Saturday, 18 April 2026
above article banner area

LESSON STUDY DAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN GURU

    LESSON STUDY
DAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN GURU

Ibrohim

    Berpusat pada realitas  apa yang nyata dibelajarkan dan bgm membelajarkannya.
    Berkelanjutan, bukan one shot
     Berdasarkan bukti  merespon bukti mengenai proses dan hasil belajar siswa
     Tidak berdiri sendiri  dikaitkan dengan aspek-aspek lain perubahan yang terjadi di sekolah

    MENGAPA LESSON STUDY?
(3) tujuan pelajaran dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran di kelas,

(4) berdasarkan pengalaman real di kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran, dan

(5) lesson study akan menempatkan peran para guru sebagai peneliti pembelajaran (Lewis, 2002).

    menentukan tujuan jangka panjang yang akan dicapai para siswa;
    merencanakan pe­la­jaran secara kolaboratif;
     mengkaji secara teliti belajar dan perilaku siswa;
     mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang dapat diandalkan; dan
     melakukan refleksi terhadap pengajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan siswa dan koleganya (Lewis, 2002)
    Bagaimana Melaksanakan Lesson study?
    Merencanakan Research Lesson
Pertanyaan berikut ini bisa menjadi acuan:
    Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini?
    Apa yang kita harapkan dikuasai siswa pada akhir pelajaran?
    Apa saja rangkaian pertanyaan dan atau pengalaman belajar siswa yang akan mendorong siswa memperoleh pengetahuan yeng lebih lanjut?
    Kegiatan apa yang mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa?
    Apa bukti tentang hasil belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang harus dikumpulkan untuk data diskusi pada saat refleksi dan bagaimana instrumen pengumpulnya?
    Mengajar dan Mengamati Research Lesson
    Seorang guru melakukan pembelajaran di kelas
    Anggota group melakukan observasi sesuai dengan tugas pengamatan masing-masing
    Perekaman kegiatan pembelajaran dengan handycam sangat di anjurkan
    Mendiskusikan dan menganalisis hasil pengamatan
Panduan sebagai berikut:
    Guru pengajar diberi kesempatan pertama untuk melakukan refleksi
    lesson study milik semua, bukan hanya milik Guru pengajar saja,  pembelajaran ini adalah tanggungjawab bersama.
    Team atau group sebaiknya menyampaikan tujuan research lesson.
    Evaluasi dan komentar berdasar data
    Waktu diskusi bebas terbatas.
    Refleksi dan penyempurnaan untuk kegiatan berikutnya

    Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk meningkatkan pembelajaran ini?
    Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk mengujicoba pembelajaran ini di kelas mereka sendiri?
    Apakah kelompok sudah puas dg tujuan-tujuan dan  operasional group lesson study?
    Adakah yang berguna dan bernilai tentang lesson study?
    Apakah Lesson study dapat meningkatkan kualitas anggota-anggotanya ?
    Apakah Lesson study meningkatkan kualitas siswa?
    Apakah pihak lain terinformasikan hasil lesson study kita?
    TAHAP LESSON STUDY MENURUT LEWIS
1. Membentuk Grup Lesson study
    merekrut anggota kelompok,
    menyusun komitmen waktu khusus,
    menyusun jadwal pertemuan, dan
     menyetujui aturan kelompok.
    2. Memfokuskan Lesson study
    menyepakati tema penelitian (research theme), fokus penelitian, atau tujuan utama penelitian;
    memilih mata pelajaran; serta
    memilih topik dan unit pelajaran (lesson)

Dalam penentuan tema penelitian suatu lesson study, perhatikan tiga hal.
    bagaimana kualitas aktual para siswa saat sekarang?
    apa kualitas ideal para siswa yang diinginkan di masa mendatang?
    adakah kesenjangan antara kualitas ideal dan kualitas aktual para siswa yang menjadi sasaran lesson study?
    3. Merencanakan Research Lesson
Rencana itu akan memandu proses pembelajaran, pengamatan, dan diskusi tentang research lesson serta mengungkap temuan yang muncul selama lesson study berlangsung.

Rencana research lesson ini biasa ditulis dalam suatu tabel yang memuat tiga atau empat kolom.
    pertanyaan, masalah, dan aktivitas yang harus dikemukakan oleh guru
    jawaban-jawaban siswa yang diantisipasi
    jawaban-jawaban yang direncanakan guru untuk siswa
    butir-butir yang perlu dicatat selama pelajaran (atau “evaluasi”)
    4. Mengajar dan Mengamati Research Lesson
    Guru anggota kelompok yang sudah ditunjuk atau disepakati melaksanakan tugas untuk mengajar lesson yang sudah ditetapkan,
    Anggota kelompok yang lain mengamati lesson tersebut   direkam atau didokumentasikan
    Peranan pengamat selama lesson study adalah mengumpulkan data dan bukan membantu siswa..
    Selanjutnya, setiap anggota kelompok lesson study sebaiknya diberi tugas dan tanggung jawab tertentu.
    5. Mendiskusikan dan Menganalisis Research Lesson
    Research lesson yang sudah diimplementasikan perlu didiskusikan dan dianalisis shg dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk perbaikan atau revisi research lesson.  
    Diskusi dan analisis tentang research lesson sebaiknya memuat butir-butir:
    Refleksi instruktur,
    Latar belakang anggota kelompok lesson study,
    Presentasi dan diskusi tentang data dari research lesson,
    Diskusi umum,
    Komentator dari luar (optional), dan
    Ucapan terimakasih (Lewis, 2002).
    6. Merefleksikan Lesson study dan Merencanakan Tahap-tahap Berikutnya
    Dalam merefleksikan lesson study hal yang perlu dilakukan adalah memikirkan tentang apa-apa yang sudah berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana dan apa-apa yang masih perlu diperbaiki.
    Apakah anggota kelompok  berkeinginan untuk membuat peningkatan agar pelajaran ini menjadi lebih baik?
    Apakah anggota-anggota yang lain dari kelompok lesson study ini berkeinginan untuk mengujicobakan pelajaran ini pada kelas mereka sendiri?
    Apakah anggota kelompok lesson study puas dengan tujuan-tujuan lesson study dan metode operasi kelompok? (Lewis, 2002).
    Pertanyaan-pertanyaan berikut juga dapat membantu kita dalam melakukan refleksi terhadap siklus lesson study
    Apa yang berguna atau bernilai tentang lesson study yang dikerjakan bersama?,
    Apakah lesson study membimbing kita untuk berpikir dengan cara baru tentang praktek pembelajaran sehari-hari?,
    Apakah lesson study membantu mengembangkan pengetahuan kita tentang mata pelajaran serta pengetahuan tentang belajar dan perkembangan siswa?,
    Apakah tujuan lesson study menarik bagi kita semua?,
    Apakah kita bekerja bersama-sama dalam suatu cara yang bersifat produktif dan suportif?,
    Sudahkah kita membuat kemajuan terhadap tujuan lesson study kita secara menyeluruh?,
    Apakah semua anggota kelompok kita merasa terlibat dan berguna?, dan
    Apakah pihak yang bukan peserta merasa terinformasikan dan terundang dalam kegiatan lesson study kita?

    Lesson study di MGMP sebagai salah satu bentuk INSET
    In-service teacher training atau biasa disingkat INSET adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan guru atau mendiseminasikan sebuah inovasi.
    Tujuan umum INSET adalah membantu guru memperbaiki kualitas mengajar untuk meningkatkan karir profesionalismenya dengan mendorong mereka untuk selalu bekerja sama antara mereka sendiri (Noor, 2006).
    PERBANDINGAN LESSON STUDY DAN PTK
    KEGIATAN KKG-IPA SD Sebagai contoh alternatif Kegiatan MGMP
GAMBARAN PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN
KEGIATAN MGMP MIPA SMP

DI KABUPATEN PASURUAN
DALAM PROGRAM SISTTEMS – JICA
2006-2008
    KOMPONEN YG TERLIBAT
DALAM LESSON STUDY DI MGMP
KOMPONEN UTAMA
    FASILITATOR MGMP (Guru Inti dan dilatih (16 orang Mat + 16 orang Sains)
    GURU PESERTA LESSON STUDY / Anggota MGMP Wilayah (Th. 2006  guru kelas I Bidang Studi Mat dan Sains)
    NARA SUMBER / DOSEN PENDAMPING dari FMIPA UM
KOMPONEN YG LAIN:
    OBSERVER dan PEMONITOR  Pejabat Dinas P dan K, Pengawas, LPMP, Dinas Pendidikan Provonsi Jatim
    JICA-EXPERT (Eisuke SAITO, Ph.D.; Prof. Masaaki SATO; Prof. Izumi NISHITANI)
    KEPALA SEKOLAH HOME BASE (8 SMP)  Mengatur Tempat dan Logistik
    KOORDINATOR LOKAL (LC)  FMIPA UM Mengatur penempatan/pengirim nara sumber
    DESKRIPSI TUGAS FASILITATOR MGMP (Guru Inti)
•    Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah, Koordinator SISTTEMS, dan LC-FMIPA UM dalam merencanakan dan melaksanakan Keg. MGMP Wilayah
•    Bersama Kepala Sekolah memfasilitasi dan memandu kegiatan MGMP, dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan refleksi (plan-do-see), sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
•    Mengadministrasikan semua kegiatan MGMP wilayah
•    Bersama Kepala Sekolah Home Base menyusun Laporan kegiatan Lesson study di MGMP wilayah untuk sampaikan ke Dinas P dan K Kabupaten dan Pihak PMPTK
    DOSEN PENDAMPING / NARA SUMBER
Adalah dosen FMIPA UM yang telah memahami dan terlatih melaksanakan Lesson study dan berbagai metode pembelajaran (Tt. A )
Tugas:
•    Mengarahkan para guru MGMP dalam menyusun skenario pembelajaran dan perangkatnya
•    Bersama guru-guru mengobservasi KBM sesuai dengan skenario yg telah disusun
•    Bersama guru-guru melakukan refleksi dan memberikan saran-saran untuk perbaikan skenario pembelajaran berikutnya
•    Menyusun laporan hasil pendampingan LS
    GURU ANGGOTA MGMP WILAYAH SEBAGAI PESERTA LESSON STUDY
Adalah guru dari setiap sekolah yang tergabung dalam MGMP wilayah dalam bidang studi yang sesuai (12-20 org)
Tugas:
•    Mengikuti setiap pertemuan MGMP wilayah (2 minggu sekali)  Kamis untuk Matematika, dan Sabtu untuk Sains (Fisika dan Bio)
•    Mengikuti setiap tahapan Lesson study (Plan-Do-See)
•    Mengimplementasikan skenario pembelajaran di sekolah masing-masing.
•    Melaporkan kemajuan dan hasil-hasil atau dampak lesson study yang dialami
    PENGELOLAAN LESSON STUDY DI MGMP MIPA SMP DALAM SISTTEMS – JICA KAB. PASURUAN
    126 SMP/MTs dibagi menjadi 8 wilayah. Di masing-masing wilayah terdapat MGMP Mat, MGMP Sains-Fisika, dan MGMP Sains-Biologi
    Pelaksanaan lesson study di 8 MGMP wilayah Kabupaten Pasuruan dibagi menjadi dua kelompok, yakni Barat (Pandaan, Beji, Bangil dan Purwosari), Timur (Nguling, Godangwetan, Kejayan, dan Tutur)
    Jadwal lesson study di MGMP wilayah disusun bersama oleh Dinas P dan K dan FMIPA UM sesuai dg Kalender Akademik Kab. Pasuruan
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
    MGMP merupakan wahana kolaborasi antar guru yang strategis untuk pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru. Sebagaimana ungkapan Podhorsky dan Moore (2006) bahwa kolaborasi antar guru merupakan suatu cara esensial untuk pengembangan profesional guru yang efektif.
    Efektifitas MGMP sebagai wahana pengembangan guru sangat ditentukan oleh pola pelaksanaan kegiatan MGMP serta partisipasi dan komitmen para guru yang menjadi anggotanya.
    Kegiatan MGMP sebaiknya dikelola dengan menggunakan pola Lesson Study, yakni dengan mengutamakan pengkajian pembelajaran melalui tahapan plan, do dan see.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *