menjadi beberapa group jaringan,

antara lain:

  • · Backbone adalah jaringan besar yang menghubungkan antar

jaringan lainnya. Contoh : NSFNET yang merupakan jaringan

backbone dunia di Amerika, EBONE yang merupakan jaringan

 

 

  • ·
  • ·

 

  • ·

 

backbone di Eropa, dan lainnya.

Jaringan regional, contoh: jaringan antar kampus.

Jaringan yang bersifat komersial dimana menyediakan koneksi

menuju backbone kepada pelanggannya.

Jaringan lokal, contoh: jaringan dalam sebuah kampus.

 

Aspek lain yang penting dari TCP/IP adalah membentuk suatu

standarisasi dalam komunikasi. Tiap-tiap bentuk fisik suatu jaringan

memiliki teknologi yang berbeda-beda, sehingga diperlukan

pemrograman atau fungsi khusus untuk digunakan dalam komunikasi.

TCP/IP memberikan fasilitas khusus yang bekerja diatas pemrograman

atau fungsi khusus tersebut dari masing-masing fisik jaringan. Sehingga

bentuk arsitektur dari fisik jaringan akan tersamarkan dari pengguna dan

pembuat aplikasi jaringan. Dengan TCP/IP, pengguna tidak perlu lagi

memikirkan bentuk fisik jaringan untuk melakukan sebuah komunikasi.

 

2.3.2 Lapisan (layer) pada Protokol TCP/IP

Seperti pada perangkat lunak, TCP/IP dibentuk dalam beberapa

lapisan (layer). Dengan dibentuk dalam layer, akan mempermudah

untuk pengembangan dan pengimplementasian. Antar layer dapat

 

 

11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

berkomunikasi ke atas maupun ke bawah dengan suatu penghubung

interface. Tiap-tiap layer memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda

dan saling mendukung layer diatasnya. Pada protokol TCP/IP dibagi

menjadi 4 layer, tampak pada Gambar 1.2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.2 Protokol TCP/IP

 

A. Layer aplikasi (Aplications)

Layer aplikasi digunakan pada program untuk berkomunikasi

menggunakan TCP/IP. Contoh aplikasi antara lain Telnet dan File

Transfer Protocol (FTP). Interface yang digunakan untuk saling

berkomunikasi adalah nomer port dan socket.

 

B. Layer transport

Layer transport memberikan fungsi pengiriman data secara end-

to-end ke sisi remote. Aplikasi yang beragam dapat melakukan

komunikasi secara serentak (simulaneously).

Protokol pada layer transport yang paling sering digunakan

adalah Transmission Control Protocol (TCP), dimana memberikan

fungsi pengiriman data secara connection oriented, pencegahan

duplikasi data, congestion control dan flow control. Protokol lainnya

adalah User Datagram Protocol (UDP), dimana memberikan fungsi

pengiriman connectionless, jalur yang tidak reliabel. UDP banyak

digunakan pada aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi dan dapat

metoleransi terhadap kerusakan data.

 

C. Layer internetwork

Layer internetwork biasa disebut juga layer internet atau layer

network, dimana memberikan “vitual network” pada internet. Internet

 

 

12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Protocol (IP) adalah protokol yang paling penting. IP memberikan

fungsi routing pada jaringan dalam pengiriman data. Protokol lainnya

antara lain : IP,ICMP, IGMP, ARP, RARP

 

D. Layer network interface

Layer network interface disebut juga layer link atau layer

datalink, yang merupakan perangkat keras pada jaringan. Contoh:

IEEE802.2, X.25, ATM, FDDI, dan SNA.

 

2.3.3 Aplikasi TCP/IP

Level tertinggi pada layer TCP/IP adalah aplikasi. Dimana layer

ini melakukan komunikasi sehingga dapat berinteraksi dengan

pengguna.

Karakteristik dari protokol aplikasi antara lain:

  • · Merupakan program aplikasi yang dibuat oleh pengguna,

atau aplikasi yang merupakan standar dari produk TCP/IP.

Contoh aplikasi yang merupakan produk dari TCP/IP antara

 

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·
  • ·

 

lain :

TELNET, terminal interaktif untuk mengakses suatu remote

pada internet.

FTP (File Transfer Protocol), transfer file berkecepatan

tinggi antar disk.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), sistem bersurat di

internet

Menggunakan mekanisme TCP atau UDP.

Menggunakan model interaksi client/server.

 

 

2.3.4 Bridge, Router dan Gateway

Ada beberapa cara untuk memberikan koneksi ke jaringan. Pada

internetworking dapat dilakukan dengan router. Pada bagian ini akan

dibedakan antara bridge, router dan gateway dalam mengakses jaringan.

  • · Bridge

Menghubungkan jaringan pada layer network interface dan

meneruskan frame. Bridge juga berfungsi sebagai MAC relay.

Bridge juga transparant terhadap IP, artinya apabila suatu host

mengirim IP datagram ke host yang lain, IP tidak akan di awasi

oleh bridge dan langsung cross ke host yang dituju.

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

 

 

 

  • · Router

Menghubungkan jaringa pada layer internetwork dan

mengarahkan jalur paket data. Router mampu memilih jalur

yang terbaik untuk pengiriman data, karena memiliki routing.

Dikarenakan router tidak transparant terhadap IP, maka router

akan meneruskan paket berdasarkan alamat IP dari data.

  • · Gateway

Menghubungkan jaringan pada layer diatas router dan bridge.

Gateway mendukung pemetaan alamat dari jaringan yang satu

ke jaringan yang lain. Gateway merupakan pintu keluar suatu

host menuju ke jaringan diluar.

 

2.4 Model Referensi OSI4

OSI adalah referensi komunikasi dari Open System Interconnection.

OSI model digunakan sebagai titik referensi untuk membahas spesifikasi

protokol.

 

2.4.1. Layer pada OSI

OSI model terdiri dari 7 layer. Dimana bagian atas dari layernya

(layer 7,6,dan 5) difokuskan untuk bentuk pelayanan dari suatu aplikasi.

Sedangkan untuk layer bagian bawahnya (layer 4, 3, 2 dan 1)

berorientasikan tentang aliran data dari ujung satu ke ujung yang

lainnya.

 

Tabel 2.1 Model Referensi OSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibid.

 

 

 

14

Nama layer

Fungsi

Contoh

Aplikasi

(layer 7)

Aplikasi yang saling berkomu-nikasi

antar komputer. Aplikasi layer

mengacu pada pelayanan komunikasi

pada suatu aplikasi.

Telnet, HTTP, FTP,

WWW Browser,

NFS,

SMTP, SNMP

Presentasi

(Layer 6)

Pada layer bertujuan untuk men-

definisikan format data, seperti

ASCII text, binary dan JPEG

JPEG, ASCII, TIFF,

GIF,

MPEG, MIDI

Sesi

(Layer 5)

Sesi layer mendefinisikan bagaimana

memulai, mengontrol dan mengakhiri

suatu percakapan (biasa disebut

session)

RPC, SQL, NFS,

SCP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.4.2. Konsep dan Kegunaan Layer

Banyak kegunaan yang didapat dari pembagian fungsi menjadi

yang lebih kecil atau yang disebut layer. Kegunaan yang pasti adalah

mengurangi kompleksitas, sehingga dapat didefinisikan lebih detil.

Contoh kegunaannya antara lain:

  • · Manusia dapat membahas dan mempelajari tentang protokol

secara detil

  • · Membuat perangkat menjadi bentuk modular, sehingga

pengguna dapat menggunakan hanya modul yang dibutuhkan

  • · Membuat lingkungan yang dapat saling terkoneksi
  • · Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga

memudahkan produksi

 

 

 

 

15

Nama layer

Fungsi

Contoh

Transport

(Layer 4)

Pada layer 4 ini bisa dipilih apakah

menggunakan protokol yang

mendukung error recovery atau tidak.

Melakukan Multiple-xing terhadap

data yang datang, mengurutkan data

yang datang apabila datangnya tidak

beruru-tan.

TCP, UDP, SPX

Network

(Layer 3)

Layer ini mendefinisikan pengiriman

data dari ujung ke ujung. Untuk

melakukan pengiriman pada layer ini

juga melakukan pengalamatan.

Mendefinisikan pengiriman jalur

(routing).

IP, IPX, Appletalk

DDP

Data Link

(layer 2)

Layer ini mengatur pengiriman data

dari interface yang berbeda. Semisal

pengiriman data dari ethernet 802.3

menuju ke High-level Data Link

Control (HDLC), pengiriman data

WAN.

HDLC, Frame Relay,

FDDI, ATM, AX25,

X 25

Physical

(Layer 1)

Layer ini mengatur tentang bentuk

interface yang berbeda-beda dari

sebuah media transmisi. Spesifikasi

yang berbeda misal konektor, pin,

penggunaan pin, arus listrik yang

lewat, encoding, sumber cahaya dll

EIA/TIA-232, V35,

EIA/TIA- 449, V.24,

RJ45, Ethernet,

NRZI,

NRZ, B8ZS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • · Tiap layer dapat diberikan pembuka dan penutup sesuai dengan

layernya

  • · Untuk berkomunikasi dapat dengan segera menggunakan layer

dibawahnya.

2.4.2.1. Layer Aplikasi

Pada layer ini berurusan dengan program komputer yang

digunakan oleh user. Program komputer yang berhubungan hanya

program yang melakukan akses jaringan, tetapi bila yang tidak berarti

tidak berhubungan dengan OSI.

Contohnya adalah  aplikasi word processing, aplikasi ini

digunakan untuk pengolahan text sehingga program ini tidak

berhubungan dengan OSI. Tetapi bila program tersebut ditambahkan

fungsi jaringan misal pengiriman email, maka aplikasi layer baru

berhubungan disini.

Sehingga bila digambar dapat digambar seperti Gambar 2.3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.3 Layer Aplikasi

 

2.4.2.2. Layer Presentasi

Pada layer ini bertugas untuk mengurusi format data yang dapat

dipahami oleh berbagai macam media. Selain itu layer ini juga dapat

mengkonversi format data, sehingga layer berikutnya dapat memafami

format yang diperlukan untuk komunikasi.

Contoh format data yang didukung oleh layer presentasi antara

lain : Text, Data, Graphic, Visual Image, Sound, Video. Bisa

digambarkan seperti pada Gambar 2.4.

 

 

 

 

16

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.4 Format data pada layer presentasi

 

2.4.2.3. Layer Sesi (Session)

Sesi layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan

mengakhiri suatu percakapan (biasa disebut session). Contoh layer

session : NFS, SQL, RPC, ASP, SCP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.5 Mengkoordinasi berbagai aplikasi pada saat berinteraksi antar komputer

 

2.4.2.4. Layer Transport

Pada layer 4 ini bisa dipilih apakah menggunakan protokol yang

mendukung error-recovery atau tidak. Melakukan multiplexing terhadap

 

 

 

17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

data yang datang, mengurutkan data yang datang apabila datangnya

tidak berurutan.

Pada layer ini juga komunikasi dari ujung ke ujung (end-to-end)

diatur dengan beberapa cara, sehingga urusan data banyak dipengaruhi

oleh layer 4 ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.6 Fungsi transport layer

 

Fungsi yang diberikan oleh layer transport :

  • · Melakukan segmentasi pada layer atasnya
  • · Melakukan koneksi end-to-end
  • · Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya
  • · Memastikan reliabilitas data

 

2.4.2.4.1. Melakukan segmentasi pada layer atasnya

Dengan menggunakan OSI model, berbagai macam jenis aplikasi

yang berbeda dapat dikirimkan pada jenis transport yang sama.

Transport yang terkirim berupa segmen per segmen. Sehingga data

dikirim berdasarkan first-come first served.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.7 Segmentasi pada layer transport

 

 

 

18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.4.2.4.2. Melakukan koneksi end-to-end

Konsepnya, sebuah perangkat untuk melakukan komunikasi

dengan perangkat lainnya, perangkat yang dituju harus menerima

koneksi terlebih dahulu sebelum mengirimkan atau menerima data.

Proses yang dilakukan sebelum pengiriman data, seperti pada

Gambar 2.8:

  • · Pengirim (sender) mengirimkan sinyal Synchronize terlebih

 

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·
  • ·

 

dulu ke tujuan

Penerima (receiver) mengirimkan balasan dengan sinyal

Negotiate Connection

Penerima mengirimkan Synchronize ulang, apa benar

pengirim akan mengirimkan data

Pengirim membalas dengan sinyal Acknowledge dimana

artinya sudah siap untuk mengirimkan data

Connection establish

Kemudian segmen dikirim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.8 Proses pembentukan koneksi

 

 

 

 

 

 

19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.4.2.4.3. Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya

Proses pengiriman yang terjadi pada layer transport berupa

segmen, sedangkan pada layer bawahnya berupa paket dan pada layer 2

berupa frame dan dirubah menjadi pengiriman bit pada layer 1. Hal

tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.9 Pengiriman segmen, paket, frame, dan bit

 

2.4.2.4.4. Memastikan reliabilitas data

Pada waktu pengiriman data sedang berjalan, kepadatan jalur bisa

terjadi (congestion). Alasan terjadinya congestion antara lain: komputer

berkecepatan tinggi mengirimkan data lebih cepat dari pada jaringannya,

apabila beberapa komputer mengirimkan data ke tujuan yang sama

secara simultan.

Untuk mengatasi hal tersebut setiap perangkat dilengkapi dengan

yang namanya kontrol aliran (flow control). Dimana apabila ada

pengirim yang mengirimkan data terlalu banyak, maka dari pihak

penerima akan mengirmkan pesan ke pengirim bahwa jangan mengirim

data lagi, karena data yang sebelumnya sedang di proses. Dan apabila

telah selesai diproses, si penerima akan mengirimkan pesan ke pengirim

untuk melanjutkan pengiriman data. Ilustrasi flow control dapat dilihat

pada Gambar 2.10.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.10 Flow Control

 

Dinamakan data yang reliabel artinya paket data datang sesuai

dengan urutan pada saat dikirimkan. Protokol akan gagal apabila terjadi

paket yang hilang, rusak, terjadi duplikasi, atau menerima paket data

dengan urutan yang berbeda. Untuk memastikan data yang terkirim, si

penerima harus mengirimkan acknowledge untuk setiap data yang

diterima pada segmen.

Contoh: Pengirim mengirimkan data dengan format window

segmen sebesar 1, maka penerima akan mengirimkan acknowledge no 2.

Apabila pengirm mengirimkan data dengan format window segmen

sebesar 3, maka penerima akan mengirimkan acknowledge no 4 apabila

penerimaan data benar. Ilustrasi dapat dilihar di Gambar 2.11.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.11 Sistem windowing

 

Teknik konfirmasi data dengan acknowledge bekerja

mengirimkan informasi data mana yang terjadi kesalahan. Contoh pada

Gambar 2.12 apabila data nomer 5 yang rusak maka si penerima akan

memberikan acknowledge ke pengirim no 5, dan si pengirim akan

mengirmkan ulang data segmen no 5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.12 Acknowledge

 

2.4.2.5. Layer Network

Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan

routing. Pengalamatan pada layer network merupakan pengalamatan

secara logical, Contoh penggunaan alamat IP seperti pada Gambar 2.13.

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.13 Pengalamat logic dan fisik

 

Routing digunakan untuk pengarah jalur paket data yang akan

dikirim. Dimana routing ada 2 macam yaitu Routed dan Routing

Protocol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.14 Routing

 

2.4.2.6. Layer Data Link

Fungsi yang diberikan pada layer data link antara lain :

  • · Arbitration, pemilihan media fisik
  • · Addressing, pengalamatan fisik
  • · Error detection, menentukan apakah data telah berhasil

 

 

  • ·

 

terkirim

Identify Data Encapsulation, menentukan pola header pada

 

suatu data

2.4.2.7 Layer Fisik

Pada layer ini yang dibahas adalah perangkat Hardware yang

digunakan untuk komunikasi dalam jaringan. Misal : LAN Card,

Modem, Router, Bridge, Cabel UTP/STP dan lain-lain

 

 

23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5 Jaringan Komputer menggunakan Radio Paket5

Untuk pengiriman informasi ke udara bebas,kita membutuhkan

radio komunikasi.Radio ini bukanlah rado komunikasi biasa yang kita

miliki di rumah namun merupakan gabungan dari radio pemancar dan

radio penerima (tranceiver). Komunikasi radio frekuensi tinggi (HF

frequency) yang umumnya disebut dengan radio gelombang pendek

berrarti komunikasi dimana sinyal gelombang radio dipancarkan dari

satu tempat ke ionosfer, kemudian dipantulkan kembali ke suatu tempat

lain di bumi. Ionosfer terdiri dari lapisan-lapisan gas terionisasi yang

terletak pada ketinggian beberapa ratus kilometer diatas permukaan

bumi. Kata frekuensi tinggi merujuk pada jumlah gelombang radio yang

dipancarkan setiap detik, dan hanya digunakan untuk membedakan

sistem jenis ini dengan sistem yang memakai frekuensi yang lebih

tinggi atau lebih rendah. Meskipun keandalan adalah hal yang penting,

ada keuntungan tertentu yang membuat HF dapat digunakan untuk

komunikasi. Sebagai contoh, HF dapat digunkan untuk komunikasi

degan jarak sangat jauh dan antara titik-titik yang dipisahkan oleh

halangan geografis seperti pegunungan. Juga sistem radio HF umumnya

mudah digunkan, dengan sedikit pelatihan,seseorang sudah dapat

menggunakan sistem ini dengan kualitas tertentu. Sebagai tambahan, HF

berperan sebagai perantara antara yang tidak memiliki akses komunikasi

dengan yang mempunyai teknologi lebih maju.

Berikut merupakan macam-macam radio komunikasi yang bisa

dipakai untuk komunikasi radio paket.

  • · Handheld Tranceiver (HT),merupakan jenis radio komunikasi

yang harganya paling terjangkau. Dengan bentuk yang

kecil,ringan dan dapat dibawa kemana-mana dengan mudah.

Biasanya radio ini bekerja pada dua frekuensi yaitu 144 MHz

dan 430 MHz. HT biasanya memiliki daa pancar 0,5 Watt

sampai dengan 1 Watt. Untuk menjangkau jarak dalam kota

sekitar 5-10 km dapat dilakukan dengan bantuan antena

external. Antena Yagi akan sangat menolong pada jarak yang

 

 

  • ·

 

agak jauh.

VHF Mobile Tranceiver (Rig VHF), merupakan sebutan bagi

radio yang tidak dapat dibawa kemana-mana,namun dapat

ditempatkan di suatu ruangan atau mobil. Rig VHF memiliki

 

 

5

 

 

 

Purnanto, Dedy J., 2003, Rancang Bangun Gateway Radio Paket Melalui Kanal HF,

 

Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri, ITS halaman 24

 

 

24

 

 

 

 

 

 

 

 

frekuensi yang sama dengan HT,tetapi yang membedakannya

adalah daya pancar yang dimilikinya,yaitu berkisar 30 Watt

sampai dengan 100 Watt. Daya pancar sebesar ini membuat

 

 

  • ·

 

jarak jangkauan rig ini bisa mencapai 50 km Line Of Sight.

HF mobile Tranceiver (Rig HF), peralatan ini bekerja pada

 

frekuensi HF (atau bagi orang awam sering dikenal dengan

SW). Dengan daya 50 Watt sampai 250 Watt, rig ini dapat

digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang berada 500

km sampai dengan ribuan km jauhnya dari kita. Masalah utama

di frekuensi HF adalah tingginya noise sehingga diperlukan

teknik dan kesabaran yang lebih tinggi untuk komuniakasi data

atau internet. Di Indonesia sudah dioperasikan gateway radio

paket di frekuensi 7.030 MHz LSB.

 

2.5.1 Konsep Propagasi Kanal HF dalam komunikasi radio paket

Propagasi gelombang radio HF biasa digunakan untuk

broadcasting, dan juga komunikasi bergerak di laut maupun di udara.

Gelombang radio HF mempunyai rentang frekuensi yang beraneka

ragam, dimana range frekuensi yang biasa dipergunakan untuk

gelombang radio dimulai dari frekuensi tertinggi dari suara, sekitar 20

kHz sampai diatas 30 MHz. Bandwidth mulai dari 3-30 MHz ditetapkan

sebagai range frequency HF dengan panjang gelombang 100-10 m.

Frekuensi HF ini sangatlah sensitif terhadap perubahan dari ionosfer dan

waktu tiap-tiap hari sehingga terdapat variasi rata-rata pada redaman

lintasan.

Dua jenis mendasar dari propagasi gelombang radio HF yaitu

ground wave dan sky wave.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(a)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(b)

 

Gambar 2.15

(a). Ground Wave 6

(b). Sky Wave

 

2.5.1.1 Ground Wave

Ground wave, atau gelombang permukaan yang berjalan dekat

dengan permukaan bumi yang mengakibatkannya menjadi sarana

komunikasi jarak pendek. Ground wave adalah bagian dari gelombang

radio yang secara langsung dipengaruhi oleh permukaan bumi.

Komponen utama yang prinsip dari ground wave adalah:

 

1.

2.

3.

4.

5.

 

Earth guide surface wave

Direct wave

Ground reflected wave

Space wave

Tropospheric – reflected / refracted wave


Penyerapan pada gelombang radio meningkat seiring dengan

besarnya frekuensi yang digunakan untuk propagasi pada range

frekuensi HF yang rendah. Hampir semua sistem komunikasi yang

menggunakan frekuensi diatas 30 MHz memakai sistem Line Of Sight

(LOS), dimana lintasan gelombang radio di arahkan secara langsung

antar transmitter dan receiver. Sistem ini termasuk digunakan pada

stasiun pemancar FM, VHF, UHF, microwave dan sistem satelit.

 

2.5.1.2 Sky Wave


 

 

6

 

 

 

National telecommunication and information (NTIA), “High Frequency Radio automatic


link establishment (ALE)Application Handbook”, annex 1.pdf halaman 2

 

 

26

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sky wave adalah bagian dari total radiasi yang meninggalkan

antena dengan kemiringan tertentu diatas horizon. Sky wave

mendeskripsikan metode dari propagasi sinyal dari satu terminal ke

terminal berikutnya melalui pemantulan dari ionosfer. Kualitas dari

pemantulan ionosfer memungkinkan tercapainya jarak komunikasi

secara global dengan memantulkan sinyal kembali ke bumi pada ajarak

tertentu dan menjaga agar sinyal tersebut tidak terbuang ke luar angkasa.

Sudut pada saat gelombang radio memasuki ionosfer disebut

sudut incidence. Sudut ini dipengaruhi oleh panjang gelombang dan tipe

dari antena transmisi. Gelombang radio akan dipantulkan dengan sudut

yang sama seperti pada saat gelombang datang. Sudut incidence ini juga

merupakan faktor penting dalam penentuan jarak komunikasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.16 Propagasi sky wave

 

Sebagai salah satu contoh, propagasi Near Vertical Incidence

Sky-wave (NVIS) adalah jenis mode transmisi di bagian bandwidth HF,

terutama antara 2–10 MHz. Propagasi ini menghasilkan komunikasi

dalam daerah geographical dimana VHF/UHF network repeater belum

secara lengkap dikembangkan atau tidak bisa digunakan sementara,

menggunakan antena dengan sudut yang besar (>80o), ionosfer zenith

teradiasi oleh energi RF. Ruang lingkup radio secara omnidirectional

bisa mencapai jarak sebesar 600 km.

 

2.5.1.3. Ionosfer

Ionosfer adalah daerah di atmosfer bumi dengan gas dan partikel

elektron bebas, yang berkisar pada jarak 50 km sampai dengan 700 km

(30 – 375 mil) di atas permukaan bumi. Peristiwa ionisasi disebabkan

oleh adanya pengaruh dari radiasi matahari. Elektron bebas inilah yang

 

 

 

27

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

bertindak sebagai reflektor terhadap gelombang radio HF, tingkat

kerapatannya bervariasi tergantung ketinggiannya dan waktu siang

ataupun malam hari. Dapat dilihat pada gambar 2.3 dimana pada siang

hari bagian terbawah dari atmosfer jaraknya berkisar 50 – 90 km diatas

permukaan bumi. Sedangkan pada malam hari, karena tidak adanya

pengaruh dari radiasi matahari, maka bagian terbawah dari ionosfer akan

naik hingga lebih dari 100 km diatas permukaan bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.17 Lapisan ionosfer pada siang hari dan malam hari

 

Di dalam ionosfer itu sendiri pada dasarnya terdapat tiga buah

layer (lapisan) dengan tingkat ionisasi yang berbeda, yaitu layer D, E, F,

dan untuk waktu tertentu layer F akan terbagi lagi menjadi dua layer

yaitu layer F1 dan F2. Karena sumber ionisasi ini bervariasi baik pada

level energi dan panjang gelombang (frekuensi), sehingga

mempengaruhi kedalaman dari lapisan atmosfer yang berbeda-beda dan

menyebabkan efek ionisasi yang berbeda pula.

Layer ionosfer yang paling berpengaruh pada komunikasi HF

adalah layer D, E, F1 ,F2, dan E sporadis (apabila muncul). Efek ionisasi

radiasi matahari pada sudut zenith (ketinggian dari matahari di langit)

menyebabkan ketinggian dari layer-layer dan tingkat kerapatan (density)

elektron pada setiap waktu akan tergantung pada titik lintangnya.

Berikut adalah ketinggian dari layer-layer ionosfer:

 

 

 

 

28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·

 

 

 

  • ·

 

 

 

 

 

 

 

 

Lapisan D, 50-90 km, ada pada siang hari, bersifat meredam

gelombang radio.

Lapisan E, 90-140 km, ada pada siang hari, hilang setelah

matahari terbenam.

Lapisan F1, 140-250 km, setelah matahari terbenam lapisan

ini hilang, bergabung dengan lapisan F2. Kepadatan elekron

lapisan E dan F1 tergantumg pada radiasi matahari, paling

padat di daerah yang berada tepat di bawah matahari.

