- 2. Sumber – Sumber Radiasi Buatan
Radioaktivitas buatan timbul karena dibuat manusia, antara lain yang berasal dari hasil pembelahan (fisi), reaksi inti dan debu – debu radioaktif dari hasil ledakan bom nuklir.
Reaksi inti yang menghasilkan nuklida – nuklida baru sebagai sumber radioaktivitas buatan dapat terjadi melalui jalan pembelahan (rekasi fisi) atau jalan penggabungan (reaksi fusi). Reaksi fisi dilakukan di dalam reaktor nuklir dengan cara menembaki sasaran dengan memakai neutron yang secara umum dapat dituliskan sebagai berikut :
X + n X + X + (2-3) n + E
Keterangan :
X : Inti bahan fisil
N : neutron penembak
A : Energi hasil pembelahan, kira – kira 200 MeV
X adalah inti baru sebagai hasil fisi yang berupa inti tidak stabil. Untuk menjadi stabil, inti – inti tersebut akan meluruh dengan memancarkan radiasi .
Pada reaksi inti dihasilkan neutron – neutron baru yang dapat meneruskan reaksi fisi selanjutnya secara berantai sehingga membentuk suatu deret yang sangat panjang. Deret peluruhan radiasi buatan ini dinamakan deret neptunium (Np). Pada Deret neptunium ini waktu paro induknya memiliki waktu paro sangat pendek dibandingkan ketiga deret di atas, selain itu deret neptunium juga tidak menghasilkan anakan berupa gas.
Tabel 4. Unsur – unsur radioaktif dalam deret Neptunium (Deret 4n + 1)
|
No |
Lambang |
Radiasi yang dipancarkan |
Waktu Paro |
|
1. |
dan |
1,3 tahun |
|
|
2. |
458 tahun |
||
|
3. |
6,75 hari |
||
|
4. |
|
2,20×10 tahun |
|
|
5. |
27 hari |
||
|
7. |
|
1,65×10 tahun |
|
|
8. |
|
7340 tahun |
|
|
9. |
14,8 hari |
||
|
10. |
10,0 hari |
||
|
11. |
|
4,8 menit |
|
|
12. |
|
0,018 detik |
|
|
13. |
dan |
47 menit |
|
|
14. |
4,20×10 detik |
||
|
15. |
|
2,2 menit |
|
|
16. |
3,3 jam |
||
|
17. |
Stabil |
– |
Sumber : Mukhlis Akhadi, 1997 : 114
Deret peluruhan thorium
Gambar 1. Deret peluruhan horium (Diamant, 1982:10)
Karena jenis radiasi pengion yang dipancarkan oleh inti radioaktif ada tiga macam yaitu sinar , sinar (baik beta positif maupun beta negatif) dan sinar , maka ada tiga garis peluruhan yang penggambarannya mengikuti ketentuan Soddy dan Fajans sebagai berikut :
- Pemancaran partikel bermuatan positif seperti sinar dan positron menyebabkan penurunan proton dalam inti, sehingga garis peluruhannya ke bawah condong ke kiri.
- Pemancaran partikel bermuatan negatif (sinar negatif) menyebabkan penambahan jumlah proton dalam inti, sehingga garis peluruhannya ke bawah condong ke kanan.
- Pemancaran radiasi elektromagnet (sinar ) tidak menyebabkan penurunan jumlah proton dalam inti, sehingga garis peluruhannya lurus ke bawah.
Arabiyatuna Arabiyatuna
