Banyaknya cordless (tanpa kabel) sebenarnya didisain untuk memberikan solusi
terhadap permasalahan sistem microselular yang mempunyai kapasitas trafik yang tinggi
namun dengan konfleksitas rendah. Di beberapa negara, sistem ini sudah di Aplikasikan
untuk jarlokar dengan kwalitas yang cukup memuaskan.
Teknologi Cordless berangkat dari telepon cordless. Pada prinsipnya teknologi ini
mengganti Core (Kabel) dengan memanfaatkan gelombang radio dimana pemakai dapat
menggunakan teleponnya pada suatu batas tertentu (daerah cakupan). Teknologi awal
telepon cordless adalah CT 0 dan CT 1, generasi selanjutnya CT 2 yang dikembangkan
oleh ETSI (European Telecomunication Standard Institute) atau DECT (Digital European
Cordless Telecomunication)
CT 0 dan CT 1 masih menggunakan sistem manual, sedangkan CT 2, CT 3 dan
DECT menggunakan sistem digital. Perbandingan dari CT 2, CT 3 Dan DECT bisa
dilihat dalam tabel 3.1.
Melihat topologinya, DECT diaplikasikan untuk menggantikan jaringan lokal
seluruhnya, sedangkan CT 2 menggantikan saluran penanggalannya.
Arabiyatuna Arabiyatuna