Lapisan F2, 150-250 km malam, 250-300 siang. Lapisan F2

 

selain dipengaruhi radiasi matahari juga dipengaruhi medan

magnet bumi.

Tingkat ionisasi pada layer-layer memiliki karakteristik yang

berbeda-beda. Ionisasi pada layer D memiliki efek yang paling kecil

terhadap pemantulan gelombang HF, karena layer ini bersifat

memantulkan hanya pada frekuensi rendah. Sedangkan untuk

gelombang radio HF lebih cenderung hanya bersifat meredam (atenuasi)

gelombang radio yang telah dipantulkan oleh layer E, F1 dan F2. Efek

peredaman ini akan berkurang setelah matahari tenggelam karena

adanya rekombinasi dari ion-ionnya.

Pada layer E mempunyai kemampuan untuk memantulkan pada

frekuensi yang lebih tinggi daripada daerah D, dimana pada

kenyataannya layer ini bisa memantulkan pada frekuensi sampai 20

MHz. Tingkat ionisasi pada layer ini akan semakin besar setelah

matahari tenggelam karena adanya rekombinasi pada layer di bawahnya,

dan akan menghilang sekitar tengah malam.

Layer E terbagi lagi menjadi layer Es, disebut juga layer E

sporadis. Propagasi layer E sporadis merupakan awan kecil dengan

ionisasi yang besar, dimana bersifat memantulkan pada frekuensi 25-

225 MHz. Layer E sporadis ini merupakan media pemantul yang paling

efisien dari sinyal HF. Propagasi pada layer ini semakin sering terjadi

selama musim panas dan tengah hari, dan berkurang selama musim

dingin. Pada daerah equator, layer E sporadis hampir selalu muncul pada

tengah hari.

Layer F merupakan lapisan tertinggi pada ionosfer dan

mempunyai tingkat ionisasi paling tinggi dengan variasi cukup besar

tergantung dari tingkat radiasi ultraviolet matahari dan ketinggian

matahari. Pada saat matahari terbit tingkat ionisasi pada layer ini akan

meningkat dan mencapai puncaknya pada siang hari dengan terbaginya

menjadi dua layer, yaitu layer F1 dan F2. Pada malam hari layer F hanya

 

 

29

 

 

 

 

 

 

 

 

terdiri dari satu layer saja, dikarenakan tingkat ionisasinya semakin

berkurang. Layer ini merupakan bagian yang penting dalam komunikasi

HF untuk jarak jauh sehubungan dengan kemampuannya memantulkan

frekuensi diatas 30 MHz.

 

2.5.2 Radio Paket7

Radio Paket adalah mode digital dari sistem komunikasi di dunia

radio amatir. Sistem ini mirip dengan komunikasi komputer yang kita

lakukan untuk mengakses internet melalui PJI (Penyedia Jasa Internet).

Modem telepon diganti dengan sebuah TNC (Terminal Node

Controller), telepon diganti dengan radio transceiver, dan jaringan

telepon diganti dengan gelombang radio amatir yang gratis. Data dari

komputer dikirim oleh radio paket ke stasiun lain yang dilengkapi

dengan sistem yang sama. Dinamakan radio paket karena sistem ini

mengirim data dalam bentuk burst kecil-kecil yang disebut paket.

 

2.5.3 Sekilas Sejarah Radio Paket

Teknologi paket data pertama kali dikembangkan pada

pertengahan tahun 1960-an dan diterapkan pada jaringan ARPANET

yang didirikan pada tahun 1969. Pada awal tahun 1970, jaringan

ALOHANET yang pusatnya berada di University of Hawaii, merupakan

proyek radio paket dalam skala besar. Sedangkan Radio Paket Amatir

(AMPR=Amateur Packet Radio) dimulai di Montreal, Canada pada

tahun 1978. Transmisi data pertama kali terjadi pada tanggal 31 May

tahun yang sama. Langkah ini diikuti oleh Vancouver Amateur Digital

Communication Group (VADCG) dengan mengembangkan Terminal

Node Controller (TNC) pada tahun 1980.

Standard TNC yang dipakai saat ini merupakan hasil dari diskusi

pada bulan Oktober 1981 pada pertemuan Tucson Chapter IEEE

Computer Society. Sebulan kemudian, enam orang peserta berkumpul

dan mendiskusikan kemungkinan pembuatan sebuah TNC yang dapat

digunakan oleh para Radio Amatir dengan harga yang murah. Dari

proyek ini dibentuklah TAPR, Tucson Amateur Packet Radio. Prototype

pertama didemonstrasikan pada 26 Juni 1982, dan disebut sebagai TNC-

1, dan selanjutnya dikembangkan menjadi TNC-2 yang sekarang

menjadi basis bagi kebanyakan pengoperasian paket di dunia.

 

 

7

 

 

 

Fahmi, Ismail; Purbo, Onno W., 1999, “Radio Paket Amatir”, Computer Network

 

Research Group, Institut Teknologi Bandung, Bandung halaman 1

 

 

30

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5.4 Kelebihan menggunakan Paket

Paket memiliki tiga kelebihan besar dibanding mode-mode digital

yang lain: transparansi, koreksi kesalahan, dan kontrol otomatis.

Pengoperasian stasiun paket transparan bagi pemakai, yaitu cukup

dengan connect ke stasiun lain, tulis pesan, dan otomatis akan dikirim.

TNC secara otomatis membagi pesan ke dalam paket-paket, lalu

mengirimnya ke transmitter. Ketika menerima paket, TNC otomatis

mendecode, mengecek kesalahan, lalu menampilkan pesan yang

diterima. TNC hanya akan menampilkan pesan yang bebas kesalahan

saja, karena TNC menyediakan mekanisme free error communications.

Setiap TNC paket dapat digunakan sebagai stasiun relay, atau

biasa disebut digipeater. Hal ini memungkinkan dijangkaunya daerah

yang jauh dengan menghubungkan stasiun-stasiun paket bersama-sama

melalui relay ini.

Pemakai dapat connect ke TNC kawannya setiap saat, untuk

melihat apakah dia stand by. Beberapa TNC memiliki Personal BBS

(mailbox) sehingga Radio Amatir yang lain dapat meninggalkan pesan

ketika mereka tidak stand by. Kelebihan lain dari paket adalah,

dimungkinkannya beberapa pemakai menggunakan kanal frekuensi yang

sama secara bersama-sama.

 

2.5.5 Elemen sebuah Stasiun Paket

Gambar 2.15 berikut menunjukkan tipikal sebuah stasiun dengan

diagram skematik pengkabelannya. Dari gambar tersebut terlihat

elemen-elemen penyusun sebuah stasiun paket sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.18 Diagram Pengkabelan sebuah Stasiun Radio Paket

 

 

 

 

31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5.5.1 TNC (Terminal Node Controller)

Sebuah TNC berisi sebuah modem, sebuah prosesor komputer

(CPU), dan rangkaian yang dibutuhkan untuk mengubah komunikasi

antara komputer (RS-232) dengan protokol radio paket yang digunakan.

TNC menyusun paket yang diterima dari komputer, menghitung error

check (CRC) tiap paket, memodulasinya ke frekuensi audio, dan

mengirimnya ke radio yang terhubung.

Proses yang sebaliknya juga dilakukan, yaitu menerjemahkan

audio dari radio tranceiver ke aliran data yang kemudian dikirim ke

 

komputer.

 

 

Modem dengan artian lebih luas

 

 

Scrambler

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

De-Scrambler

 

 

Channel

Encoder

 

 

Band-pass

Filter

 

 

 

Band-pass

Filter

 

 

Channel

Decoder

 

 

Low-Pass

Filter

 

 

 

Modulator

 

 

Modem Secara Sederhana

 

Demodulator

 

 

 

Low-Pass

filter

 

 

Gambar 2.19 Diagram blok modem 8

 

Definisi modem secara tradisional adalah suatu perlengkapan

yang menerima pulsa data serial biner yang berasal dari sumber data dan

memodulasi beberapa bagian (amplitudo, frekuensi atau fasenya) dari

sinyal analog untuk menciptakan atau membuat suatu sinyal yang sesuai

untuk ditransmisikan melalui medium analog. Seperti ditunjukkan pada

gambar 2.19, perlengkapan ini mengandung bagian encoder, modulator,

dan filter. Jika dirasa bahwa data yang masuk belum cukup random

untuk keperluan operasi tanpa mengindahkan kerumitan dari receiver,

maka sangat diperlukan akan adanya sebuah scrambler (pengacak).

 

 

 

8

 

 

 

Bingham, John A.C., “The Theory and Practice of Modem Design”, John Willey & Sons

 

, Palo Alto, California, 1991halaman 2

 

 

32

 

 

 

 

 

 

 

 

Scrambler ini bertujuan untuk merandomisasi dan tidak bertujuan untuk

enkripsi data atau kerahasiaan data.

Pada umumnya modem disebut dengan Data Communication

Equipment (DCE), dan sumber data dan tujuan dari pengiriman data,

baik hal itu perlengkapan tersebut berupa terminal video, computer,

multiplexer, ataupun perlengkapan yang lain disebut dengan Data

Terminal Equipment (DTE).

Kebanyakan Radio Amatir menggunakan TNC dengan kecepatan

1200 bps (bits per second) untuk paket komunikasi VHF dan UHF lokal,

dan 300 bps untuk jarak yang lebih jauh dengan bandwidth yang lebih

sempit, HF. Kecepatan yang lebih tinggi juga tersedia untuk VHF dan

UHF, dan khususnya pada daerah microwave, namun membutuhkan

hardware dan driver khusus.

 

2.5.5.2 Komputer atau Terminal

Ini adalah interface ke pemakai. Dapat digunakan komputer yang

menjalankan program emulator terminal, program khusus, atau dumb

terminal biasa. Procomm+, Bitcom, dan X-talk dapat digunakan untuk

keperluan paket ini.

 

2.5.5.3 Radio

Untuk paket VHF/UHF dengan kecepatan 1200/2400 bps dapat

digunakan radio narrow band FM. Untuk paket HF dengan kecepatan

300 bps, digunakan modulasi SSB (Single Side Band). Untuk paket

dengan kecepatan lebih tinggi (mulai dari 9600 bps), diperlukan radio

khusus atau radio FM yang sudah dimodifikasi. Sedangkan yang paling

umum digunakan adalah TNC AFSK 1200 bps pada 2-meter (144 – 148

Mhz).

 

2.5.6 Keterbatasan Jarak pada Radio Paket

Pada umumnya, jarak transmisi dibatasi oleh jarak pandang lurus

tanpa hambatan atau dikenal dengan line-of-sight (LOS) plus 10-15%.

Jarak transmisi dipengaruhi oleh power transmitter serta tipe dan lokasi

antena. Selain itu juga ditentukan oleh frekuensi yang dipakai dan

panjang kabel antena yang menghubungkan radio ke antena. Faktor lain

yang mempengaruhi jarak transmisi adalah adanya hambatan fisik

berupa gunung, gedung-gedung, dan sebagainya. Untuk band frekuensi

2 meter (144-148 Mhz), jarak transmisi bisa 10 sampai 100 mile

tergantung dari kombinasi variabel-variabel di atas.

 

 

33

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5.7 Satu kanal bersama

Pada radio paket ini, beberapa percakapan dapat dilakukan dalam

kanal frekuensi yang sama pada waktu yang sama. Hal ini berbeda

dengan komunikasi suara. Bukan berarti tidak terjadi collision atau

tabrakan ketika dua stasiun memancarkan sinyal pada saat yang sama.

Tetapi yang dimaksud dengan waktu yang sama ini adalah dapat

diaturnya beberapa percakapan dengan cara pembagian waktu (time

division). Percakapan hanya terjadi jika tidak ada stasiun yang lain yang

menggunakan kanal tersebut. Bagaimana hal ini bisa dilakukan? Radio

paket menggunakan protokol AX.25 untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

Akses ke kanal ditangani oleh CSMA (Carrier Sense Multiple

Access). Jika sebuah stasiun akan memancarkan sinyal, TNC memonitor

apakah kanal ada yang memakai atau tidak. Jika tidak, TNC

memberitahu radio untuk bersiap-siap dan selanjutnya sinyal

dipancarkan. Selama kanal dipakai, selama sinyal masih dipancarkan,

stasiun-stasiun yang lain mendengarkan dan tidak memancarkan sinyal

sampai sinyal yang sedang dipancarkan selesai dikirim.

Ada kemungkinan dua stasiun memancarkan sinyal pada waktu

yang sama sehingga terjadilah collision. Jika ini terjadi, tak satu pun dari

kedua TNC yang akan langsung mengulangi pengiriman paket

terakhirnya yang gagal. Tetapi mereka menunggu untuk jangka waktu

yang random, lalu mengirim ulang paket tersebut. Sebenarnya sistem

CSMA ini lebih komplek. Bisa dilihat “AX.25 Protocol Specification

(ARRL, 1998).

Khusus untuk komunikasi radio paket, protokol yang digunakan

adalah AX.25. Protokol ini dibuat berdasarkan protokol jaringan kabel

X.25, pada tahun 1970-an. Pada frame AX.25, ditambahkan field

digipeater yang memungkinkan stasiun lain meneruskan paket sehingga

jarak transmisi semakin jauh. Satu keuntungan AX.25 adalah setiap

paket yang dikirim mengandung informasi callsign pengirim dan

penerima, sehingga menyediakan identifikasi stasiun pada setiap

transmisinya.

Meskipun AX.25 merupakan standard protokol defacto untuk

keperluan radio amatir, ada standard lain yaitu TCP/IP (Transmission

Control Protocol/Internet Protocol) yang juga digunakan di beberapa

wilayah radio amatir. Selain itu, sering juga protokol radio paket tertentu

dibungkus dengan frame paket AX.25 agar tetap memenuhi persyaratan

transmisi radio paket dalam bentuk AX.25.

 

 

 

 

34

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5.8 Skema Jaringan Radio Paket

Sejak pertama kali radio paket amatir, ada beberapa skema

jaringan paket yang berhasil diterapkan, yaitu:

a. Digipeater

Digipeater merupakan skema jaringan radio paket yang

pertama kali dibuat. Digipeater ini melihat paket yang masuk, dan

jika callsign digipeater ini berada dalam field digipeater dari

frame yang diterimanya, maka dia kan meneruskan paket

tersebut. Dengan cara ini, digipeater memungkinkan diperluasnya

jangkauan transmiter dengan cara mengirimkan setiap paket ke

digipeater ini. Namun ketika paket semakin populer, digipeater

segera memenuhi udara dengan trafik yang dikirim ulang

melewati jarak yang semakin jauh. Dan jika sebuah paket hilang

pada salah satu digipeater, maka stasiun pengirim harus

mengulang keseluruhan paket tersebut sehingga menyebabkan

kongesti yang lebih besar.

 

b. KA-Nodes

Kantronic memperbaiki digipeater dan membuat KA-Nodes.

Kalau pada digipeater acknowledgment dilakukan dari end-to-

end, maka pada KA-Nodes ini acknowledgment dilakukan secara

point-to-point yaitu pada setiap link (bandingkan dengan pada

keseluruhan route). Dengan demikian KA-Nodes memberi

reliabilitas yang lebih tinggi dari pada digipeater. Meski

demikian, KA-Nodes ini bukanlah jaringan yang sebenarnya,

hanya mirip sebuah kabel telepon yang panjang saja.

 

c. NET/ROM

NET/ROM merupakan skema jaringan yang pertama kali

memecahkan permasalahan pada digipeater. Seorang pemakai

(user) menghubungi (connect) sebuah stasiun NET/ROM seperti

halnya menghubungi stasiun paket yang lain. Dari sini, dia dapat

memberi perintah kepada stasiun NET/ROM tersebut misal untuk

menghubungi pemakai lokal atau menghubungi stasiun

NET/ROM yang lain. Connect dan connect lagi. Ini berarti bahwa

pemakai hanya terhubung ke stasiun lokal saja dan transmisinya

tidak boleh didigipeated ke seluruh jaringan. Cara ini terbukti

lebih reliable.

 

 

 

 

35

 

 

 

 

 

 

 

 

Stasiun NET/ROM dengan interval tertentu memancarkan ke

stasiun-stasiun lain daftar stasiun NET/ROM lain yang bisa

didengarnya. Hal ini memungkinkan sebuah stasiun yang baru

mengudara akan langsung dapat tergabung ke jaringan. Namun

kelemahannya, ada kemungkinan beberapa stasiun dalam daftar

yang diterima tidak dapat dijangkau (unreachable). Untuk

menghindari kesalahan routing, pemakai harus menuliskan

sendiri route ke stasiun lain dari pada menggunakan fasilitas

routing otomatis.

 

d. ROSE

ROSE merupakan protokol lain yang diturunkan dari X.25.

Setiap stasiun ROSE memiliki daftar statik stasiun-stasiun yang

bisa didengarnya. Jika seorang pemakai ingin menggunakan

switch ROSE ini, dia dapat mengirim perintah connect ke stasiun

tujuan, sementara itu pada field digipeater dia harus menuliskan

callsign dari switch ROSE lokal dan switch ROSE non-lokal yang

dapat mendengar stasiun tujuan. Dengan cara ini, jaringan

sepenuhnya transparan bagi pemakai.

Dengan dipakainya tabel routing statik pada ROSE, upaya

untuk mengirimkan paket ke link yang tak terjangkau dapat

dihindari seperti yang sering dilakukan oleh stasiun NET/ROM.

Namun, ROSE menderita ketidakmampuan melakukan update

tabel routing secara otomatis. Operator harus memperbaharui

tabel routing secara manual, sehingga jaringan ROSE

memerlukan penanganan yang lebih banyak.

 

e. TCP/IP

TCP/IP adalah kependekan dari Transmission Control

Protocol/Internet Protocol. Protokol ini telah digunakan secara

umum di seluruh jaringan komputer Internet. TCP/IP ini

mengandung berbagai fasilitas transmisi seperti FTP (File

Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol),

Telnet (protokol terminal jarak jauh), dan NNTP (Net News

Transfer Protocol). Program NOS (Network Operating System)

yang dibuat oleh Phil Karn (dengan callsign KA9Q) merupakan

versi TCP/IP dalam radio paket yang paling banyak digunakan.

Awalnya NOS dibuat untuk komputer-komputer PC compatible.

 

 

 

 

36

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun sekarang telah diporting ke berbagai platform komputer

yang berbeda seperti: Amiga, Macintosh, Unix, dan Linux.

 

2.6 Komunikasi dengan Jaringan Radio

Pembahasan kita kali ini mengenai pengiriman sinyal melewati

sebuah saluran transmisi, agar komunikasi dapat efektif banyak hal

tentang pengendalian dan manajemen pertukaran yang harus

diperhatikan. Data link Control ini bekerja di lapian kedua pada model

referensi OSI.

Komunikasi pada jaringan paket radio pada umumnya

menggunakan metode dan konfigurasi seperti pada contoh gambar

dibawah :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.20 Jaringan yang menggunakan protokol AX 25 dan protokol TCP/IP dalam

sebuah integrasi 9

Gambar diatas menunjukkan bagian dari dua jaringan yang

dihubungkan dengan protokol AX 25 sekaligus dengan TCP/IP.

Konfigurasi hubungan tersebut di-route dengan metode yang berbeda.

 

 

 

9

 

 

 

www.ax25.net/examplenet1.htm,www.ax25.net

 

 

 

 

 

 

37

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dapat diperhatikan bahwa konfigurasi gateway ada dua macam yaitu

gateway untuk menghubungkan antar modem pada jaringan AX25

dengan gateway yang menghubungkan internet dengan jaringan AX 25.

