Monday, 20 April 2026
above article banner area

Masjid Ulul al Baab Membiasakan Berbahasa Asing

 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki dua masjid yang berada di dalam lingkungan kampus. Masjid yang dibangun lebih awal dinamai Masjid at Tarbiyah, sedang masjid yang dibangun kemudian, —-selesai pembangunannya dua tahun  lalu, dinamai Masjid Ulul al Baab. Paduan  dua  nama masjid tersebut  menjadi Tarbiyatul Ulil al Baab.

  Sekalipun konsep pendidikan yang dikembangkan oleh UIN Maliki Malang  juga disebut sebagaimana paduan  nama dua masjid tersebut, ——-tarbiyatul ulil al baab, namun pemberian nama itu sebenarnya merupakan kebetulan saja. Nama masjid at Tarbiyah sudah dikenal jauh sebelumnya, sejak masjid tersebut belum dipugar kembali. Nama at Tabiyah untuk masjid yang pertama,  ditetapkan sejak UIN Maliki Malang masih berstatus Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang.  Ada yang agak unik pada kegiatan masjid Ulul al Baab,  di antaranya bahwa khotbah Jumáh selalu menggunakan bahasa asing, yaitu Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Oleh karena itu, siapa saja yang bertugas sebagai khotib, pilihannya hanya dua, antara menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Penggunaan di antara dua Bahasa Asing itu, dimulai sejak awal penggunaan masjid tersebut untuk shalat Jumát dan berjalan hingga sekarang.   Penggunaan  bahasa asing  tersebut sudah dikenal luas oleh warga kampus, baik oleh dosen, mahasiswa maupun karyawan.  Oleh sebab itu, bagi mereka yang ingin  berjumátan sambil  berlatih   mendengarkan bahasa asing, maka    memilih masjid ulul al baab. Selainnya, dengan alasan  praktis, memilih jarak yang lebih dekat, misalnya,  shalat di Masjid at Tarbiyah.  Penyelenggaraan shalat Jumát di kedua masjid yang  masih berada di dalam lingkungan kampus,  namun sebenarnya  antara keduanya  berjarak cukup jauh ,  terasa semakin  penting setelah banyak tamu-tamu asing, dan bahkan juga mahasiswa dari luar nageri  yang belajar di UIN Maliki Malang  semakin banyak jumlahnya. Begitu pula dosen asing yang mengajar dan bertempat tinggal di sekitar kampus,  juga  memerlukan sholat  jumát yang khutbahnya bisa dimengerti.   Dengan adanya dua masjid  di dalam kampus, maka keduanya bisa  diperuntukkan bagi komunitas yang berbeda. Masjid at Tarbiyah untuk melayani warga kampus,  sekaligus tetangga dekat,  yang terbiasa mendengarkan khutbah dengan  Bahasa Indonesia. Sedangkan  Masjid Ulul al Baab digunakan untuk melayani orang asing dan warga kampus yang  berminat mendengarkan khutbah berbahasa asing itu.   Penggunaan Bahasa Asing  dalam khutbah di Masjid Ulul Al Baab  tersebut sangat  penting. Selain  untuk melayani orang asing  juga sekaligus  bermanfaat untuk melatih dan membiasakan warga kampus berbahasa Arab atau Inggris.  Apalagi   rupanya,  akhir-akhir ini semakin  banyak mahasiswa yang mulai  merasakan,  betapa  pentingnya bahasa asing tersebut harus dikuasai. Oleh karena itu, semua peluang  dimanfaatkan untuk berlatih, termasuk khutbah Jumát sekalipun.   Tumbuhnya semangat itu selain tampak dari semakin banyaknya jamaáh di masjid tersebut,  juga dari penulisan skripsi mereka.   Suatu yang sangat membanggakan, pada  setahun terakhir ini saja  sudah ada 34 alumni UIN Maliki Malang program  S1, skripsinya ditulis dengan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Prestasi seperti ini, tentu sangat membanggakan, karena ikut mengharumkan nama baik kampus. Wallahu a’lam  

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *