Seorang santri kecil yang belajar di tempat mengaji di rumah saya, menanyakan tentang apa yang disebut sebagai masyarakat jahiliyah. Setiap sore, puluhan anak-anak usia sekolah dasar, belajar mengaji di ruangan samping masjid di lingkungan rumah saya. Sekalipun saya tidak ikut mengajar, rupanya anak-anak tersebut merasa dekat dengan saya. Biasanya, pada ...
Read More »Andaikan NU Dan Muhammadiyah Memiliki Semacam Carrefour, Alfamart dan Indomart
Umumnya organisasi sosial keagamaan, semacam NU, Muhammadiyah dan juga lainnya pada setiap menyelenggarakan kegiatan organisasi, seperti muktamar, musyawarah Wilayah, atau konferensi daerah, lewat panitia yang ditunjuk selalu ke sana ke mari untuk mendapatkan sumbangan. Saya kebetulan dianggap pantas menyumbang, baik kegiatan itu diselenggarakan oleh NU maupun Muhammadiyah atau lainnya. Sebisa-bisa ...
Read More »Keharusan Mempelajari Diri Sendiri Terlewatkan
Setiap kali melihat anak-anak pergi ke sekolah, saya memperhatikan tas mereka yang pada umumnya sedemikian besar-besar, berisi buku-buku pelajaran. Semakin meningkat jenjang pendidikan yang dilalui, tas sekolah itu semakin bertambah besar. Buku-bukunya bertambah jumlahnya dan mungkin juga semakin tebal ukurannya. Mulai pagi hingga sore hari, anak-anak sekolah itu mempelajari buku-buku ...
Read More »Wanita Jepang
Hari Jum’at yang lalu, UIN Maliki Malang menyelenggarakan kuliah tamu, yang diberikan oleh Dr.HC Anni Ewasaki dari Jepang. Pembicara ini sebenarnya lahir di Indonesia, tetapi bersuami orang dari negeri Sakura. Bersama suami dan putra putrinya, ia bertempat tinggal di Jepang, tetapi setiap saat datang ke Jakarta, karena ia aktif sebagi ...
Read More »Berburu Belut
Korupsi yang sedemikian makin marak di negeri ini, mengingatkan saya tentang pengalaman tatkala masih kecil di pedesaan dulu. Anak-anak kecil belasan tahun zaman dulu berbeda dengan anak sekarang. Anak zaman dulu belum mengenal HP, computer, game dan lain-lain. Permainannya beradaptasi dengan lingkungannya. Saya sebagai anak desa, hidup di lingkungan pertanian, ...
Read More »Sebuah Mushalla Di Pedesaan
Untuk mengisi waktu luang hari minggu, —-sebagaimana biasa, saya pergi ke pedesaan. Minggu lalu, saya lupa nama desa yang saya kunjungi. Saya masih ingat tempat tersebut, hanya lupa tidak menanyakan nama desa itu. Saya baru sadar bahwa nama desa itu penting saya ketahui setelah pulang, nyampai di rumah kembali. ...
Read More »Pedesaan Itu Sudah Jauh Berubah
Pada hari raya ini saya memang tidak menengok kampung kelahiran. Sejak kedua orang tua tidak ada lagi, acara mudik biasanya saya lakukan pada bulan Ramadhan, untuk berziarah kubur. Ziarah kubur ke makam ke dua orang tua, saya rasakan sebagai kebutuhan yang tidak bisa saya tinggalkan. Berbeda dengan dulu ketika orang tua ...
Read More »Hikmah Dari Berbuka Puasa Bersama Sopir Taksi
Beberapa hari yang lalu, saya ke Jakarta menghadiri undangan rapat dinas di kementerian Agama. Selesai dari kegiatan itu, untuk menuju ke airport mau pulang, —–sebagaimana biasa, saya naik taksi. Jalan-jalan di Jakarta ketika itu macet, karena saatnya orang-orang pulang kantor. Sopir taksi yang saya tumpangi sudah berusaha mencarikan jalan yang ...
Read More »Shalat Tarweh Di Masjid Tertua Berau
Dua tahun yang lalu, saya diundang oleh Pemerintah Daerah Berau, Kalimantan Timur untuk berceramah dalam rangka peringatan Nuzul al Qur’an. Acara itu dilaksanakan di Masjid Agung Berau, dan dihadiri oleh para pejabat, ulama’, tokoh masyarakat, dan umat Islam setempat. Berau adalah merupakan daerah kota kabupaten yang berada di Kalimantan ...
Read More »Melalui Puasa Berlatih Memimpin Diri Sendiri
Memimpin orang lain biasanya sulit dilakukan, oleh karena itu tidak semua orang berhasil melakukannya. Akan tetapi memimpin diri sendiri, ternyata jauh lebih sulit dari memipin orang lain. Seseorang bisa saja menjadi lurah, camat, bupati, wali kota, gubernur, dan bahkan juga menjadi menteri. Artinya, ia bisa memimpin orang lain dan bahkan ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
