Proses Pembelajaran Bahasa
Pembelajaran bahsa melatih siswa untuk memperhatikan nilai-nilai dalam komunikasi sehingga mereka dapat menggunakan bahasa dengan tepat. Littlewood (1984) menyatakan bahwa pembelajaran bahasa adalah respon alami terhadap kebutuhan komunikasi (baik produktif maupun reseptif). Oleh karena itu, kita harus berusaha meyakinkan peserta didik agar selalu memperhatikan nilai-nilai komunikasi dari apa yang mereka pelajari. Littlewood juga menyatakan bahwa di dalam kelas, kegelisahan dapat menjadi penghalang dalam belajar dan membuat siswa malas untuk mengekspresikan diri pada pembelajaran bahasa kedua. Oleh karena itu kita harus menghindari kritik yang berlebihan terhadap penampilan mereka, berusaha memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan diri, dan menciptakan suasana kelas yang santai.
Harmer (1983) menyatakan bahwa komponen dalam pendekatan aktifitas yang seimbang adalah kemampuan guru untuk bisa beradaptasi dan bersikap fleksibel. Kemampuan beradaptasi mengacu pada kemampuan guru untuk memilih dan mengadaptasi programnya dalam mengajar. Sedangkan fleksibilitas mengacu pada tingkah laku guru dalam kelas dan kemampuannya untuk bersikap sensitif terhadap perubahan yang dibutuhkan untuk peningkatan hasil pembelajaran. Fleksibilitas artinya kemampuan untuk menggunakan berbagai macam teknik dan tidak hanya terpaku pada satu metodologi saja.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk memberikan kemampuan kepada peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif, harus ada kerja sama antara guru dan peserta didik. Guru harus bisa mengadaptasi kondisi kelas dan bersikap fleksibel dalam menggunkan teknik yang sesuai.
Arabiyatuna Arabiyatuna
