Friday, 8 May 2026
above article banner area

Guru Besar UIN Maliki Malang yang Teguh Pendirian telah Wafat

Guru besar yang saya maksudkan sebagai seorang yang sangat teguh pendiriannnya itu adalah Prof.Drs.Mohammad Kasiram, M.Sc.  Beliau pada hari Senin sekitar jam 15.30 wafat di rumah sakit Aisyiah Malang, setelah dokter merawatnya hanya beberapa jam saja. Penurut penuturan putranya, Gunawan, ayahnya  pada hari itu sekitar jam 10 pagi  kesehatannya tampak menurun, dan oleh karena itu dibawa ke rumah sakit. Sekalipun pada awalnya  dimaksudkan  sekedar untuk  berkontrol, ternyata 5 jam kemudian dipanggil oleh Allah untuk selama-lamanya, beliau wafat.

Prof. Mohammad Kasiram, M.Sc adalah orang yang selama hidupnya mengabdikan diri  dalam pendidikan Islam. Setelah lulus dari Universitas Gajah Mada pada awal tahun 1960 an, beliau diangkat menjadi dosen tetap di IAIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Malang yang kini lembaga itu berubah menjadi UIN Maliki Malang.  Pada  akhir tahun 1970-an hingga awal tahun 1980 beliau mendapatkan kesempatan belajar di Universitas Florida Amerika serikat hingga mendapatkan gelar master atau S2. Berbekalkan pendidikanmnmya itu, beliau menjadi dosen yang sangat berwibawa dan disegani oleh kolega dan apalagi para mahasiswanya. Selain memberi kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, beliau pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Muhammadiyah Malang.  Selanjutnya, setelah menjabat sebagai dekan, beliau  dipercaya menjabat sebagai Rektor perguruan tinggi Islam swasta itu selama dua periode. Memang secara fisik, perkembangan universitas Muhammadiyah Malang ketika beliau menjabat sebagai rektor,  tidak banyak mengalami perkembangan yang berarti. Akan tetapi, dari aspek kelembagaan sebenarnya justru tertata pada masa periode kepemimpinan Prof. Mohammad Kasiram ini. UMM  secara kelembagaan, sejak itu  mulai tertata secara benar. Universitas Muhammadiyah Malang,  semula hanya  terdiri atas Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ilmu Sosial.  Selain itu ada fakultas ekonomi, tetapi tidak lama kem udian berhenti aktifitanya oleh karena tidak ada peminat.  Kedua fakultas tersebut, yaitu fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ilmu Sosial bisa bertahan oleh karena didukung oleh fakultas-fakultas cabang yang ada di daerah-daerah, yaitu di Pacitan, Ponorogo dan Madiun. Setelah itu disusul berdiri cabang lainnya, yaitu di Gresik dan di  Lumajang. Pembukaan kelas cabang di Gresik dan Luimajang setelah UMM membuka dan mengakltifkan kembali fakultas baru, yaitu FKIP dan Faklultas Ekonomi. Pada saat kepemimpinan Prof. Mohammad Kasiram, M.Sc, muncul kebijakan pemerintah untuk melakukan penataan kelembagaan bagi seluruh  PTS.  Kebijakan itu di antaranya  bahwa lembaga pendidikan tinggi yang berbentuk universitas harus memiliki fakultas eksakta. Atas dasar kebijakan itu  maka,  Prof. Mohammad Kasiram M.Sc melakukan pembenahan secara mendasar terhadap universitas yang sedang dipimpinnyha. Universitas Muhammadiyah Malang yang hanya terdiri atas dua fakultas tersebut, berusaha  ditambah  dengan fakultas baru. Cara yang ditempuh ketika itu adalah menyatukan antara fakultas yang ada dengan dua perguruan tinggi Muhammadiyah yang masih dalam perintisan, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas pertanian yang dipimpin oleh Drs.H.Soekiyanto, yang kegiatannya berada  di Jalan Bendungan Sutami, Malang. Kini tempat kegiatan  tersebut  dikenal dengan  sebutan kampus II UMM.   Oleh karena itu, Pak Mohammad Kasiram dan Pak Soekiyanto, keduanya adalah merupakan tokoh Muhammadiyah yang sangat besar jasanya pada pengembangan Universitas Muhammadiyah Malang. Apalagi beliau, setelah berhenti menjadi Rektor selama dua kali, masih berkenan lagi menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.  Sedangkan Pak Soekiyanto menjabat sebagai Pembantu Rektor II di kampus itu tidak kurang dari 13 tahun. Peran kedua tokoh tersebut  di Universitas Muhammadiyah Malang, bagi siapapun yang mengetahui sejarah pertumbuhan kampus Islam itu akan menyebutnya sebagai amat besar sekali. Apalagi sekalipun tidak menjabat, kedua beliau masih tetap menjadi dosen yang tidak pernah berhenti hingga wafat. Sedangkan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, beliau pernah menjabat sebagai kepala biro penelitian,  dan selanjutnya  pernah menjabat sebagai Wakil Dekan dua. Selain itu, setelah lembaga ini berubah menjadi universitas, dan membuka program pascasarjana, beliau menjabat sebagai direkturnya. Selanjutnya, setelah  ada pergantian, dan  tidak lagi menjabat sebagai direktur pascasarjana, beliau masih berkenan aktif di lembaga jaminan mutu UIN Maliki Malang. Melihat  cara kerja dan pengabdiannya, Prof. Mohammad Kasiram adalah sosok pendidik yang sangat patut dan seharusnya  dicontoh dan atau  ditauladani. Dedikasi beliau terhadap tugas, kepemimpinan, dan apalagi integritasnya dalam pengembangan keilmuan amat baik. Sejak awal menjadi dosen, beliau  selalu menulis  berbagai buku, hingga kini jumlahnya puluhan, yang bisa dibaca oleh para mahasiswanya. Kegiatan menulis itu tidak pernah berhenti hingga usia beliau telah lanjut.Bagi saya pribadi, sedikitnya ada dua hal yang  sangat mengesankan dari kehidupan Prof. Mohammad Kasiram , M.Sc . Pertama, adalah begitu besar  semangat beliau  untuk menyusun konsep tentang integrasi antara  al Qur’an dan hadits nabi dengan  ilmu pengetahuan. Pandangan integrasi antara kitab suci dan ilmu pengetahuan,   menurut beliau adalah logis dan benar, maka harus disusun konsep secara jelas agar dipahami oleh banyak orang.  Universalitas ajaran Islam akan tampak manakala antara al Qur’an dan hadits dilihat secara terintegratif dengan ilmu pengetahuan. Untuk memberikan sumbangan terhadap konsep  itu,  beliau menyusun buku  tentang filsafat dan metodologi penelitian.       Kedua,  yang menarik bagi saya adalah bahwa   semakin bertambah umur beliau  ternyata semakin meningkat pula  kehidupan spiritualnya. Pada setiap kali mendengar dikumandangkan adzan sebagai tanda  telah masuk  waktu shalat, beliau segera mengambil air wudhu dan datang ke masjid untuk shalat berjama’ah. Selain itu, pada setiap dilaksanakan khotmul Qur’an pada setiap hari kamis malam jum’at pada minggu terakhir, beliau selalu hadir. Dengan berkaca mata, dan memilih al Qur’an yang ukuran hurufnya agak besar, Pak Kasiram selalu membaca al Qur’an di forum itu. Prof. Kasiram selalu hadir, sekalipun pelaksanaannya di malam hari. Hal itu saya menyebut, bahwa kehidupan spiritual Pak Mohammad Kasiram semakin tumbuh di usianya yang semakin bertambah. Pelajaran penting lainnya yang saya dapatkan dari Prof. Mohammad Kasiram, M.Sc  adalah keteguhannya dalam memegang sesuatu yang dianggap benar. Tatkala beliau menjabat sebagai wakil Dekan II  sekalipun diprotes dan didemo begitu keras, Pak Kasiram tidak mau  bergeser dari pendapatnya. Demikian pula tatkala terjadi kmonflik di UMM terkait dengan kepem impinan yang melibatkan dirinya, sekalipun  beliau mendapatkan ancaman yang sedemikian keras, beliau tetap berada pada pendiriannya. Seingat saya,  saya  pernah memberikan masukan kepada beliau, agar  menghindari konflik, ternyata usul saya  ditolak. Beliau mengatakan bahwa sikapnya sudah benar,karena membela kebenaran itu sendiri. Dalam membela kebenaran, tidak boleh berputus asa. Inilah pelajaran penting lainnya, yang saya dapatkan dari Prof. Mohammad Kasiram, M.Sc, yakni harus teguh dan konsisten dalam membela kebenaran. Tatkala menyambut dalam mengantarkan jenazahnya, saya mengatakan bahwa  Prof. Mohammad Kasiram, M.,Sc telah  mendapatkan keberuntungan yang besar dalam hidupnya. Beliau dikarunia ilmu pengetahuan yang luas, keimanan, amal shaleh,  akhlak  mulia dan bahkan juga anak dan cucu-curu yang shaleh dan shalikhah hingga  menyenangkan hati. Semoga Prof. Mohammad Kasiram, M.Sc , khusnul khotimah, diampuni segala kesalahannya, dilipat gandakan pahala amal shalehnya, dan ditempatkian pada tempat yang mulia, bersama-sama orang-orang yang dicintai-Nya, amien.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *