Produktivitas dapat diartikan sebagai campuran (compound) dari produksi dan aktivitas, dimana daya produksi sebagai penyebabnya dan produktivitas mengukur hasil dari daya produksi tersebut. Apabila ukuran keberhasilan produksi hanya dipandang dari sisi output saja, maka produktivitas dipandang dari dua sisi sekaligus, yaitu : sisi input dan sisi output. Vincen Gasverz (1998:19) mengatakan bahwa “ Produktivitas merupakan suatu kombinasi dari efektivitas dan efisiensi, keberhasilan yang dipandang dari dua sisi sekaligus yaitu sisi input dan output Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produktivitas berkaitan dengan efisiensi penggunaan input dalam memproduksi output (barang dan jasa).
Menurut Ensyclopedia Britania yang dikutip oleh Sedarmayanti (2001:56) disebutkan bahwa produktivitas dalam ekonomi berarti rasio dari hasil yang dicapai dengan pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan sesuatu. Sedangkan menurut formulasi National Productivity Board (NPB) Singapore, dikatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan.
Sedangkan menurut Formulasi National Productivity Board (NPB) Singapore dikutip oleh Sedarmayanti (2001:56) dikatakan bahwa “ Produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Dengan adanya perbaikan itu diharapkan akan dapat menghasilkan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan standar kehidupan usaha yang lebih tinggi”.
Whitmore dalam Sedarmayanti (2001:58) menyatakan bahwa :
“ Productivity is a measure of the use of the reseources of an organization and is usually expressed as a ratio of the output obtained by the uses reseources to the amount of reseources employed”.
Whitmore memandang bahwa produktivitas sebagai suatu ukuran atas penggunan sumber daya dalm suatu organisasi yang biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan.”Dengan kata lain produktivitas dapat dikatakan bahwa pengertian produktivitas memiliki dua dimensi, yakni efektivitas dan efisiensi.
Dimensi pertama berkaitan dengan pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Sedangkan dimensi kedua berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Penjelasan tersebut mengutarakan produktivitas total atau secara keseluruhan, artinya keluaran yang dihasilkan diperoleh dari keseluruhan masukan yang ada dalam organisasi. Masukan (Input) tersebut lazim dinamakan faktor produksi, masukan atau faktor produksi dapat berupa tenaga kerja, capital, bahan, teknologi dan energi. Salah satu masukan seperti tenaga kerja, dapat menghasilkan keluaran yang dikenal dengan produktivitas individu, yang dapat juga disebut sebagai produktivitas parsial.
Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan (input) yang direncanakan dengan penggunaan masukan sebenarnya terlaksana. Apabila masukan yang sebenarnya digunakan semakin besar penghematannya, maka tingkat efisiensi semakin tinggi, tetapi semakin kecil masukan yang dapat dihemat sehingga semakin rendah tingkat efisiensi. Pengertian efisiensi disini lebih berorientasi kepada masukan sedangkan masalah keluaran (output) kurang menjadi perhatian utama
Efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan kurang diperhatikan. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efisiensi terjadi.
Kualitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh telah dipenuhi berbagai persyaratan, spesifikasi dan harapan. Konsep ini hanya dapat berorientasi kepada masukan, keluaran dan keduanya. Disamping itu kualitas juga berkaitan dengan proses produksi yang akan berpengaruh pada kualitas hasil yang dicapai secara keseluruhan.
Efisiensi, efektivitas dan produktivitas merupakan konsep yang berlainan, walaupun ketiganya memasukan unsur input dan output dalam mekanisme teknis penganalisasiannya. Secara sederhana ketiganya dapat dibedakan, efisiensi berorientasi pada input, dan efektivitas berorientasi pada output, sedang produktivitas berorientasi pada keduanya. Dengan demikian dapat dikatakan produktivitas memiliki makna yang lebih luas dibanding dua konsep yang lainnya. Dalam mengukur produktivitas dapat dilakukan dengan dua cara, (a) pendekatan produktivitas total atau faktor ganda, yakni output dihadapkan dengan keseluruhan input yang dipakai, (b) pendekatan parsial atau faktor tunggal, yakni output dihadapkan dengan satu input saja, misal, input SDMD dalam konteks manajemen perguruan tinggi.
Berdasarkan pengertian produktivitas diatas, secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Produktivitas juga merupakan ukuran prestasi produksi yang menggunakan usaha manusia sebagai tolak ukur, dan produktivitas juga dapat dinyatakan efisiensi yang mengubah sumber daya yang digunakan menjadi suatu komoditi atau jasa.
Arabiyatuna Arabiyatuna
