Wednesday, 24 June 2026

Artikel Ilmiah

Analisis efisiensi pasar valuta asing Indonesia terhadap dollar Amerika

Hasil analisis efisiensi pasar valuta asing Indonesia terhadap dollar Amerika dalam rentang waktu penelitian 1994.1 sampai dengan 2002.7 dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.   Kointegrasi model Engle-Granger dengan menggunakan ECM menunjukkan bahwa nilai spot periode mendatang hanya dipengaruhi oleh nilai spot sekarang. Sehingga dapat disimpulkan model RWH (Random Walk Hypothesis) valid ...

Read More »

Sistem nilai tukar mengambang bebas sejak 14 Agustus 1997

¨Sejak pertengahan juli 1997 nilai tukar rupiah mengalami tekanan-tekanan yang menyebabkan semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dollar. ¨Dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang pada tanggal 14 agustus pemerintah menghapus intervensi dan menganut sistem nilai tukar mengambang (flexible exchange rate). ¨ Pengahapusan rentang  intervensi dimaksudkan untuk mengurangi ...

Read More »

Perkembangan kebijakan devisa di Indonesia

Perkembangan kebijakan devisa di Indonesia[1] a. Sistem devisa kontrol. Hingga tahun 1967, Indonesia menerapkan sistem devisa kontrol yang cukup ketat dimana sesuai UU No. 32/1964 tentang Peraturan Lalu Lintas Devisa. Kebijakan ini cukup berhasil dalam mengisolasikan perekonomian nasional terhadap pengaruh eksternal, namun disisi lain kebijakan menciptakan pasar gelap valas nilai ...

Read More »

Kondisi Makro Perekonomian Indonesia

Pada tahun 1984 sampai dengan pertengahan 1997  nilai rupiah berkisar  Rp. 2000/ USD. Sejak  itu nilai rupiah berfluktuasi tajam. .Terjadinya krisis Indonesia dipicu oleh depresiasi  yang sangat tajam mata uang rupiah terhadap dollar AS sebagai dampak dari krisis mata uang yang terjadi  di Thailand dan Korea. Akibat dari peristiwa itu, ...

Read More »

Efisiensi Pasar Valuta Asing

Konsep efisiensi pasar versi Fama (1965) mengingat dialah yang pertama kali mencentuskan konsep ini. Fama mendeskripsikan pasar yang efisien terdiri atas: “ sejumlah pelaku, yang rasional dan aktif selalu mengejar laba maksimal, bersaing satu sama lain dalam memprediksi nilai pasar dari suatu surat berharga di masa mendatang, dan dimana informasi ...

Read More »

Strategi Peramalan

Dalam praktik, tidak ada satu teknik  peramalan yang benar-benar akurat dalam meramal pergerakan kurs valuta asing masa mendatang. Bisa dipahami apabila banyak perusahaan dan pelaku pasar menggunakan kombinasi berbagai teknik dan pengalaman mereka dalam meramal kurs valuta asing seperti tabel 1.d. PERIODE PERAMALAN SISTEM DEVISA METODE PERAMALAN YANG DIREKOMENDASI Jangka ...

Read More »

Faktor Efek Penularan (Contagion Effect)

Fenomena efek penularan, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan  Geralch dan Smets, serangan terhadap suatu mata uang tersebut terdepresiasi sehingga dapat meningkatkan daya saing produknya. Peningkatan daya saing ini berarti penurunan ekpsor bagi negara-negara pesaingnya, sehingga dapat mengakibatkan negara pesaingnya mengalami defisit transaksi berjalan, penurunan cadangan devisa secara bertahap, dan ...

Read More »

Sistem Kurs

  Setiap negara mempunyai sebuah mata uang yang menunjukkan atau menetapkan harga-harga dari setiap barang dan jasa yang ada.   Didunia ini terdapat begitu banyak mata uang yang jumlahnya sama dengan jumlah negara yang ada di dunia. Kurs mempunyai peranan sentral dalam hubungan perdagangan Internasional. Karena kurs memungkinkan kita untuk membandingkan ...

Read More »

Struktur Pasar Valuta Asing

Seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain, terdapat kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat ...

Read More »

Supply dan Demand Valuta Asing

Di dalam menentukan nilai tukar mata uang, menggunakan nilai kurs. Nilai kurs ditentukan dari kekuatan tawar-menawar mata uang yang diperdagangkan. Menurut  J.M. Keynes permintaan uang “liquidity preference”  disebabkan oleh : 1. Transaction Motive (motif untuk  bertransaksi). 2. Precautionary Motive (motif untuk berjaga-jaga). 3. Speculative Motive (motif untuk spekulasi). Semakin tinggi ...

Read More »