Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Jika keluhan khas, ...
Read More »Pemeriksaan Diabetes Melitus
Pemeriksaan penyaring yang khusus ditujukan untuk DM pada penduduk umumnya (mass-screening = pemeriksaan penyaring) tidak dianjurkan karena disamping biaya yang mahal, rencana tindak lanjut bagi mereka yang positif belum ada. Bagi mereka yang mendapat kesempatan untuk pemeriksaan penyaring bersama penyakit lain (general check up) , adanya pemeriksaan penyaring untuk DM ...
Read More »Diagnosis Diabetes Melitus
Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah, tidak dapat ditegakkan hanya atas dasar adanya glukosuria saja. Dalam menegakkan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai. Untuk diagnosis DM, pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan glukosa darah ...
Read More »DIABETES MELITUS
Yang dimaksud dengan Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi. Di Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya , yaitu berupa penurunan kualitas ...
Read More »Hubungan antara sistem saraf dan hormon
Sistem saraf dan endokrin sangat berkaitan, keduanya berperan dalam komunikasi antar sel dan berevolusi dari asal yang sama. Kedua sistem ini bertanggung jawab dalam sistem koordinasi tubuh untuk menjaga homeostatis. Neural kontrol hormon Sistem saraf mengontrol sistem endokrin dalam 2 jalur yaitu hipotalamus dan sistem saraf autonom ( sipatik ...
Read More »Reseptor tirosin kinase, intraseluler , kontrol perantara
Reseptor tirosin kinase Insulin dan faktor pertumbuhan (like insulin ) termasuk dalam reseptor tirosin kinase. Reseptor ini merupakan glikoprotein dengan aktivitas kinase ( penambahan gugus fosfat ) yang dipicu oleh pengikatan hormon. Reseptor memfosforilasi dengan menambha fosfat pada residu tirosin. Reseptor intraseluler : Hormon yang dapat melewati membran sel ...
Read More »Reseptor permukaan sel
Reseptor permukaan sel dibutuhkan untuk hormon protein yang tidak dapat melewati membran sel ( katekolamin ) . Reseptor harus memindahkan sinyal eksternal ke dalam sel. Reseptor permukaan sel merupakan glikoprotein yang membentang melewati membran sel, sehingga punya dua permukaan ekstra sel dan intrasel. Ketika reeeptor mengikat hormon, hal ini memicu ...
Read More »Hormon reseptor
Sel target memiliki reseptor hormon yang unik dan spesifik untuk tiap hormon. Jumlah reseptor ini dapat meningkat atau berkurang tergantung kekuatan effek hormon. Reseptor ditemukan dalam dua lokasi : Reseptor permukaan sel : untuk polipetida dan katekolamin, diaktifkan atau dihambat oleh enzim yang mempengaruhi sisntesis protein Reseptor intraseluler : untuk ...
Read More »Hormon parakrin
Eicosanoid Meskipun eicosanoid tidak selalu dimasukkan dalam kelas hormon, namun mereka memiliki peran penting dalam proses fisiologis : Hormon ini berukuran kecil, larut dalam lemak dan beraksi dalam parakrin ( lokal ). Hormon inii merupakan derivat dari pospolipid dalammembran sel yang disebut asam arakidonat yang dipecah oleh enzim pospolipase A2. ...
Read More »Hormon dari modifikasi asam amino
Beberapa hormon diproduksi dari modifikasi asam amino dalam jumlah sedikit, larut dalam air, dan dapat melewati membran sel. Hormon ini disekresikan oleh : Kelenjar tiroid ( hormon tiroksin ) Medula adrenal ( katekolamin : adrenalin dan noradrenalin ) Hipotalamus ( dopamin ) Kelenjar pineal ( melatonin ) Sintesis Hormon ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
