Monday, 1 June 2026
above article banner area

Pintu Kemajuan Umat

Kemauan  umat untuk maju sebenarnya sudah dimiliki sejak lama. Banyak tokoh atau   ulama  menyerukan agar kaum  muslimin jangan kalah dari umat lainnya. Sementara ini dirasakan   telah tertinggal. Dan dengan ketertinggalan itu, maka seolah-olah Islam sebagai agama yang hanya menjadikan ummatnya  tertinggal pula.

  Pertanyaanya adalah dari mana pintu kemajuan itu harus diraih, apakah lewat politik, pendidikan, atau lainnya. Perjuangan lewat politik, adalah cukup strategis. Berjuang lewat politik, manakala kekuasaan telah diraih, maka umat Islam bisa menentukan  hakluannya, memilih  yang ideal. Ajaran Islam bisa diterapkan secara sempurna, dan dengan cara itu maka kemajmuan dan kesejahteraan dapat diraih.   Pandangan  tersebut  sepertinya benar. Akan tetapi secara empiric, ternyata  tidak selalu akan berjalan seperti itu. Secara teoritik pandangan tersebut, ——terutama bagi ummat Islam sendiri, tidak akan ada yang membantahnya. Hanya seringkali yang perlu disadari, bahwa  antara  gambaran teoritik dan kenyataan yang terjadi,  tidak jarang  ada jarak, dan kadangkala jarak itu terlalu jauh.      Pandangan pesimistis seperti itu agaknya juga sulit dibantah,  sebab ternyata di organisasi, baik sosial dan apalagi politik di kalangan ummat Islam selalui saja diwarnai oleh konflik,perebutan kekuasaan, saling menjatuhkan dan aneka ragam gambaran yang tidak patut dilihat, karena  menjadikan  umat Islam bercerai berai. Ummat Islam sangat kaya pikiran-pikiran ideal tetapi rupanya masih miskin bukti empiriknya.  Atas pandangan seperti itu,maka kiranya bisa dipahami manakala selama ini terdapat orang yang skiptis terhadap gerakan politik untuk meraih tatanan kehidupan yang ideal itu.  Kekuasaan tanpa didukung oleh kekuatan  ilmu pengetahuan, maka hal itu tidak akan memilki arti yang siginifikan. Hal itu sama saja dengan tersedianya kekayaan alam,  tanpa ditunjang oleh kekayaanlain  berupa  orang-orang yang menyandang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka tidak akan memberikan banyak keuntungan.   Sebagai contoh konkrit bangsa  Indonesia ini  secara kaseluruhanb, selalu disebut sebagai  kaya sumber daya alam, tetapi oleh karena   keterbatasan sumberdaya manusia, maka kekayaan alamnya tidak memberi keuntungan  apa-apa. Sumber alam  apa saja di Indonesia ini  tersedia, misalnya tanah yang luas dan subur, curah hujan yang sedemikian  baik, aneka tambang  ada  di mana-mana, dengan jumlah yang hampir  tidak terbatas.   Akan   tetapi anehnya, negeri yang kaya tanah luas dan subur ini, ternyata kedelai, beras, daging, ikan,   buah-buahan,  dan bahkan sayur dan garam  saja masih import. Itu semua membuktikan bahwa sumber daya alam  baru  bisa diambil manfaatnya manakala sumber daya manusianya tersedia, baik secara kuantitatif maupun  kualitatif.  Oleh sebab itu yang diperlukan adalah pendidikan yang berkualitas. Tidak sembarang pendidikan, m melainkan pendidikan yang benar-benar berkualitas. Sebab pendidikan yang hanya mengantarkan seseorang berijazah tinggi, tanpa dibarengi dengan kualaitas ilmu yang tergambar pada ijazah itu, maka  akan mengecewakan  semua pihak. Sementara ini di mana-mana  tampak  gejala, b ahwa tidak sedikit orang  yang hanya  mengejar gelar dan ijazah.  Adanya semangat mendirikan sekolah bahkan perguruan tinggi adalah  benar-benar menggembirakan. Demikian pula,  tumbuhnya semangat bersekolah hingga para pegawai dan bahkan pejabat  menempuh  kuliah lagi perlu diapresiasi. Namun jika apa yang mereka lakukan itu  hanya sebatas menambah gelar agar pangkat dan posisinya naik, ——tanpa dibarengi dengan bertambahnya ilmu, maka hal itu justru kontra produktif dari  kemauan meraih kemajuan bersama itu.   Kemajuan  bukan sebatas bisa diraih dengan selembar ijazah atau sertifikat, melainkan oleh kedalaman dan keluasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi  itulah sebenarnya  pintu utama kemajuan umat. Islam  mengingatkan  dengan sangat jelas, bahwa hanya orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan yang akan  diangkat derajadnya beberapa derajad lebih tinggi.   Oleh karena itu,  untuk meraih kemajuan, sekalipun kekuatan lainnya,  ——politik misalnya adalah  penting,  namun  yang lebih penting lagi adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Ilmu  dan teknologi adalah pintu kemajuan umat.  Sedangkan untuk meraihnya hanya  melalui lembaga pendidikan yang diselenggarakan secara benar dan berkualitas.  Wallahu a’lam.      

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *