Kemauan umat untuk maju sebenarnya sudah dimiliki sejak lama. Banyak tokoh atau ulama menyerukan agar kaum muslimin jangan kalah dari umat lainnya. Sementara ini dirasakan telah tertinggal. Dan dengan ketertinggalan itu, maka seolah-olah Islam sebagai agama yang hanya menjadikan ummatnya tertinggal pula.
Pertanyaanya adalah dari mana pintu kemajuan itu harus diraih, apakah lewat politik, pendidikan, atau lainnya. Perjuangan lewat politik, adalah cukup strategis. Berjuang lewat politik, manakala kekuasaan telah diraih, maka umat Islam bisa menentukan hakluannya, memilih yang ideal. Ajaran Islam bisa diterapkan secara sempurna, dan dengan cara itu maka kemajmuan dan kesejahteraan dapat diraih. Pandangan tersebut sepertinya benar. Akan tetapi secara empiric, ternyata tidak selalu akan berjalan seperti itu. Secara teoritik pandangan tersebut, ——terutama bagi ummat Islam sendiri, tidak akan ada yang membantahnya. Hanya seringkali yang perlu disadari, bahwa antara gambaran teoritik dan kenyataan yang terjadi, tidak jarang ada jarak, dan kadangkala jarak itu terlalu jauh. Pandangan pesimistis seperti itu agaknya juga sulit dibantah, sebab ternyata di organisasi, baik sosial dan apalagi politik di kalangan ummat Islam selalui saja diwarnai oleh konflik,perebutan kekuasaan, saling menjatuhkan dan aneka ragam gambaran yang tidak patut dilihat, karena menjadikan umat Islam bercerai berai. Ummat Islam sangat kaya pikiran-pikiran ideal tetapi rupanya masih miskin bukti empiriknya. Atas pandangan seperti itu,maka kiranya bisa dipahami manakala selama ini terdapat orang yang skiptis terhadap gerakan politik untuk meraih tatanan kehidupan yang ideal itu. Kekuasaan tanpa didukung oleh kekuatan ilmu pengetahuan, maka hal itu tidak akan memilki arti yang siginifikan. Hal itu sama saja dengan tersedianya kekayaan alam, tanpa ditunjang oleh kekayaanlain berupa orang-orang yang menyandang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka tidak akan memberikan banyak keuntungan. Sebagai contoh konkrit bangsa Indonesia ini secara kaseluruhanb, selalu disebut sebagai kaya sumber daya alam, tetapi oleh karena keterbatasan sumberdaya manusia, maka kekayaan alamnya tidak memberi keuntungan apa-apa. Sumber alam apa saja di Indonesia ini tersedia, misalnya tanah yang luas dan subur, curah hujan yang sedemikian baik, aneka tambang ada di mana-mana, dengan jumlah yang hampir tidak terbatas. Akan tetapi anehnya, negeri yang kaya tanah luas dan subur ini, ternyata kedelai, beras, daging, ikan, buah-buahan, dan bahkan sayur dan garam saja masih import. Itu semua membuktikan bahwa sumber daya alam baru bisa diambil manfaatnya manakala sumber daya manusianya tersedia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh sebab itu yang diperlukan adalah pendidikan yang berkualitas. Tidak sembarang pendidikan, m melainkan pendidikan yang benar-benar berkualitas. Sebab pendidikan yang hanya mengantarkan seseorang berijazah tinggi, tanpa dibarengi dengan kualaitas ilmu yang tergambar pada ijazah itu, maka akan mengecewakan semua pihak. Sementara ini di mana-mana tampak gejala, b ahwa tidak sedikit orang yang hanya mengejar gelar dan ijazah. Adanya semangat mendirikan sekolah bahkan perguruan tinggi adalah benar-benar menggembirakan. Demikian pula, tumbuhnya semangat bersekolah hingga para pegawai dan bahkan pejabat menempuh kuliah lagi perlu diapresiasi. Namun jika apa yang mereka lakukan itu hanya sebatas menambah gelar agar pangkat dan posisinya naik, ——tanpa dibarengi dengan bertambahnya ilmu, maka hal itu justru kontra produktif dari kemauan meraih kemajuan bersama itu. Kemajuan bukan sebatas bisa diraih dengan selembar ijazah atau sertifikat, melainkan oleh kedalaman dan keluasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah sebenarnya pintu utama kemajuan umat. Islam mengingatkan dengan sangat jelas, bahwa hanya orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan yang akan diangkat derajadnya beberapa derajad lebih tinggi. Oleh karena itu, untuk meraih kemajuan, sekalipun kekuatan lainnya, ——politik misalnya adalah penting, namun yang lebih penting lagi adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Ilmu dan teknologi adalah pintu kemajuan umat. Sedangkan untuk meraihnya hanya melalui lembaga pendidikan yang diselenggarakan secara benar dan berkualitas. Wallahu a’lam.
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Arabiyatuna Arabiyatuna
