Related Articles
Stress/Tekanan
January 17, 2018
KLASIFIKASI BUNYI DALAM BAHASA ARAB
October 11, 2017
Hikmah
May 5, 2017
KEBANGKITAN BAHASA ARAB DI TURKI
April 4, 2017
MENGENAI SAYA
FOLLOWERS
PRESUPPOSISI/PRAANGGAPAN
Jika kita mengatakan bahwa kalimat (1) mengandung proposisi p dan kalimat (2) mengandung proposisi q, maka dengan menggunakan simbol >> yang berarti “yang dipraanggapkan”, kita dapat menggambarkan hubungan itu seperti dalam (3)
(1) Anjing Mary itu cantik (=p)
(2) Mary mempunyai seekor anjing (=q)
(3) p >> q yang artinya kalimat “Anjing Mary itu cantik) dipraanggapkan “Mary mempunyai seekor anjing”.
Apabila kalimat (1) diubah menjadi kalimat negatif seperti pada kalimat (1a), kita akan melihat bahwa hubungan presupposisi tidak berubah. Yaitu diulang seperti (2a), proposisi q yang sama berlanjut dipresupposisikan oleh TIDAK p, sebagaimana ditunjukkan dalam (3a).
(1a) Anjing Mary tidak cantik (TIDAK p)
(2a) Mary mempunyai seekor anjing (=q)
(3a) TIDAK p >> q yang artinya kalimat “Anjing Mary tidak cantik” dipraanggapkan “mary mempunyai seekor anjing)
Anjing Mary cantik memiliki praanggapan bahwa Mary mempunyai anjing, kalimat Anjing Mary tidak cantik juga memiliki praanggapan bahwa Mary mempunyai anjing
Sifat presupposisi ini biasanya dijelaskan sebagai keajegan di bawah penyangkalan. Pada dasarnya, keajegan di bawah penyangkalan berarti bahwa presupposisi suatu pernyataan akan tetap ajeg (yakni: tetap benar) meskipun kalimat pernyataan itu dijadikan menyangkal.
Contoh lain:
(1b) Setip orang tahu bahwa John itu seorang ‘gay’ (=p)
(2b) Tidak semua orang tahu bahwa John itu seorang ‘gay’ (=TIDAK p)
(3b) John itu seorang ‘gay’ (=q)
(4b) p >> q dan TIDAK p >> q
Walaupun kedua penutur tidak sepakat tentang validitas p (yang terdapat dalam pernyataan (1b), keduanya mengasumsikan kebenaran q (3b) yaitu bahwa John seorang ‘gay’ pada waktu membuat pernyataan mereka. Proposisi q, seperti ditunjukkan (4b) dipresupposisikan oleh p dan TIDAK p keduanya, masih ajeg di bawah penyangkalan.
Rujukan: Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baca Juga: Praanggapan dan Entailmen
TRANSLATE TO
-
Kata Arbitrer bisa diartikan ‘sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu ada…
-
Dalam kaitan dengan keilmuan, sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem …
-
Dalam kehidupannya, manusia memang selalu menggunakan lambang atau simbol. Hampir idak ada kegiatan yang tidak terlepas dari simbol. Termasu…
-
Bahasa adalah sistem dan bahasa adalah lambang, maka bahasa adalah bunyi, maka seluruhnya dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang…
-
sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Area_Broca Ada berbagai macam afasia, bergantung pada daerah mana hemisfer kita yang ter…
-
A. Pengertian Bahasa a. Sumber : Silabus, Hand out, dan Media Pembelajaran Linguistik Umum oleh Drs. Hari Bakti Mardikant…
-
Sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar, kalau dibutiri akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa…
-
Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa ( language learning ). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses ya…
-
Frase pemerolehan bahasa terbentuk dari kata “pemerolehan” dan kata “bahasa”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI)…
-
Psikolinguistik merupakan ilmu hibrida, yaitu ilmu yang merupakan gabungan antara dua ilmu, yaitu psikoogi dan linguistik. Benih ilmu ini se…
LABELS
- Fonologi (2)
- Linguistik Umum (14)
- Morfologi (1)
- Pragmatik (12)
- Pragmatik Klinis (1)
- Psikolinguistik (11)
- Semantik (7)
- Sosiolinguistik (6)
Arabiyatuna Arabiyatuna









0 komentar:
Poskan Komentar