Androgini
Heilbrun (dalam Richmond,1992) menyatakan bahwa istilah androgini adalah diambil dari kata Yunani, yaitu andro yang berarti laki-laki dan gyn yang
berarti perempuan. Ini berarti bahwa androgini merupakan peran jenis yang memiliki skor yang tinggi baik sifat feminin maupun maskulin dan peran jenis androgini ini terdapat pada kedua jenis kelamin yaitu, perempuan dan laki-laki.
Peran jenis androgini berbeda dari ketiga peran jenis lainnya, lebih fleksibel sehingga mendukung remaja dalam mencapai perkembangan identitas ego. Helmreich (1979) dalam hasil penelitiannya mengemukakan bahwa peran jenis androgini untuk kedua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) memiliki perilaku yang menyenangkan dan fleksibel dibandingkan ketiga peran jenis lainnya.
Kaplan dan Sedney (dalam Nainggolan, 2002) menyatakan ada beberapa faktor yang harus ada pada sifat androgini, yaitu:
a. Mempunyai wawasan pandangan yang luas sehingga mampu bereaksi secara tepat dalam situasi apapun.
b. Mampu bersikap fleksibel seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat, yaitu kapan bersikap feminin dan kapan harus bersikap maskulin.
c. Mampu bersikap hangat dan diterima baik oleh orang lain dan dengan bersikap androgini, seseorang punya dorongan untuk dapat mencapai keberhasilan.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan di atas bahwa peran jenis androgini adalah peran jenis yang mendukung remaja dalam mencapai identitas ego mereka.
Arabiyatuna Arabiyatuna