Beberapa hal yang diperlukan untuk mengefektifkan komunikasi

data antara dua stasiun transmitter dan receiver 10adalah :

  • · Sinkronisasi frame,data yang dikirimkan dalam bentuk blok

disebut frame. Awal dan akhir suatu frame harus

 

 

  • ·

 

 

  • ·

 

  • ·

 

  • ·

 

 

 

  • ·

 

teridetifikasi dengan jelas

Kendali aliran, stasiun pengirim harus tidak mengirimkan

frame sebelum mematikan bahwa data yang dikirimkan

sebelumnya telah sampai

Kendali kesalahan bit-bit kesalahan yang ditunjukkan oleh

sistem transmisi harus benar

Pengalamat, pada sebuah saluran multi[point,identitas dari

dua buah stasiun dalam sebuah transmisi harus dikenali

Kendali dan data kontrol dalam beberapa saluran biasanya

tidak diperlukan sinyal kontrol dalam sistem komunikasi

yang terpisah, maka penerima harus dapat membedakan

informasi kendali dari data yang dikirimkan

Manajemen hubungan, inisiasi, perbaikan dana akhir dari

 

suatu data exchange memerlukan beberapa koordinasi dan

kerjasama antar stasiun

Untuk membantu mencapai komputer tujuan, setiap komputer

dalam jaringan TCP/IP harus diberikan IP addres. IP addres harus unik

untuk setiap komputer, tetapi tidak menjadi halangan bila sebuah

komputer mempunyi beberapa IP addres. IP addres terdiri atas 8 byte

data yang mempunyai nilai dari 0-255 yang sering ditulis dalam bentuk

[xx.xx.xx.xx] (xx mempunyai nilai dari 0-255).

Pada header Internet protokol selain IP addres dari komputer

tujuan dan komputer pengirim datagram juga terdapat beberapa

informasi lainnya. Informsi ini mencakup jenis-jenis dari protokol

transport layer yang yang ditumpangkan diatas IP. Informasi penting

lainnya adalah Time to Live (TTL) yang menentukan berapa lama IP

dapat hidup didalam jaringan. Nilai TTL akan dikurangi satu jika IP

melalui sebuah komputer. Hal ini penting artinya terutama karena IP

dilepas di jaringan komputer. Jika karena satu dan lain hal IP tidak

 

 

 

10

 

 

 

Purnanto, loc. cit. halaman 21

 

 

 

38

 

 

 

 

 

 

 

 

berhasilmenemukan alamat tujuan maka dengan adanya TTL, IP akan

mati dengan sendirinya pada saat TTL bernilai nol. Disamping itu juga

tiap IP yang dikirimkan diberikan identifikasi sehingga bersama-sama

dengan IP addres komputer pengirim data dan komputer tujuan,tiap IP

dalam jaringan adalah unik.

Khususnya untuk pemakai jaringan komputer hal yang terpenting

untuk dipahami secara benar-benar adalah konsep IP addres. Lembaga

yang mengatur IP addres adalah Network Information Centre (NIC) di

Department  Of  Defence  di  US  yang  beralamat  di

hostmaster@nic.ddn.mil . Pengaturan IP addres penting, terutama pada

saat mengatur routing secara otomatis. Sebagai contoh jaringan

komputer di amatir radio mempunyai IP addres [44.xx.xx.xx]. Khusus

untuk radio amatir radio di Indonesia IP Addres yang digunakan adalah

[44.132.xx.xx]. Misalkan IP untuk radio paket di suatu daerah adalah

44.132.16.1,pembacaan hierarkhi addres ini adalah sebagai berikut :

 

Tabel 2.2 Pembacaan Hierarki Addres Radio Amatir

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini terlihat dengan jelas bahwa IP addres di amatir radio

sifatnya geografis. Dengan konsep IP addres, route perjalanan IP dalam

jaringan komputer dapat dilakukan secara otomatis. Sebagai contoh jika

sebuah komputer di Internet akan mengirimkan IP ke [44.132.16.1],

pertama-tama IP yang dilepas di network akan berusaha mencari jalan

melewati network 44.132.16, setelah mesin yang menghubungkan

network 44.132.016 tercapai IP tersebut akan encoba menghubungi

mesin 1 di network tersebut. Kesemuanya ini dilakukan secara otomatis

oleh program.

Konsep penting kedua adalah hostname. IP addres tidak intuitive,

susah diingat. Sedangkan hostname misal yang mirip dengan bahasa

inggris mudah untuk diingat. Program-program TCP/IP, termasuk NOS

(Network Operating System) telah dilengkapi dengan fasilitas mapping

antara IP addres dengan hostname. Konvensi dalam TCP/IP Radio

Amatir, adalah digunakannya callsign sebagai hostname . Yang

 

 

39

44

Network yang diberikan oleh Internic kepada jaringan radio

amatir TCP/IP

132

Subnetwork untuk wilayah Indonesia

16

Subnetwork untuk jaringan radio paket HF di Indonesia

1

Addres dari host yang menjadi gerbang radio paket HF le

Internet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

berhubungan erat dengan hostname adalah domain name. Sebuah

domain adalah sekumpulan mesin yang terhubung bersama secara logic,

meskipun tidak secara fisik. Domain name mirip dengan IP addres, yaitu

adanya titik-tik yang memisahkan bagian-bagian namanya, dan setiap

bagian memperlihatkan level hirarki domain yang berbeda. Namun

urutannya adalah kebalikan dari IP addres, level tertinggi berada pada

sisi paling kanan. Contoh hostname yang disatukan dengan domain

name adalah : yc1dav.ampr.org. Penulisan seperti ini disebut Fully

Qualified Domain Name (FQDN). Berikut ini cara pembacaan hierarki

tersebut :

 

Tabel 2.3 Format FQDN Jaringan Radio

 

 

 

Jika mesin tersebut memiliki banyak pemakai (user), kita dapat

menambahkan login name pemakai di depan FQDN tersebut, dengan

dipisahkan oleh huruf “@”. Kombinasi ini biasa disebut Internet Addres

yang sering dipakai dalam elektronik mail. Contoh, jika ada pemakai

dengan login name “marsetya” di mesin “YC1DAV”, maka alamat

lengkap internet pemakai tersebut adalah marsetya@yc1dav.ampr.org .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

40

YC1DAV

Hostname mesin yang dimiliki oelh YC1DAV

AMPR

Sub domain untuk Amateur Packet Radio (APR)

ORG

Top level domain untuk golongan organisasi

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *