Tuesday, 14 April 2026
above article banner area

keanekaragaman jenis flora dan fauna termasuk mesofauna tanah

Indonesia  merupakan  salah  satu  negara  disebut  “Mega Biodiversity”  setelah Brazil dan Madagaskar. Diperkirakan 25% aneka spesies dunia berada di Indonesia, yang mana dari setiap jenis tersebut terdiri dari ribuan plasma nutfah dalam kombinasi yang cukup unik sehingga terdapat aneka gen dalam individu. Secara total keanekaragaman hayati di Indonesia adalah sebesar 325.350 jenis flora dan fauna. Keanekaragaman adalah variabilitas  antar  makhluk  hidup  dari  semua  sumber  daya,  termasuk  di  daratan, ekosistem-ekosistem  perairan,  dan  komplek  ekologis  termasuk  juga  keanekaragaman dalam spesies di antara spesies dan ekosistemnya. Sepuluh persen dari ekosistem alam berupa suaka alam, suaka margasatwa,taman nasional, hutan lindung, dan sebagian lagi bagi  kepentingan  pembudidayaan  plasma  nutfah,  dialokasikan  sebagai  kawasan  yang dapat memberi perlindungan bagi keanekaragaman hayati (Arief, 2001).

Salah satu cagar alam yang terdapat di Sumatera adalah Cagar Alam Sibolangit yang terletak di kawasan Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Daerah Tingkat II Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara. Sebagian dari kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit ini dialihfungsikan sebagai hutan wisata, yang dikenal dengan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Manfaat yang diperoleh dari kawasan ini sangat penting, bukan hanya dari keragaman tumbuhan yang dapat dijadikan koleksi saja, melainkan juga memberikan   kontribusi   yang   sangat   penting   bagi   keperluan   pendidikan   serta pengembangan pariwisata.

Pada  saat  ini,  informasi  mengenai  keanekaragaman  fauna  tanah  khususnya mesofauna tanah yang terdapat di kawasan TWA Sibolangit masih belum memadai. Untuk  itu  perlu  dilakukan  kegiatan  inventarisasi,  sehingga  dapat  membantu  dalam penyediaan data yang diperlukan untuk referensi bagi pihak pengelola. Mesofauna tanah adalah hewan tanah yang memiliki ukuran tubuh 0,16-10,4 mm. Menurut Setiadi (1989), peranan terpenting dari organisme tanah di dalam ekosistemnya adalah sebagai perombak bahan anorganik yang tersedia bagi tumbuhan hijau. Nutrisi tanaman yang berasal dari berbagai residu tanaman akan mengalami proses dekomposisi sehingga terbentuk humus sebagai sumber nutrisi bagi tanah.  Dapat  dikatakan bahwa peranan ini sangat penting dalam   mempertahankan   dinamika   ekosistem   alam.   Selain   itu   Suharjono   (1997), menyebutkan beberapa jenis fauna permukaan tanah dapat digunakan sebagai petunjuk

(indikator) terhadap kesuburan tanah atau keadaan tanah. Keberadaan mesofauna tanah

sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti suhu udara, suhu tanah dan pH tanah, sehingga perlu diketahui seberapa besar faktor lingkungan  mempengaruhi keberadaan mesofauna tanah di TWA Sibolangit.

Sebagai kawasan konservasi, Taman Wisata Alam Sibolangit diharapkan dapat menjadi  kawasan  pengawetan,  pemeliharaan  dan  perlindungan  bagi  keanekaragaman hayati. Secara tidak langsung berarti dapat melestarikan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat di dalamnya, termasuk mesofauna tanah.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *