Berbagai upaya pengembangan UIN Maliki Malang telah dilakukan dengan berbagai cara. Mulai mengubah status kelembagaan, dari STAIN Malang menjadi UIN Maliki Malang. Selain itu, mengubah wajah kampus, dari berupa gedung-gedung tua menjadi berwajah baru sebagaimana keadaannya sekarang ini.
Untuk memperkuat SDM, maka telah dilakukan peningkatkan kualitas dosen dengan cara mengirim mereka studi lanjut, hingga pada akhir tahun 2010, sudah lebih dari 20 % tenaga pengajarnya berpendidikan S3 atau bergelar Doktor. Bahkan tidak kurang dari 95 orang lagi sudah menjelang ujian disertasi, hingga diperkirakan pada pertengahan tahun 2011, dosen yang berpendidikan S3 diharapkan mencapai 40 %. Masih dalam pengembangan sarana fisik, pada tahun 2010 telah selesai dibangun masjid baru di dalam kampus untuk menambah sarana ibadah yang sudah ada sebelumnya. Selain itu juga telah berhasil menyelesaikan pembelian tanah untuk kampus baru yang berlokasi di kota Batu hingga seluas 81 hektar. Di atas tanah tersebut akan dibangun berbagai fasilitas untuk fakultas ilmu-ilmu kesehatan dan teknik. Selain itu, pada akhir tahun 2010 telah dimulai pembangunan gedung pascasarjana di atas lahan seluas 2,6 hektar, yang juga terletak di wilayah kota Batu, di tepi jalan raya, berbatasan dengan kabupaten Malang. Masih menjadi bagian dari pengembangan akademik, telah dihasilkan penelitian baik yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa. Demikian pula, telah berhasil diterbiktan buku-buku ilmiah yang ditulis oleh para dosen. Pada tahun 2010, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, berhasil diterbitkan tidak kurang dari 80 judul buku. Jumlah itu sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal lain yang dirasa membanggakan, terdapat puluhan mahasiswa menulis skripsi dengan menggunakan dua, dan bahkan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Hal yang juga menggembirakan, bahwa wisuda yang diselenggarakan akhir tahun 2010 terdapat lulusan jurusan fisika fakultas sainstek, hafal al Qurán 30 juz dan menulis skripsi dengan Bahasa Arab. Agaknya memang masih jarang, seorang yang sehari-hari belajar fisika, namun masih sempat menghafal al Qurán dan memperdalam Bahasa Arab hingga berhasil menulis karya ilmiah dengan bahasa al Qurán. Menulis skripsi dengan Bahasa Inggris, mungkin banyak dilakukan oleh sarjana sains, tetapi kiranya tidak banyak terpikirkan menulis dengan Bahasa Arab. Keberhasilan lain yang diraih oleh UIN Maliki Malang pada tahun 2010 adalah dalam upaya memperkenalkan lembaga pendidikan Islam ini pada dunia yang lebih luas. Jika pada tahun sebelumnya, para mahasiswa datang dari berbagai wilayah di Indonesia, ——dari Aceh hingga Papua, maka mulai pada tahun 2010, UIN Maliki Malang telah kedatangan mahasiswa baru dari berbagai negara asing. Menurut catatan pihak kemahasiswaan, terdapat 57 calon mahasiswa baru yang mendaftarkan diri dan dinyatakan diterima menjadi mahasiswa UJIN Maliki Malang. Dari sejumlah calon mahasiswa baru tersebut telah datang dan sudah mulai mengikuti kuliah sejumlah 39 orang. Para mahasiswa asing tersebut, masing-masing berasal dari Moskow sebanyak 10 orang, dari Tailand sebanyak 11 orang, dari Madagaskar 13 orang, Papua New Gueni 2 orang, Bulgaria 1 orang, Malaysia 1 orang, dan Singapura 1 orang. Selain itu juga terdapat sebanyak 31 orang mahasiswa dari Australia, mengambil program singkat pendidikan bahasa dan budaya Indonesia. Selain itu, akan datang menyusul calon mahasiswa asing lainnya, yaitu dari Yaman, Sudan, Palestina, Siria dan Philipina. Banyaknya mahasiswa asing yang belajar di UIN Maliki Malang, akan memposisikan mahasiswa yang berasal dari dalam negeri sendiri bersaing dengan teman-temannya dari berbagai negara lain. Keadaan tersebut akan menjadikan mahasiswa UIN Maliki Malang, tidak saja sebagaimana sebelumnya, bersaing hanya dengan kawan-kawannya antar kota atau antar propinsi, maka mulai tahun 2010 akan berdampingan dengan para kompetitor mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara. Saya yakin, semua yang belajar di kampus ini akan menjadi terdorong selalu meningkatkan kemampuan akademiknya, tidak terkecuali mahasiswa dari Indonesia sendiri. UIN Maliki Malang berada di kota kecil, jauh dari ibu kota negara, sehingga sering kali disebut sebagai perguruan tinggi daerah. Sebutan yang oleh sementara dirasakan kurang membanggakan itu diterima, karena kenyataannya demikian. Akan tetapi, selalu bertekat mengembangkan resonansi atau getaran-getaran, hingga berhasil berkompetisi dengan dunia yang lebih luas. Wallahu a’lam.
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Arabiyatuna Arabiyatuna
