Saturday, 9 May 2026
above article banner area

rekayasa genetika

Rekayasa genetika mempraktekkan teknik-teknik biologi molekuler dalam mempelajari rekayasa genetika pada makhluk hidup. Pada dasarnya, lahirnya berbagai teknik molekuler dalam berbagai bidang kehidupan tidak terlepas dari berbagai penemuan yang mendahului terciptanya teknologi DNA rekombinan seperti penemuan ensim restriksi (restriction endonuklease) yang dapat memotong molekul DNA, ensim ligase yang dapat menyambung potongan-potongan DNA menjadi satu, serta berbagai proses biokimia lainnya. Penemuan spektakuler tentang teknologi DNA rekombinan serta berbagai asesorisnya sangat memungkinkan pengisolasian individual gen untuk dimanipulasi serta dipindahkan dari satu organisme ke organisme lainnya. Dengan penemuan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) perkembangan biologi molekuler menjadi semakin cepat dan hingga saat ini berbagai teknik yang memanfaatkan teknologi PCR telah banyak bermunculan. Mensekuens DNA yang tadinya mengalami serangkaian proses yang panjang dan melelahkan dengan penemuan teknik PCR proses semacam itu menjadi lebih mudah dan dapat pula dibantu dengan komputer. Perkembangan teknologi rekayasa genetik luar biasa cepatnya, sehingga banyak jurnal atau majalah semi popular memberitakan informasi tentang temuan-temuan baru dibidang teknologi DNA rekombinan. Sejak penemuan struktur molekul DNA oleh Watson dan Crick pada tahun 1953 yang dapat dikatakan sebagai embrio bagi “bayi” teknologi rekayasa genetik, perkembangan biologi molekuler yang secara umum mencakup manipulasi DNA dan RNA telah menambah ke berbagai bidang kehidupan dalam aplikasinya. Dalam dunia kedokteran dan farmasi teknologi ini antara lain telah mampu menghasilkan hormon insulin untuk penyembuhan penyakit diabetes. Dalam dunia pertanian, juga telah dihasilkan tomat transgenik yang dirancang membawa gen monellin yaitu suatu protein yang memberikan rasa manis 100000 kali lebih dari gula (Muladno, 2001:1). Lehninger, 1993 menyatakan gen sering mengalami rekombinasi secara spontan, terjadi secara kebetulan maupun disebabkan oleh senyawa kimia lingkungan, dan merupakan kejadian alamiah dalam sel. Pergantian atau penambahan gen dari berbagai sumber untuk membentuk kromosom yang berbeda dari semula, kemudian dapat replikasi, transkripsi, translasi dinamakan rekombinasi genetik. Peristiwa tersebut terjadi dalam berbagai lingkungan biologik, misal transformasi, lisogeni, transduksi, konjugasi bakteri. Jadi dapat dikatakan rekayasa genetik adalah upaya manipulasi genetik untuk meniru kejadian alami di alam.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *