Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Di Seputar Ucapan Selamat Idul Fitri

Ucapan selamat idul fitri,  tiga sampai empat hari terakhir ini  datang dari mana-mana. Bermacam-macam cara mengirimkan dan juga ungkapan yang disampaikan. Di antaranya  lewat kartu lebaran, facebook, dan yang paling banyak melalui sms. Di antara berbagai cara itu yang paling gampang dijawab adalah kiriman ucapan selamat melalui facebook dan sms. Ucapan selamat  melalui  facebook  paling efisien, hingga dijawab sekali saja sudah nyampai ke seluruh nama yang tergabung dalam media itu.

  Cara mudah menjawab lainnya jika ucapan itu menggunakan sms. Begitu pesan  itu masuk langsung dijawab. Pengiriman ucapan selamat idul fitri  melalui sms, bisa dijawab   dengan cepat, murah,  dan mudah.  Rasanya hidup di zaman teknologi modern seperti sekarang ini  menjadikan hubungan antar orang  semakin mudah,  dan dalam waktu yang sangat singkat  bisa menjangkau kalangan luas.   Namun demikian, seperti yang saya tulis sebelumnya, bahwa  kepada orang tertentu, seperti kepada orang tua atau orang yang dituakan, tidak mungkin cukup dilakukan dengan kartu ucapan selamat, facebook, atau sms.  Terasa kurang mencukupi menyampaikan ucapan selamat kepada mereka itu hanya lewat sarana modern tersebut. Apalagi, masing-masing berada pada jarak yang masih bisa ditempuh. Kecuali, di antara keduanya berada di tempat yang  terlalu jauh, ——sedang di luar negeri, misalnya.   Membaca kalimat-kalimat yang disampaikan, baik melalui facebook atau sms,  kadang memang menarik. Kalimat yang dikirim itu adakalanya pendek, secukupnya. Tetapi ada juga yang panjang sekali. Selain ucapan selamat, memohon maaf atas kesalahan, ada  juga yang dilengkapi dengan pantun, puji-pujian pada Allah, kalimat-kalimat indah,  dan  filosofis. Semua itu,  bermaksud   mengajak gembira bersama di hari raya.   Selain itu, ada pula, —-terutama yang datang dari daerah Solo dan Yogyakarta,  menggunakan bahasa Jawa yang sangat halus. Terus terang, kadang saya tidak mengenali apa arti  masing-masing kata tersebut  sebenarnya secara tepat. Tetapi, secara garis besar saya memahami, bahwa   kalimat-kalimat tersebut diungkapkan sedemikian rupa, dengan maksud agar terasa lebih menghormati, hingga masuk dalam wilayah batin yang terdalam.   Namun sebaliknya, ada juga orang yang  sangat emosional dan aneh. Misalnya, pengirim sms  dengan mengatakan bahwa dirinya memang jelek, banyak berbohong, suka merepotkan,  menjengkelkan, pengganggu, kalau  berjanji tidak pernah ditepati dan seterusnya.  Lalu,  mengakhiri kalimatnya itu dengan meminta maaf. Selanjutnya, masih di sms itu pula,  dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa  mulai Idul Fitri  ini,  bertekat akan merubah perilakunya yang dianggap keliru itu.     Ungkapan tersebut, saya rasa  bagus. Dengan puasa ini, dia berhasil membangun kesadaran  atas kesalahannya selama itu,  dan bertekat akan mengubahnya. Melalui sms dengan kalimat emosional seperti itu, bisa dipahami bahwa,  orang tersebut sebenarnya tatkala melakukan kesalahan-kesalahannya  itu  tahu dan sadar,  bahwasanya ia sedang   berbuat salah.   Mendapatkan ucapan selamat lewat berbagai cara itu, saya senantiasa berusaha menjawabnya.  Saya menganggap bahwa sapaan tersebut harus direspon. Hanya karena jumlahnya yang sedemikian banyak, maka bisa jadi sebagiannya terlewatkan. Melalui tulisan ini, saya sebenarnya hanya ingin mengatakan bahwa,  sillaturrahmi di era modern seperti ekarang ini, semakin mudah dilakukan.   Namun  begitu, untuk hal-hal tertentu, teknologi itu tidak  mencukupi untuk digunakan.  Pertimbangan efektif dan efisien tidak selalu tepat dijadikan alasan. Hubungan-hubungan antar manusia, dalam banyak hal, harus dimaknai secara luas dan mendalam.  Tidak selayaknya  misalnya ucapan selamat atau sungkem  kepada orang tua hanya melalui facebook atau  sms. Dalam kehidupan ini, memang kadang ada tuntutan yang bersifat emosional yang harus dipenuhi. Sehingga, tidak semua hal cukup didasarkan pada  pertimbangan rasional belaka.   Wallahu a’lam.  

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *