Wednesday, 20 May 2026
above article banner area

Karakteristik Organisasi Terorisme

Karakteristik Organisasi Terorisme

Apabila  upaya  untuk  memberikan  defini  terhadap terorisme merupakan    hal      yang sulit,      maka upaya untuk mencari karakteristik, pola operasi, dan sitem organisasi terorisme          memiliki tingkat kesulitan yang sama. Hal ini dipengaruhi          sifat    dan  kegiatan  terorisme      yang          selalu berubah dari masa ke masa.49  Meskipun demikan, secara umum karakteristik dari organisasi terorisme, dapat dijabarkan sebagai berikut.50

(1) Nonstate-suported group. Organisasi teroris semacam ini     merupakan  organisasi     terorisme   yang              paling sederhana. Organisasi ini tidak didukung oleh salah satu  negara.  Organisasi  terorisme  yang  memiliki karakter       nonstate-supported   group      ini     adalah kelompok     kecil      yang  memiliki kepentingan khusus, seperti   kelompok antikorupsi,    kelompok    anti globalisasi, dan     lainnya.  Hanya  saja  dalam

menjalankan   aksi    “anti”-nya,   kelompok   ini

 

 

 

 

49   R.  Scott  Moore,  Characteristics  of  Terrorism,  refer  to

Cunningham, op. cit., p. 40.

 

50 Suradji, op. cit., hal. 16.

 

 

 

 

 

menggunakan    cara     teror       seperti        pembakaran, penjarahan,   dan  penyanderaan. Terlihat   dari    isu terornya, organisasi ini merupakan organisasi teror yang      menekankan   pada aspek perjuangan    ideologi dengan       menciptakan kekacuan  ideologi   (ideology disorder)         dalam   tatanan      masyarakat.51     Kelompok organisasi       teroris dalam    kategori ini,  memiliki kemampuan          terbatas  dan    tidak   dilengkapi   dengan infrastruktur  yang diperlukan     untuk          memberikan dukungan, atau  kontribusi lain demi  kelangsungan kelompoknya dalam periode waktu tertentu.52

(2) State-sponsored groups. Organisasi terorisme jenis ini     memperoleh  dukungan     baik berupa  dukungan logistik,     pelatihan   militer,     maupun     dukungan administratif  dari negara  asing.  Berbeda  dengan jenis      yang    pertama,  kelompok     ini   bersifat profesional,     artinya  memiliki struktur   organisasi yang jelas meskipun bersifat rahasia atau tertutup

 

 

 

 

 

 

51   Ali  Khan,  “A  Legal  Theory  of  International  Terrorism,”

Connecticut Law Review (1982):6.

 

 

 

 

 

(clandestine).53        Selain   itu   cara    yang digunakan dalam       melakukan  teror  lebih  terorganisir  dan terencana. Contoh   kelompok teroris yang termasuk dalam kategori ini antara lain, Provisional Irish Republican  Army    (PIRA)     yang  dibentuk pada 1970, dengan jumlah anggota dua ratus hingga empat ratus yang memiliki daerah  operasi        di        Irlandia Utara. PIRA  merupakan  kelompok         teroris       yang  bertanggung jawab atas pembunuhan Rev. Robert Bradford, anggota Parlemen Inggris di Belfast dan juga pada peristiwa peledakan bom  dipintu  belakang   Royal     Courts. Kelompok ini mendapatkan sponsor dari Libya berupa pasokan        senjata, tempat    pelatihan,  dan logistik dalam menjalankan  aksinya.54 Contoh  teraktual dari kelompok dalam kategori ini adalah kelompok teroris yang  diberi       nama        Jamaah Islamiah  yang  diduga memiliki hubungan erat dengan kelompok Al-Qaeda dan bertanggung   jawab        atas       peledakan  bom  di  Bali

 

 

 

 

 

 

53   Humphreys,  Adrian.  “One  official’s  ‘refugee’  is  another’s

‘terrorist'”, National Post (January 2006).

 

54 Suradji, op. cit., hal. 158.

 

 

 

 

 

tanggal  12  Oktober  2002  yang  menewaskan  kurang lebih dua ratus orang.55  56

(3) State-directed groups. Organisasi kelompok teroris ini berupa organisasi yang didukung langsung oleh suatu  negara.               Berbeda dengan      state-sponsored groups,       negara         memberikan      dukungannya     secara terang-terangan,      bahkan negara  tersebut   yang membentuk        organisasi   teroris    tersebut,    meskipun negara       tersebut tidak pernah mengklaim organisasi bentukannya merupakan organisasi teror. Contoh dari organisasi ini adalah organisasi special force yang dibentuk  Iran  pada  1984,       untuk   tujuan  penyebaran paham Islam fundamentalis di wilayah Teluk Persia dan Afrika Utara.57

 

 

 

 

55   Sumber  berasal  dari  <http://www.state.gov/s/ct/c14151.htm>, diakses pada Juni 2006.

 

56   Keberadaan  kelompok  Jamaah  Islamiyah  ini  sesunguhnya  belum bisa   dibuktikan    secara tepat,     terutama   kaitan  kelompok  ini  dengan kelompok     teroris    internasional, Al-Qaeda. Penggunaan  nama      Jamaah Islamiyah      pada      kelompok   ini      menuai  kritik    dari beberapa  kalangan intelektual muslim, karena penggunaan istilah Jamaah Islamiyah pada kelompok tersebut berarti “Kumpulan Umat Islam”, yang berarti merujuk pada   seluruh orang yang    menganut agama  Islam.      Lebih lanjut,    lihat

<http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=

2356&Itemid=0>

 

57  Karl A Seger, The Anti Terrorism Handbook (London: Greenhill

Books, 1991) p. 6 sebagaimana dikutip dalam Suradji, op. cit., hal. 18.

 

 

 

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *