Tiba2 saja sang anak yg masih duduk di bangku SD kelas 1, sambil tidur2an di lantai lalu berkomentar pada mamanya.
“Ma..kenapa sich…Allah ciptain orang jahat..?” tanyanya polos.
“Hmm..Allah nda ciptain orang jahat..tapi..orang itu sendiri yg milih jadi jahat..!” jawab mama sambil tersenyum pada anak kecilnya.
“Lalu..sudah tahu orang itu jahat..kenapa enggak dimatiin aja sama Allah..?” tanyanya lagi sambil cemberut kesal.
“Hehehe..iyalah..nanti juga akan dimatiin sama Allah, kalau sudah sampai batas umur yg ditentukan oleh Allah..” jawab mama geli melihat wajah kesal anaknya.
“Kenapa enggak sekarang aja dimatiinnya..kan dia sudah buat orang lain susah ma..?” tanyanya lagi penasaran.
“Lho..kalau semua orang jahat dimatiin buru2..terus enggak ada ujian buat orang baik dong..?? lagi pula..semua orang sudah punya batas umur yg ditentukan oleh Allah, kapan dia meninggalnya de..” jawab mama sambil tersenyum2 pada anaknya.
“Hmm..ujian itu apa sich ma..?” tanyanya lagi..
“Hmm..gini de..Allah itu kan ciptain ada syurga dan ada neraka..kalau orang yg baik akan dimasukan ke dalam syurga dan orang jahat akan dimasukkan ke dalam neraka.. terus..kalau semua orang baik..berarti syurga penuh dan neraka enggak ada penghuninya dong..?? kan jadi mubajir..sudah dibuat tapi enggak dihuni..” hehehe jawab mama yg berusaha masuk logika buah hatinya.
“Oh iya..ya..nanti ade enggak kebagian tempat di syurga ya..? kalau semua orang masuk syurga..” jawabnya polos sambil tertawa2.
============
Spt biasa pulang sekolah, pasti ada aja cerita yg disampaikan oleh anaknya yg tertua.
Anak : “Ma..aku kesal banget sama Sherly tadi..!” cerita anak yg terlihat sekali wajah kesalnya.
Mama : “Hmm..memang si Sherly buat apa sama kamu..?” tanya mama datar.
Anak : “Tadi si Sherly lempar uang untuk pengemis ke comberan..! mentang2 dia pengemis, emang boleh apa lempar uang begitu..?! mending enggak usah dikasih aja kalau dilempar begitu..!” kesal anak yg terlihat hampir menangis.
Mama : “Lalu..kamu bilang apa sama Sherly..?” tanya mama yg mulai merhatiin wajah anaknya yg mulai ingin menangis.
Anak : “Aku bilang..Sherly kenapa kamu lempar uang itu ke comberan..?! terus jawab Sherly..biarin aja, toch…dia cuma pengemis..!” cerita anak yg akhirnya menangis.
Mama : “Terus..?” tanya mama yg serius merhatiin anaknya cerita.
Anak : “Akhirnya uang jajanku aku kasih ke Sherly untuk gantiin uang yg dikasih ke pengemis itu..kasihan pengemis itu ma..dia turun ke comberan ambil uang itu..! aku bilang ke Sherly..ini uangnya aku gantiin, baru kasih segitu aja pake dilempar..!” cerita anak sambil terisak karena tangis.
Mama : “Hmm..harusnya kamu larang pengemis itu untuk ambil uang yg dicomberan, dan uang kamu itu yg kamu kasihkan ke pengemis dan biarkan si Sherly yg ambil uang itu ke comberan..!” usul mama sambil menghapus air mata anaknya.
Anak : “Aku lupa ma..!” isak anak yg menyesali dirinya dan wajahnya sudah dipenuhi oleh air matanya.
============
Sambil membuka2 buku bacaannya sang anak yg masih duduk di kelas 1 SD, mulai bertanya2 lagi pada mamanya..
“Ma..yg ciptain ade itu kan Allah ya..? terus..yg ciptain mama juga Allah..? lalu siapa yg ciptain Allah..?” tanyanya dengan wajah lugu dan mata masih tertuju pada buku bacaan yg hanya di buka2 olehnya.
“Nda ada..!! Allah nda ada yg ciptain..” jawab mama sedikit tersentak.
“Koq..aneh ya ma..? koq Allah nda ada yg ciptain..? terus..Allah ada sendiri begitu aja ya..ma..? ade jadi bingung nich ma..?” tanya anak lagi dengan wajah biasa dan mau keluar dan bermain diluar rumah.
“Lho..koq..bingung, tapi malah keluar rumah..?!” rangkul mama yg langsung memeluk tubuh anaknya yg mau keluar rumah.
“Yuukk..kita masuk kamar mama aja ya..?” usul mama sambil menggandeng tangan anaknya masuk kamar.
“Sekarang coba ade baca ya..?” usul mama sambil membuka Al-Qur’an surat Al-Ikhlas dan meminta sang anak membacanya.
“Hmm..katakanlah : “Dia-lah Allah yg Maha Esa, Allah adalah Tuhan yg bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada di peranakkan, dan tidak ada seorangpun yg setara dengan Dia..” baca sang anak dengan logat bacaan yg masih belum begitu lancar, tapi jelas.
“Hhmm..berarti Allah itu tidak beranak dan tidak punya anak ya ma..?” tanyanya lagi.
“Iya..dong..kalau Allah beranak dan punya anak, berarti Allah sama dengan mama dong..?” jawab mama sambil tersenyum2 pada anaknya.
“Hehehe..iya. .ya..Allah hebat ya..ma..? Allah ada begitu aja, dan enggak ada yg lahirin..” komentarnya polos.
“Hmm..emang ade tahu nda..? sekarang Allah ada dimana..?” Tanya mama mulai memancing anaknya.
“Ya..ada di langit lah..?” jawabnya spontan.
“Hehehe..hebat. .ade pinter ya..?” puji mama sambil memeluk anaknya.
“Ma..Al-qur’an ini apaan sich ma..? tulisan Allah ya..ma..?” tanyanya lagi yg mulai kumat kritisnya.
“Hmm..Al-qur’an itu perkataan Allah..dan di Al-Qur’an ini, Allah menceritakan semua ttg apa2 yg pernah terjadi dan apa2 yg belum terjadi..” jawab mama yg mulai garuk2 kepala dan kemudian sang mama melanjutkan perkataannya.
“Dan di kitab ini, Rasulullah Muhammad saw. berkata dan di kitab ini juga terdapat cerita2 ttg kebiasaan Rasulullah dahulu..” terang mama sambil menunjukkan kitab hadist Bukhari pada anaknya yg kecil itu.
“Oohh..gitu ya ma..? jadi..Al-Qur’an ini perkataannya Allah dan buku yg itu perkataannya Muhammad ya..?” jelas anak sambil menunjuk ke dua kitab yg berada di hadapannya.
“Hehehe..iya. .betul, ade pintar ya sekarang..?” puji mama sambil mencium buah hatinya dan sang anak hanya tersenyum2 bangga karena pujian mamanya.
Arabiyatuna Arabiyatuna
