Related Articles
Stress/Tekanan
January 17, 2018
Bunyi Vokal dalam Bahasa Arab
January 17, 2018
KLASIFIKASI BUNYI DALAM BAHASA ARAB
October 11, 2017
Tempat Unduhan Buku Gratis
September 22, 2017
MENGENAI SAYA
FOLLOWERS
SEJARAH LAHIRNYA PRAGMATIK
Dulu, catatan-catatan kebahasaan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa sehari-hari (yang dikaji dalam pragmatik) cenderung disingkirkan oleh para ahli bahasa dan ahli filsafat. Catatan-catatan itu semula tidak ditata di bawah satu kategori tunggal. Isi tersebut didefinisikan secara negatif, sebagai bahan yang tidak mudah ditangani dalam sistem-sistem analisis resmi. Namun, manusia tidak dapat memungkiri bahwa analisis-analisis bahasa secara struktural saja belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok mengenai struktur bahasa sehari-hari yang seringnya tidak sesuai dengan struktur di dalam teori, selain itu bentukan kalimat yang dianggap benar menurut kajian bahasa secara struktural ternyata dalam studi makna kalimat tersebut tidak dapat diterima. Sederhananya, pragmatik ada untuk melengkapi kajian bahasa dalam tataran sintaksis dan semantik.
Secara lebih jelas, alasan kajian ilmu bahasa dalam tataran sintaksis hanya mengkaji bahasa berdasarkan struktur dalamnya, tanpa memperhatikan makna kalimat.
contoh:
(1) Ibu membeli buku di toko buku.
Kalimat tersebut secara struktur sudah benar, yaitu terdiri atas subjek (Ibu) yang berkategori nomina, predikat (membeli) yang berkategori verba, objek (buku) yang berkategori nomina, keterangan tempat (di toko buku). Bandingkan dengan contoh kalimat (2).
(2) Botol membeli buku di toko buku.
Secara struktur, kalimat (2) sudah benar karena kalimat tersebut sudah mencakup subjek (botol) yang berkategori nomina, predikat (membeli) yang berkategori verba, objek (buku) yang berkategori nomina, dan keterangan (di perpustakaan). Tentu kalimat tersebut tidak dapat kita terima karena botol merupakan benda mati yang tidak dapat melakukan suatu pekerjaan. Ketidakberterimaan tersebut dapat dijelaskan di dalam ilmu semantik, yaitu bahwa subjek Ibu di dalam kalimat (1) memiliki fitur-fitur distingtif salah satunya adalah [+insani], sedangkan botol memiliki fitur distingtif [-insani] sehingga kata tersebut tidak bisa digunakan untuk menggantikan kata Ibu di dalam kalimat (1). Kata-kata yang dapat menggantikan kata Ibu adalah kata-kata yang juga memiliki fitur distingtif [+insani], seperti Bapak, Dian, Mereka, dan lain-lain.
Selanjutnya, karena dalam penggunaan bahasa sehari-hari ternyata kadang manusia menggunakan kalimat-kalimat yang jika dianalisis secara semantik tidak dapat diterima. Misalnya dalam percakapan (3).
(3) A: Kamu sudah makan?
B: Itu ada makanan di meja.
Secara semantik, tuturan A dan B tidak dapat diterima, sebab pertanyaan A hanya membutuhkan jawaban sudah atau belum. Permasalahan-permasalahan seperti ini, yang tidak dapat dijelaskan dengan ilmu sintaksis dan semantik ternyata dapat dijawab oleh ilmu pragmatik. Dalam percakapan tersebut, penutur B paham bahwa maksud dari pertanyaan A adalah dia mau mengajak B makan (mungkin), atau kalimat itu memiliki maksud bahwa penutur A lapar (mungkin), sehingga jawaban sudah atau belum tidaklah dibutuhkan A dalam konteks ini. Maka dari itulah B mengatakan bahwa di meja ada makanan yang boleh dimakan oleh A. Jawaban seperti B lebih dibutuhkan oleh A.
Itu merupakan contoh kecil mengapa ilmu pragmatik ini akhirnya dikembangkan oleh para ahli bahasa.
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
TRANSLATE TO
-
Kata Arbitrer bisa diartikan ‘sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu ada…
-
Dalam kaitan dengan keilmuan, sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem …
-
Dalam kehidupannya, manusia memang selalu menggunakan lambang atau simbol. Hampir idak ada kegiatan yang tidak terlepas dari simbol. Termasu…
-
Bahasa adalah sistem dan bahasa adalah lambang, maka bahasa adalah bunyi, maka seluruhnya dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang…
-
sumber gambar: http://id.wikipedia.org/wiki/Area_Broca Ada berbagai macam afasia, bergantung pada daerah mana hemisfer kita yang ter…
-
A. Pengertian Bahasa a. Sumber : Silabus, Hand out, dan Media Pembelajaran Linguistik Umum oleh Drs. Hari Bakti Mardikant…
-
Sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari beberapa pakar, kalau dibutiri akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa…
-
Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa ( language learning ). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses ya…
-
Frase pemerolehan bahasa terbentuk dari kata “pemerolehan” dan kata “bahasa”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI)…
-
Psikolinguistik merupakan ilmu hibrida, yaitu ilmu yang merupakan gabungan antara dua ilmu, yaitu psikoogi dan linguistik. Benih ilmu ini se…
LABELS
- Fonologi (2)
- Linguistik Umum (14)
- Morfologi (1)
- Pragmatik (12)
- Pragmatik Klinis (1)
- Psikolinguistik (11)
- Semantik (7)
- Sosiolinguistik (6)
BLOG ARCHIVE
- ▼ 2013 (49)
- ▼ Maret (23)
- Perbedaan Pemerolehan Bahasa dari Pembelajaran Bah…
- Pengertian Pemerolehan Bahasa Anak
- Sejarah Kajian Pemerolehan Bahasa
- Postulat Mengenai Tata Bahasa dan Pragmatik
- Subdisiplin Psikolinguistik
- Sejarah Lahirnya Pragmatik
- Induk Disiplin Psikolinguistik
- Sejarah Lahirnya Psikolinguistik
- Pengertian Makna
- Bahasa Itu Bermakna
- Bahasa Adalah Bunyi
- Bahasa Sebagai Lambang
- Hakikat Bahasa
- Bahasa sebagai Sistem
- Persamaan dan Perbedaan Sosiolinguistik dengan Sos…
- Analisis Linguistik: Struktur, Sistem, dan Distrib…
- Subdisiplin Linguistik
- Pendekatan Linguistik Terhadap Bahasa Sejalan deng…
- Tahap-Tahap Perkembangan Linguistik sebagai Ilmu
- Jenis Semantik
- Fonologi dan Bidang Pembahasannya
- Pengertian Bahasa
- Bab 6. Tindak Tutur dan Peristiwa Tutur
- ▼ Maret (23)
Copyright © 2011 Belajar Ilmu Bahasa | Powered by Blogger
Arabiyatuna Arabiyatuna









0 komentar:
Poskan Komentar