Related Articles
Stress/Tekanan
January 17, 2018
Bunyi Vokal dalam Bahasa Arab
January 17, 2018
KLASIFIKASI BUNYI DALAM BAHASA ARAB
October 11, 2017
Hikmah
May 5, 2017
MENGENAI SAYA
FOLLOWERS
BAB 3: REFERENSI DAN INFERENSI
Bentuk-bentuk linguistik itu adalah ungkapan-ungkapan pengacuan, yang mungkin berupa nama diri (misalnya ‘Shakespeare’, ‘Chathy Reveuelto’), frasa nomina (misalnya ‘pengarang itu’, ‘penyanyi itu’), atau frasa nomina tidak tentu (misalnya ‘seorang laki-laki’, ‘sebuah tempat yang indah’) dan kata ganti orang (misalnya ‘dia laki-laki’, ‘miliknya’, ‘ini’, ‘mereka’). Pemilihan satu jenis ungkapan pengacuan dibandingkan dengan lainnya kelihatannya, dalam jangkauan yang luas didasarkan pada asumsi penutur terhadap apa yang sudah diketahui pendengar. Di dalam konteks visual yang diberikan, kata ganti yang berfungsi sebagai ungkapan deiksis (misalnya ‘ambil ini’, ‘lihatlah dia’) mungkin mencukupi untuk referensi yang berhasil, tetapi karena pengenalan tampaknya lebih sulit, frasa nomina yang lebih rinci boleh dipakai (misalnya: ingatkah laki-laki tua asing dengan topi yang lucu?).
Jadi, referensi dengan jelas terkait dengan tujuan (maksud) penutur (misalnya untuk mengenali sesuatu) dan keyakinan penutur (yaitu: dapatkah pendengar diharapkan untuk mengetahui sesuatu yang khusus?) dalam pemakaian bahasa. Agar terjadi referensi yang sukses kita juga harus mengenal peran inferensi. Karena tidak ada hubungan langsung antara entitas-entitas dan kata-kata, tugas pendengar adalah menyimpulkan secara benar entitas mana yang dimaksud oleh penutur. Tidaklah aneh bagi orang yang ingin mengacu pada beberapa entitas atau orang tanpa mengetahui dengan pasti ‘sebutan’ apa yang akan menjadi kata terbaik untuk digunakan. Bahkan kita dapat menggunakan ungkapan-ungkapan samar (misalnya: sesuatu yang berwarna biru; ah, siapa namanya; anu itu) berdasarkan kemampuan pendengar untuk menyimpulkan referen apa yang ada di dalam benak kita. Penutur bahkan menemukan nama-nama. Ada orang laki-laki yang mengirimkan paket ke kantor kami tidak tahu nama sebenarnya, tapi saya dapat menyimpulkan identitasnya ketika sekretaris menghubungkannya seperti dalam (1).
(1) Mister Aftershace is late today
(Tuan habis-cukur terlambat hari ini)
Contoh tersebut mungkin membantu untuk menggambarkan bahwa referensi tidak didasarkan pada suatu penamaan yang benar secara objektif, tetapi didasarkan pada beberapa pilihan ungkapan yang sukses secara lokal.
Kita mungkin juga memperhatikan dari contoh tersebut referenti yang sukses perlu kerja sama dengan kedua-duanya. penutur dan pendengar memiliki peran untuk memikirkan tentang apa yang sedang dipikirkan orang lain dalam benaknya.
sumber: buku Pragmatik (George Yule)
Informasi Terkait
Pemakaian Referensial dan Pemakaian Atributif
TRANSLATE TO
-
Kata Arbitrer bisa diartikan ‘sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu ada…
-
Dalam kaitan dengan keilmuan, sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem …
-
Dalam kehidupannya, manusia memang selalu menggunakan lambang atau simbol. Hampir idak ada kegiatan yang tidak terlepas dari simbol. Termasu…
-
Bahasa adalah sistem dan bahasa adalah lambang, maka bahasa adalah bunyi, maka seluruhnya dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang…
-
sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Area_Broca Ada berbagai macam afasia, bergantung pada daerah mana hemisfer kita yang ter…
-
A. Pengertian Bahasa a. Sumber : Silabus, Hand out, dan Media Pembelajaran Linguistik Umum oleh Drs. Hari Bakti Mardikant…
-
Sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar, kalau dibutiri akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa…
-
Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa ( language learning ). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses ya…
-
Frase pemerolehan bahasa terbentuk dari kata “pemerolehan” dan kata “bahasa”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI)…
-
Psikolinguistik merupakan ilmu hibrida, yaitu ilmu yang merupakan gabungan antara dua ilmu, yaitu psikoogi dan linguistik. Benih ilmu ini se…
LABELS
- Fonologi (2)
- Linguistik Umum (14)
- Morfologi (1)
- Pragmatik (12)
- Pragmatik Klinis (1)
- Psikolinguistik (11)
- Semantik (7)
- Sosiolinguistik (6)
BLOG ARCHIVE
- ▼ 2013 (49)
- ▼ Februari (18)
- Pemakaian Referensial dan Pemakaian Atributif
- Bahasa dan Jenis Kelamin: Gerak Anggota Badan dan …
- Deiksis Waktu dalam Pragmatik
- Deiksis Tempat dalam Pragmatik
- Deiksis Persona dalam Pragmatik
- Pengertian Semantik
- Berkenalan dengan Linguistik
- Perbedaan Bahasa dengan Dialek
- Perbedaan Sosiolinguistik dengan Antropologi
- Mengenal Sosiolinguistik
- Perbedaan Sosiolinguistik dengan Dialektologi
- Morfologi
- Definisi Satuan-Satuan Bahasa
- Pengertian Bahasa dan Ilmu Bahasa
- Bab 4: Praanggapan dan Entailmen
- Bab 3: Referensi dan Inferensi
- Bab 2: Deiksis dan Jarak
- Bab 1: Batasan Pragmatik
- ▼ Februari (18)
Arabiyatuna Arabiyatuna









0 komentar:
Poskan Komentar