Monday, 20 April 2026
above article banner area

Berbuka Bersama Dengan Mahasiswa

Terjadwal sebanyak lima kali, saya harus ikut berbuka bersama dengan para mahasiswa baru di kampus UIN Maliki Malang. Tetapi karena kesibukan, di antaranya harus menghadiri undangan ke luar kota, maka sebagian saja yang bisa saya ikuti kegiatan itu. Sekalipun saya tidak bisa hadir, saya minta agar kegiatan tetap dilaksanakan. Kegiatan itu memang tampak sederhana saja, hanya berbuka bersama. Tetapi karena melibatkan lebih dari 2000 (dua ribu orang) mahasiswa, belum lagi musyrif dan musyrifah, serta para dosen, yang kira-kira berjumlah 2500 an orang, pelaksanaannya menjadi tidak mudah dilakukan. Tetapi, Alhamdulillah, kegiatan itu berjalan baik. Berbuka puasa bersama memang menyenangkan. Apalagi bersama-sama dengan ribuan mahasiswa. Mereka tidak melihat bentuk atau kualitas makanan, tetapi kebersamaannya itu yang rupanya mereka rasakan. Kebersamaan ternyata memang sangat menyenangkan. Pada tahun ini, frekuansi kegiatan berbuka bersama mahasiswa sengaja ditingkatkan menjadi lima kali selama bulan Ramadhan. Ada banyak hal yang ingin diraih dari kegiatan itu. Di antaranya, agar kampus UIN Maliki benar-benar menjadi lembaga pendidikan yang sebenarnya. Disebut sebagai sebuah lembaga pendidikan, jika dari tempat itu lahir semangat dari seluruh warganya untuk menumbuhkan sifat-sifat kemanusiaan yang mulia, seperti saling mengenal, mengasihi, menghargai, tolong menolong dalam kebaikan, dan seterusnya. Kampus diharapkan menjadi wadah untuk menunaikan amanah oleh semua pihak. Para mahasiswa menunaikan amanah mengembangkan spiritual, akhlak mulia, ilmu, dan profesionalitasnya. Para dosen agar menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pengajar, periset, dan pengabdian masyarakat. Sedangkan karyawan menjadikan kampus sebagai tempat pengabdian, berupa memberikan layanan sebaik-baiknya. Selain itu, kegiatan berbuka puasa bersama mahasiswa juga diharapkan tumbuh kesadaran tentang betapa pentingnya kebersamaan itu. Kegiatan itu sederhana, tetapi memang mahal dilihat dari berbagai aspeknya. Namun insya Allah hasilnya jauh lebih tinggi dari semua biaya yang harus dikeluarkan itu. Banyak institusi dibangun dengan susah payah, ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena tidak adanya kebersamaan. Betapa pentingnya kebersamaan itu, sesungguhnya bisa dilihat dari keadaan negeri ini. Sekalipun sudah 64 tahun merdeka, negeri ini ternyata belum berhasil sepenuhnya meraih apa yang dicita-citakan. Masih banyak kemiskinan, pendidikan yang kurang merata, lapangan kerja yang terbatas, dan sebagainya, yang semua itu di antaranya, disebabkan karena kurang adanya kebersamaan. Mereka yang berlebih belum semuanya tumbuh dalam hatinya rasa kebersamaan yang sejati dengan mereka yang berkekurangan. Atas dasar pandangan seperti itulah, maka sebatas kegiatan berbuka puasa dengan para mahasiswa di Bulan Ramadhan, memiliki arti dan makna yang tinggi. Kegiatan itu diharapkan menumbuhkan jiwa kebersamaan, saling meyayangi, menjaga jiwa sabar, ikhlas, amanah, dan istiqomah, yang itu semua ternyata tidak mudah dilakukan. Karena itu untuk menumbuhkan sifat-sifat mulia itu, berbagai pendekatan dijalankan, selain juga dibarengi dengan selalu berdoa, memohon kepada Allah swt. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *