Kelenjar kelamin merupakan faktor yang sangat erat dengan berfunginya alat kelamin secara normal sehingga sangat penting untuk dibahas. Testis yang terbentuk pada prenatal akan turun dari rongga perut ke skrotum. Peristiwa ini disebut descencus testiculorum. Pada sapi peristiwa descencus testiculorum selesai pada pertengahan kehidupan intra uterin (kebuntingan), sedangkan pada kuda dekat sebelum/sesudah dilahirkan, pada babi seperempat akhir kehidupan intra uterin. Jika karena sesuatu hal testis tidak turun dalam skrotum dan masih tertinggal dalam rongga perut dapat mengakibatkan kelainan cryptorchidismus atau cryptocid.
Bila salah satu testes yang tidak turun ke dalam skrotum disebut cryptochid unilateral. Pada kelainan ini hewan jantan masih fertil karena masih bisa menghasilkan spermatozoa. Bila testis dua-duanya tidak turun dalam skrotum disebut cryptochid bilateral. Pada kelainan ini hewan jantan steril karena tidak mampu menghasilkan sperma. Peristiwa cryptocid jarang dijumpai pada sapi, domba dan kambing, tetapi sering dijumpai pada kuda dan babi.
Perkembangan postnatal yang berkembang adalah ukuran dan susunan bagian-bagian alat reproduksi. Perkembangan ini sangat erat hubungannnya dengan hormon-hormon reproduksi yang dihasilkan oleh alat reproduksi itu sendiri atau dari kelenjar lain.
Ovarium berbentuk lonjong seperti buah almon terbalik dengan ukuran 7 x 2 cm. Alat ini tergantung pada mesovarium yaitu ligamentum suspensorium ovari yang berisi pembuluh darah dan saraf ovarium serta ligamentum ovari proprium. Permukaan ovarium fungsional berbenjol-benjol karena tonjolan folikel-folikelnya. Jika dipotong melintang akan terlihat bagian kortek dan medula/stroma. Pembuluh darah utama terletak dibagian tengah. Lapisan luar ovarium yang sudah berkembang lengkap terdiri dari epitel (pipih atau kuboid) dan lapisan fibrosa subepitel, disebut tunika albugenia ovarium yang bertanggung jawab akan warna keputihan dari ovarium.
Arabiyatuna Arabiyatuna
