Saturday, 9 May 2026
above article banner area

Persamaan dan Perbedaan CPM dengan PERT

Menurut Render dan Heizer dalam Ariyoto (2001: 507) :

Terdapat enam langkah dalam metode PERT dan CPM, yaitu:

  1. Mendefinisikan proyek dan semua aktifitas atau tugas yang signifikan.
  2. Membuat keterkaitan antara aktivitas-aktivitasnya. Putuskan aktivitas mana yang harus mendahului dan mana yang harus mengikuti yang lain.
  3. Menggambar jaringan yang menghubungkan semua aktifitas.
  4. Hitunglah jalur kritis paling panjang melalui jaringan itu.
  5. Gunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek.

PERT dan CPM berbeda dalam pengembangan terminology dan dalam kontruksi jaringannya, tetapi sasarannya sama. Perbedaan utamanya adalah bahwa PERT menggunakan tiga perkiraan untuk masing-masing aktiftas. Masing-masing estimasi memiliki probabilitas keterjadian yang terkait, yang mana sebaliknya digunakan dalam menghitung nilai yang diharapkan dan deviasi atau penyimpangan standar untuk waktu kegiatan. CPM membuat asumsi bahwa waktu aktifitas diketahui dengan kepastian dan oleh sebab itu hanya satu faktor waktu diberikan untuk masing-masing aktifita.

Buffa dan Sarin (1996: 401) menyatakan bahwa “PERT dan CPM pada dasarnya sama, PERT didasarkan pada taksiran probabilistik waktu aktivitas yang menghasilkan suatu lintasan probabilistik melalui jaringan kerja aktivitas dan waktu penyelesaian proyek. CPM, sebaliknya menggunakan waktu aktivitas konstan atau deterministik”.

Menurut Yamit (2000: 312) “Dalam CPM, waktu pengerjaan setiap kegiatan secara relatif sudah dapat diperkirakan dengan pasti, sedangkan PERT mempunyai waktu pengerjaan yang tidak dapat diperkirakan dengan pasti, waktu setiap kegiatan dihitung atas dasar tiga perkiraan, yaitu waktu optimis, waktu pesimistis, dan waktu paling mungkin”.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *