Friday, 8 May 2026
above article banner area

Tahap Persiapan Penambangan

Tahap Persiapan Penambangan

 

Suhala et al. (1995), menyatakan ada beberapa tahap persiapan penambangan adalah kegiatan yang dilakukan sebelum penambangan yang mencakup :

 

2.3.1. Perintisan (Pioneering)

 

Perintisan (Pioneering) adalah kegiatan persiapan yang mencakup pembuatan sarana  jalan  angkut  dan                                       penanganan  sarana  air  drainase  (saluran).  Dalam pembuatan   jalan,   lebar   dan   kemiringan   jalan  harus   sesuai   dengan   yang direncanakan   sehinggga   hambatan- hambatan  dalam  pengangkutan  bijih  (ore) mineral dapat diatasi dan tingkat keamanan pengguna jalan lebih terjamin. Untuk pembuatan jalan dapat dilakukan dengan menggunakan bulldozer.

Permasalahan air tambang mencakup pembuatan saluran, sumuran dan kolam penggendapan.   Dimensi   saluran,   sumuran   dan   kolam   penggendapan   harus disesuaikan  dengan    debit  air  yang  ada,  sehingga  air  tambang  tidak  langsung mengalir ke air bebas yang dapat menimbulkan masalah lingkungan.

 

2.3.2. Pembabatan (Clearing)

 

Pembabatan (Clearing)  adalah kegiatan atau pekerjaan  pembersihan  daerah yang akan ditambang  dari semak-semak,  pohon-pohon  kecil dan tanah maupun bongkahan-bongkahan  yang  menghalangi  pekerjaan  selajutnya.  Peralatan  yang sering  digunakan  untuk  kegiatan  pembersihan  tanah  tambang  adalah  tenaga manusia seperti gergaji, bulldozer, truk cungkil dan penggaruk (ripper).

 

2.3.3. Pengupasan Tanah Penutup (Stripping)

 

Pengupasan  tanah  penutup  (Stripping)  yang  dilakukan  pada  lapisan  tanah penutup biasanya dilakukan bersama-sama dengan clearing dan menggunakan bulldozer.  Pekerjaan  dimulai  dari tempat  yang lebih tinggi (puncak  bukit) dan tanah penutup didorong ke bawah kearah tempat yang lebih rendah sehingga alat dapat bekerja dengan bantuan gaya gravitasi.

 

 

2.3.4. Pembuatan Jenjang (Bench)

 

Pembuatan bench kelompok blok dan dimensi dari pada endapan akan turut mempengaruhi.  Bagian lereng bukit yang akan dipotong pada waktu pembuatan bench tersebut jika mempunyai  kadar yang cukup untuk di tambang maka akan diambil dan dianggap  sebagai bijih produksi,  akan tetapi jika kadarnya  rendah maka bagian tersebut didorong kesamping.

Untuk   menentukan   lokasi   dan   jumlah   bench   yang   akan   dibuat   yaitu berdasarkan pada tebal dan penyebaran dari pada endapan bijih dan diusahakan agar  alat-alat   mekanis   yang   digunakan   dapat   bergerak   dengan   baik,   serta ketinggian bench maksimal 4 meter.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *