Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki dua masjid yang berada di dalam lingkungan kampus. Masjid yang dibangun lebih awal dinamai Masjid at Tarbiyah, sedang masjid yang dibangun kemudian, —-selesai pembangunannya dua tahun lalu, dinamai Masjid Ulul al Baab. Paduan dua nama masjid tersebut menjadi Tarbiyatul Ulil al Baab.
Sekalipun konsep pendidikan yang dikembangkan oleh UIN Maliki Malang juga disebut sebagaimana paduan nama dua masjid tersebut, ——-tarbiyatul ulil al baab, namun pemberian nama itu sebenarnya merupakan kebetulan saja. Nama masjid at Tarbiyah sudah dikenal jauh sebelumnya, sejak masjid tersebut belum dipugar kembali. Nama at Tabiyah untuk masjid yang pertama, ditetapkan sejak UIN Maliki Malang masih berstatus Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Ada yang agak unik pada kegiatan masjid Ulul al Baab, di antaranya bahwa khotbah Jumáh selalu menggunakan bahasa asing, yaitu Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Oleh karena itu, siapa saja yang bertugas sebagai khotib, pilihannya hanya dua, antara menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris. Penggunaan di antara dua Bahasa Asing itu, dimulai sejak awal penggunaan masjid tersebut untuk shalat Jumát dan berjalan hingga sekarang. Penggunaan bahasa asing tersebut sudah dikenal luas oleh warga kampus, baik oleh dosen, mahasiswa maupun karyawan. Oleh sebab itu, bagi mereka yang ingin berjumátan sambil berlatih mendengarkan bahasa asing, maka memilih masjid ulul al baab. Selainnya, dengan alasan praktis, memilih jarak yang lebih dekat, misalnya, shalat di Masjid at Tarbiyah. Penyelenggaraan shalat Jumát di kedua masjid yang masih berada di dalam lingkungan kampus, namun sebenarnya antara keduanya berjarak cukup jauh , terasa semakin penting setelah banyak tamu-tamu asing, dan bahkan juga mahasiswa dari luar nageri yang belajar di UIN Maliki Malang semakin banyak jumlahnya. Begitu pula dosen asing yang mengajar dan bertempat tinggal di sekitar kampus, juga memerlukan sholat jumát yang khutbahnya bisa dimengerti. Dengan adanya dua masjid di dalam kampus, maka keduanya bisa diperuntukkan bagi komunitas yang berbeda. Masjid at Tarbiyah untuk melayani warga kampus, sekaligus tetangga dekat, yang terbiasa mendengarkan khutbah dengan Bahasa Indonesia. Sedangkan Masjid Ulul al Baab digunakan untuk melayani orang asing dan warga kampus yang berminat mendengarkan khutbah berbahasa asing itu. Penggunaan Bahasa Asing dalam khutbah di Masjid Ulul Al Baab tersebut sangat penting. Selain untuk melayani orang asing juga sekaligus bermanfaat untuk melatih dan membiasakan warga kampus berbahasa Arab atau Inggris. Apalagi rupanya, akhir-akhir ini semakin banyak mahasiswa yang mulai merasakan, betapa pentingnya bahasa asing tersebut harus dikuasai. Oleh karena itu, semua peluang dimanfaatkan untuk berlatih, termasuk khutbah Jumát sekalipun. Tumbuhnya semangat itu selain tampak dari semakin banyaknya jamaáh di masjid tersebut, juga dari penulisan skripsi mereka. Suatu yang sangat membanggakan, pada setahun terakhir ini saja sudah ada 34 alumni UIN Maliki Malang program S1, skripsinya ditulis dengan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Prestasi seperti ini, tentu sangat membanggakan, karena ikut mengharumkan nama baik kampus. Wallahu a’lam
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Arabiyatuna Arabiyatuna
