Tuesday, 2 June 2026
above article banner area

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Hasil  penelitian  Allport  (dalam  Guilford,  1959)  menyimpulkan  bahwa istilah kata kepribadian  memiliki paling sedikitnya  lima puluh pengertian.  Kata kepribadian   yang  lebih  dikenal  dengan  istilah  personality   berasal  dari  kata persona. Pada mulanya kata persona ini menunjuk kepada topeng yang biasa digunakan  oleh  para  pemain  sandiwara  dalam  memainkan  peranan- peranannya pada zaman Romawi dan bisa juga menunjukkan pada sesuatu yang digambarkan mengenai peran diri oleh individu dibalik topeng (Guilford, 1959).

Jung (dalam Smith & Vetter, 1982) menjelaskan bahwa perkataan persona dilukiskan   sebagai   wajah   manusia                                    dalam    keberadaannya di    masyarakat. Selanjutnya dijelaskan bahwa persona merupakan cara individu dengan sadar menempatkan diri keluar (ke dunia sekitar). Persona merupakan kompromi antara individu  dan masyarakat  antara  struktur  batin  sendiri  dengan  tuntutan-tuntutan sekitar tentang bagaimana seharusnya orang berbuat. Jung berpendapat bahwa sepanjang hidup manusia selalu memakai topeng ini untuk menutupi kehidupan batiniahnya. Manusia hampir tidak pernah berlaku wajar, sesuai dengan hakekat dirinya sendiri, sehingga manusia tidak lagi mengenal siapakah dirinya, bakat, dan kemampuannya,  tetapi  bila  orang  mau  melepaskan  topengnya  dengan  melihat

 

 

 

 

 

 

 

keadaan  dirinya,  kekuatan  dan kelemahannya,  bakat, dan kemampuannya  maka ketenangan akan  ditemukan.

Kata  persona  lambat  laun  berubah  menjadi  istilah  yang  mengacu  pada

 

gambaran    sosial    tertentu    yang    diterima     oleh    individu    dari     kelompok masyarakatnya,  Kemudian  individu  dari kelompok  atau masyarakatnya  tersebut diharapkan  bertingkah  laku  sesuai  dengan  gambaran  sosial  ata u  peran  yang diterimanya itu. Persona digunakan untuk memproyeksikan penampilan diri yang tidak benar terhadap orang lain, yaitu peranan yang dimainkan dalam kehidupan ini (Feist, 1985).

 

Para ahli psikologi berusaha memberi pengertian kepribadian yang bersifat psikologis  berdasar  kata  persona ,  namun  sampai  sekarang  para  ahli  psikologi kepribadian sendiri masih belum sepakat mengenai apa sebenarnya definisi kepribadian,  meskipun  banyak definisi yang ditawarkan  selama ini, oleh karena itu menurut Allport (1959) salah satu tugas para ahli adalah menyeleksi pengertian psikologis yang paling sesuai.

Menurut Hjelle & Ziegler (1981) perbedaan  pendapat mengenai  definisi kepribadian   tersebut   terjadi   berdasar   teori   kepribadian   yang   dipahami,   dan perbedaan  antara  teor i  kepribadian   itu  memperlihatkan   mengenai   perbedaan pandangan asumsi-asumsi dasar manusia. Selanjutnya dijelaskan bahwa meskipun terdapat   perbedaan   dalam   perumusannya,   maka   dibalik   perbedaan   rumusan tentang kepribadian tersebut sebagian besar definisi yang disusun oleh para teoris psikologi kepribadian memiliki beberapa persamaan yang mendasar. Ada tiga kelompok   defenisi   kepribadian   dengan   ciri-ciri  tertentu.  Adapun  ciri  ketiga

 

 

 

 

 

 

 

kelompok    definisi     tersebut     adalah:     (1)     kepribadian    sebagai     struktur hipotetis/or ganisasi   perilaku   yang  diperoleh   dari  kesimpulan   hasil  observasi perilaku; (2) kepribadian sebagai ciri khas individu (keunikan) yang dapat membedakan   individu  yang  satu  dengan  yang  lainnya,  dan  (3)  kepribadian merupakan  hasil  pembentukan  dari  faktor  internal  (genetis-biologis)  dan faktor eksternal  (pengalaman,  sosial,  dan perubahan  lingkungan).  Hal ini menyangkut sejarah hidup yang panjang dari perkembangan individu.

Kimmel (dalam Pertiwi, 2001) mengatakan bahwa meskipun terdapat beberapa  definisi  kepribadian  yang berbeda,  tetapi hampir semua teori tersebut menekankan   definisi   kepribadian   pada   tiga   karakteristik   utama,   yaitu:   (1) kepribadian   merefleksikan   keunikan   individu  sebagai  person,  (2)  teori- teori kepribadian  memfokuskan  pada  sifat-sifat   individu  yang  cukup  stabil  selama periode waktu yang lama dalam situasi yang berbeda -beda, (3) kepribadian dilihat sebagai hubungan antara individu dengan lingkungan  fisik dan sosialnya, dalam pengertian bahwa kepribadian tersebut merefleksikan pola -pola/cara-cara individu beradaptasi dengan lingkungan.

Atkinson   (dalam   Haryanthi,   2001)   menjelaskan   bahwa   kepribadian merupakan   pola   perilaku   dan   cara   berpikir   yang   khas,   yang   menentukan penyesuaian       diri        individu                       terhadap             lingkungan.                     Kepribadian    mencakup kepribadian  umum  ya ng  dapat  diamati  oleh  orang  lain  dan  kepribadian  yang terdiri dari pikiran dan pengalaman yang jarang diungkapkan.

Allport    (dalam    Smith,    1968)    mendefinisikan   kepribadian   sebagai organisasi dinamis di dalam diri individu yang terdiri atas sistem psikofisik  yang

 

 

 

 

 

 

 

menentukan  penyesuaian  individu  yang  unik  terhadap  lingkungannya.  Setiap bagian definisi dipilih atas alasan tertentu yang membuat definisi tersebut menjadi jelas   dan   dipahami   dengan   tepat.   Organisasi   dinamis   menunjukkan   suatu perubahan dan perkembangan dalam kepribadian, yang menekankan bahwa perubahan dapat terjadi dalam kualitas perilaku seseorang. Sistem psikofisik menunjukkan kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi juga mempunyai da sar fisik dalam kelenjar, saraf,  dan  keadaan  fisik  secara  umum.  Unik  berarti  bahwa  penyesuaian  setiap orang  bersifat  khusus  baik  dari  segi  tempat,  waktu  dan  kualitas.  Penyesuaian terhadap    lingkungan                  menunjukkan             bahwa   kepribadian                 merupakan   modul pertahanan hidup. Penyesuaian tidak sekedar reaksi, tetapi juga mengandung sejumlah perilaku spontan yang kreatif terhadap lingkungan. Jadi pengertian kepribadian lebih menekankan pada apakah orang itu, bukan pada apa yang dilihat oleh orang lain pada diri individu.

Feist  (1985)  menjelaskan  bahwa  kepribadian  secara  umum  menunjuk pada  sifat,  pembawaan  lahir,  atau  karakteristik  individu  yang  relatif  konsisten dengan   perilaku   individu.   Sifat   mungkin   khas   dan   umum   untuk   beberapa kelompok, tetapi pola mereka berbeda masing-masing individu.

Sementara Eysenck (Eysenck & Wilson, 1976), tokoh psikologi yang mengembangkan tipe kepribadian  extrovert dan introvert memberikan pengertian kepribadian sebagai keseluruhan pola perilaku, baik yang aktual maupun yang potensial dari organisme yang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan yang

 

 

 

 

 

 

 

berasal  dan berkembang  melalui  interaksi  fungsional  dari empat  sektor  utama, yaitu kognitif, konatif (karakter), afektif (temperamen), dan somatik (konstitusi).

Dari  beberapa  pengertian  di  atas  dalam  keberbedaan  dan  kesamaannya,

 

pengertian   kepribadian   yang   dipahami   penulis,   yaitu   kepribadian   sebagai keseluruhan   pola   perilaku,   baik   yang   aktual   maupun   yang   potensial   dari organisme  yang ditentukan  oleh pembawaan  dan lingkungan  yang menentukan respon individu terhadap lingkungannya, respon tersebut cenderung konsisten sehingga   memungkinkan   adanya   suatu   peramalan   tentang   apa   yang   akan dilakukan individu dalam suatu situasi tertentu.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *