Tuesday, 21 April 2026
above article banner area

Gubernur Penghafal Al Qur’an

Sudah sangat jelas, bahwa tidak banyak  pejabat, apalagi setingkat Gubernur hafal al Qurán. Mungkin saja  hal yang demikian itu  biasa terjadi  pada zaman awal perkembangan Islam, atau di negara-negara Islam. Akan tetapi rasanya sangat kecil kemungkinan itu terjadi di negara seperti Indonesia ini.   Namun nyatanya ada, yaitu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Tuan Guru Zainul Majdi, MA.

  Gubernur ini memang lahir dari keluarga pesantren, cucu  Maulana Syekh Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan,  Nusa Tenggara Barat. Ia memulai pendidikannya di sekolah dasar, lalu meneruskan ke madrasah Tsanawiyah hingga  Madrasah Aliyah. Setamat dari pendidikan menengah keagamaan, Zainul Majdi  meneruskan belajar di Universitas Al-Azhar, Mesir, hingga mendapatkan gelar master.  Bahkan pada saat sekarang ini, ia  masih berstatus sebagai mahasiswa program Doktor di perguruan tinggi Islam tertua di dunia itu.   Latar belakang  keluarga dan pendidikannya itu menjadikannya ia  sebagai penghafal al Qurán  hingga 30 juz. Gubernur NTB  pada hari Rabu tanggal  24 Nopember 2010 diundang oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk  memberikan kuliah umum  di hadapan para mahasiswa.  Sekalipun ia mengaku tidak memiliki kopentensi terhadap persoalan pendidikan, namun isi ceramahnya  tentang pendidikan masa depan,   diberikan sangat  luas dan mendalam.   Hafalan dan pengetahuannya tentang tafsir al Qurán yang luas, sehingga tatkala ia  menjelaskan tentang pendidikan,  justru menyentuh substansi  yang sebenarnya. Ia melihat pendidikan bukan sebatas   pada tataran  formal adminstratif dan managerial, melainkan sampai  menyentuh persoalan manusia yang mendasar.  Gubernur NTB mengatakan bahwa pendidikan sebenarnya bukan saja mengantarkan seseorang agar bisa menempati posisi-posisi penting di tengah masyarakat dan bahkan juga kemampuan untuk meraih peluang ekonomi, melainkan hendaknya berhasil mengantarkan seseorang menjadi shaleh.      Selain itu, dalam ceramahnya,  ia juga menjelaskan tentang betapa strategisnya posisi al Qurán dalam pendidikan. Semestinya, pendidikan dimulai dari al Qurán. Bahwa dengan memempelajari al Qurán dan  berhasil memahaminya, maka seseorang akan mendapatkan pengetahuan yang luas tentang alam dan  manusia,  hingga  yang bersangkutan akan mengenal terhadap siapa sebenarnya dirinya dan juga Tuhannya. Kesadaran tentang hidup yang sebenarnya, hanya akan bisa diperoleh  dari kitab suci itu.   Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa posisi al Qurán akan selalu melengkapi atau bahkan menyempurnakan apa saja  yang kurang pada diri siapapun.  Oleh karena itu, Gubernur  memberikan  apresiasi yang sangat tinggi  terhadap para mahasiswa UIN Malang, lebih-lebih kepada mereka  yang banyak menghafal al Qurán. Ia  juga menunjukkan kegembiraannya setelah mengetahui   bahwa  tidak kurang dari 10 % mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang  mengikuti program Tahfidz yang tergabung dalam Haiáh Tahfidz Al Qurán.   Gubernur NTB  juga menunjukkan kegembiraannya tatkala mendapatkan informasi,  bahwa  para penghafal al Qurán secara akademik   penghafal al Qurán secara akademik meraih prestasi tinggi dan  berasal  dari seluruh fakultas dan jurusan yang ada di kampus ini.   Penghargaan  terhadap penghafal al Qurán itu, oleh Gubernur  ditunjukkan dari keinginannya bertemu dengan salah seorang mahasiswa yang baru saja diwisuda, yang  hafal al Qurán. Mahasiswa dimaksud  lulus dari jurusan fisika, hafal al Qurán 30 juz dan skripsinya ditulis dengan Bahasa Arab. Dalam pertemuan itu, Gubernur memberikan penghargaan dan hadiah  kepada mahasiswa yang bersangkutan. Dari pemandangan itu, saya menangkap  sedemikian besar   perhatian Gubernur NTB  terhadap  penghafal al Qurán. Selain itu, saya juga melihat bahwa,  seorang pejabat yang dekat dengan al Qurán  ternyata memiliki jangkauan pandangan yang luas, seluas wilayah kehidupan ini secara keseluruhan. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *