Sunday, 19 April 2026
above article banner area

Bersilaturrahmi Dengan Wakil Gubernur Bangka Belitung

Atas undangan Gubernur Bangka Blitung, saya hari Selasa, tanggal 12 Januari 2010 pergi ke Propinsi itu. Karena Gubernur ada acara dinas mendadak ke Jakarta, saya diterima oleh Wakil Gubernur. Undangan itu dimaksudkan untuk mengisi kegiatan diskusi pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bangka Belitung yang baru empat tahun berdiri. STAIN Bangka Belitung, yang biasa disingkat STAIN Babel, rupanya mendapatkan perhatian yang cukup aik dari pemerintah daerah, baik Bupati maupun Gubernur. Besarnya perhatian itu bisa dilihat dari misalnya, dalam pengembangan sekolah tinggi, undangan kepada para pembicara, ditanda-tangani oleh Gubernur. Perguruan tinggi Islam, satu-satunya yang berstatus negeri di propinsi itu, tidak saja mendapat anggaran dari Departemen Agama pusat, tetapi juga dari pemerintah daerah setempat. Perguruan tinggi ini sesuai dengan usianya yang baru berumur empat tahun, memang masih belum kelihatan terlalu maju. Baru memiliki 34 dosen tetap dan 12 karyawan. Jumlah mahasiswanya secara keseluruhan sekitar 800 an orang. Namun, karena bantuan pemerintah daerah, STAIN Babel telah memiliki kampus sendiri, dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 15 hektar. Luas kampus itu rencananya akan segera diperluas lagi hingga menjadi 50 ha. Dalam silaturrahmi dengan Wakil Gubernur itu, saya mendapatkan kesan sedemikian tinggi perhatian pemerintah terhadap pendidikan. Wakil Gubernur menjelaskan bahwa pada saat ini sumber daya alam sudah semakin habis, karena itu maka cara yang strategis untuk mengembangkan daerah, satu di antaranya adalah mendorong untuk pengembangan sumber daya manusianya. Hal itu ditempuh dengan cara pengembangan pendidikan. Oleh sebab itu, pengembangan di sector ini, —-karena diangap sebagai kunci strategis, harus mendapatkan prioritas utama. Hal yang menarik lagi, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Syamsudin Basyari, menjelaskan keinginannya untuk membangun lembaga pendidikan yang komprehensif, yaitu memadukan antara kepentingan pengembangan akhlaq melalui agama dan sekaligus ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Dia menyebutnya agar imtaq dan iptek harus dikemangkan secara bersama-sama. Wakil Gubernur menjelaskan pandangannya bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa dibarengi dengan pengembangan iman dan taqwa akan berbahaya. Pemimpin di masa depan menurutnya, harus dibekali kekayaan itu ——imtaq dan iptek secara seimbang. Wakil Gubernur mengungkap pengalamannya semasa kecil, bahwa anak-anak oleh orang tuanya selalu dibekali pengetahuan agama secara cukup. Sekarang ini, rupanya pengetahuan agam sudah tidak terlalu dipedulikan. Gejala seperti ini, menurutnya, adalah sangat bahaya dikemudian hari. Pejabat nomor 2 di Propinsi Bangka Belitung ini juga punya pandangan, yaitu kiranya sangat bagus jika semua lulusan SMP yang beraga Islam, untuk b isa diterima masuk di SMA harus sudah bisa membaca al Qur’an, dan syukur kalau sudah pernah tamat membaca seluruh isi kitab suci itu. Atas dasar pandangan itulah maka dia melihat keberadaan STAIN Babel sebagai institusi yang strategis dikembangkan untuk menyiapkan generasa ke depan yang lebih baik. Wakil Gubernur juga menyampaikan pandangannya bahwa perguruan tinggi Islam harus memformat kajiannya secara lebih luas, jangan hanya melahirkan ahli agama dalam pengertian terbatas, tetapi juga bisa melahirkan lulusan yang memiliki keahlian secara utuh itu, yaitu yang dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakatnya. Pandangan dan semangat pemerintah daerah yang demikian brilliant dan besar seperti itu, menurut hemat saya sebagai sebuah modal yang luar biasa besarnya untuk pengembangan pendidikan tinggi Islam di daerah ke depan. Saya hanya berharap, semoga aspirasi daerah ——-pemerintah dan masyarakatnya berhasil mendapat respon yang semestinya dari pemerintah pusat, terutama Departemen Agama dan juga Departemen Pendidikan Nasional. Saya yakin jika hal itu terjadi, pendidikan Islam akan menemukan momentumnya, berkembang dan maju. Melalui pendidikan seperti itulah, menurut hemat saya, menjadi jawaban terhadap berbagai problem bangsa ini ke depan secara nyata. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *