Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Tipe Kepribadian Extrovert dan Introvert

Tipe Kepribadian  Extrovert dan Introvert

 

Setelah gambaran pemikiran Jung me ngenai tipe kepribadian extrovert dan introvert diterjemahkan  ke dalam bahasa Inggris, ada banyak usaha – usaha yang dilakukan  untuk  menggunakan  kuesioner  dengan  tujuan  pengukuran  dari  sifat- sifat tipe kepribadian dan menghubungkan dengan aspek-aspek karakter individu, tetapi berbagai usaha ini tidak begitu berhasil.

Menurut    Eysenck    (dalam    Samuel,    1981),    tokoh    psikologi    yang

 

mengembangkan   pemikiran   Jung   mengenai   tipe   kepribadian   extrovert  dan introvert ,   ketidakberhasilan    tersebut   terjadi   karena   pemilihan   aite m-aitem pertanyaan   secara  statistik  sederhana  dan  tidak  berdasar  definisi  yang  jelas mengenai sifat yang dapat diukur. Sumbangan Jung dalam bidang penelitian kepribadian  menjadi  suatu  stimulus  yang  penting  dari  minat  umum  dalam  hal konsep, tetapi  pemikiran Jung mengenai hubungan tipe kepribadian extrovert dan introvert dengan fungsi-fungsi  rasional dan tidak rasional dari psikis yang sadar dan tidak sadar membingungkan dan menghalangi penelitian psikologis.

Eysenck menyempurnakan pemikiran Jung mengenai tipe kepribadian ekstrovert  dan introvert  dari  hasil  penelitian  dengan  tujuan  untuk  menemukan dimensi  kepribadian  primer.  Eysenck  menghasilkan  alat pengukuran  yang teliti untuk   menemukan   dimensi   kepribadian   primer,   yaitu   dengan   menggunakan metode  analisis  faktor  (dalam  Samuel,  W, 1981).  Penggunaan  metode  analisis

 

 

 

 

 

 

 

membutuhkan  kuesioner, oleh karena itu Eysenck dan istrinya   (dalam Smith & Vetter,   1982)   mengembangkannya,   yaitu:                          Maudesley  Medical  Questionarie (MMQ),  merupakan  konstruk  untuk  mengukur  faktor  neurotisme sebagai suatu dimensi kepribadian. MMQ kemudian diperbaiki menjadi  Maudsley Personality Inventory (MPI), yang mengukur dua faktor Neurotisme  dan Extraversion,  yang akhirnya dikembangkan lagi menjadi Eysenck Personality Questionnaire (EPQ).

Penggunaan analisis faktor ini juga digunakan oleh Cattel. Ada kesamaan prinsip antara Eysenck dengan Cattel yaitu bahwa dalam penyelidikan mengenai kepribadian, orang harus menggunakan data yang luas dan sebanyak mungkin. Perbedaan antara keduanya adalah Eysenck menggunakan criterion analysis, sedangkan Cattel menggunakan analisis faktor yang konvensional. Menurut Cattel (Feist & Feist, 1998) analisis faktor merupakan metode yang memudahkan pemahaman  mengenai  kepribadian  dan  benar- benar dapat menentukan  struktur dasar kepribadian.

Eysenck  (dalam  Eysenck  & Wilson,  1976)  menempatkan  model  hirarki struktur  kepribadian  dari  hal  yang  paling  umum  dan  mencakup  diantara  yang paling tinggi sampai pada hal yang paling khusus diantara yang paling rendah. Adapun urutan tersebut adalah sebagai: (a) Tipe, menurutnya adalah susunan beberapa  sifat yang dapat  diamati,  (b) Sifat,  adalah  beberapa  respon  kebiasaan yang saling berhubungan yang dapat diamati, (c) Respon kebiasaan, adalah respon yang  berulang- ulang  terjadi  kalau  individu   menghadapi   kondisi/situasi   yang sejenis, dan (d) Respon khusus, adalah perilaku atau respon pada suatu kejadian tertentu.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *