Tuesday, 21 April 2026
above article banner area

Sistematika dan Struktur tubuh Drosophila

Sistematika dan Struktur tubuh Drosophila

Sistematika D. melanogaster secara lengkap, menurut Storer, T. I, Usinger, R. L (1975) dan King (1975) dalam Farida (1996) sebagai berikut:

Filum : Arthropoda

Kelas : Insecta

Sub-Kelas : Pterygota

Ordo : Diptera

Sub-Ordo : Cyclorrhapha

Famili : Drosophilidae

Sub-Famili : Drosophilinae

Genus : Drosophila

Spesies : Drosophila melanogaster

D. melanogaster merupakan hewan yang sering digunakan dalam penelitian penelitian genetika karena memiliki sifat-sifat yang mudah diteliti dibandingkan hewan lain. Sifat atau ciri tersebut antara lain ukurannya yang kecil sehingga memiliki populasi yang besar dan dapat dipelihara dalam laboratorium memiliki daur hidup yang pendek, dan kesuburan hewan ini yang mampu menghasilkan ratusan telur yang dibuahi dalam daur hidup yang pendek. Dengan demikian populasi besar yang dihasilkan tersebut memudahkan dalam analisis statistik dan dapat dipercaya.

Morfologi D. melanogaster termasuk dalam subordo Cyclorharpha, yang mempunyai cylpeus yang terpisah oleh sclerite yang berbeda. Kantung ptilium atau frontal merupakan ciri-ciri dari bagian kepala yang keadaan luarnya ditunjukkan adanya ptilinae atau frontal suture. Suture adalah bagian yang sangat sempit disepanjang tepi bagian kepala, suture ini membentuk suatu kantng membran atau ptilium dan dinding terakhirnya terbentuk pada tempat yang sama dengan integumen.

 

Kepala mempunyai organ-organ, yaitu:

1. Antena

Antena mempunyai alat yang penting untuk klasifikasi diptera. Antena merupakan bagian yang kecil terbentuk seperti sikat yang letaknya di ruas ketiga dari antena yang disebut arista. Antena terdiri dari tiga segmen besar dimana yang kedua lenih besar dan lebih kompleks, namun segmen kedua ini tidak mempunyai suture longitudinal.
2. Mata

Pada Drosophila melanogaster yang normal mempunyai warna mata merah sedang yang abnormal mempunyai warna mata putih. Gen yang mengatur warna terletak pada kromosom nomor satu dan tiap gen yang mengatur letak mutan terletak pada kromosom nomor tiga. Gen yang mengatur warna mata ini terpaut pada kromosom sex (linkage genes). Lalat ini mempunyai lima buah ata yaitu dua buah terletak pada anterolateral(merupakan mata yang besar)yang disebut mata orbital dan mata ocelli yang terletak pada bagian dorso-medial terdiri dari tiga ominatidia.
Mata terdiri dari sel-sel mata dan disekeliling mata orbiatl terdapat rambut-rambut yang bentuk dan ukurannya teratur. Mata yang mengalami mutasi matanya berubah menjadi cokelat yang terdapat pada kromosom ketiga, putih pada kromosom ke satu dan posisi mata melintang terletak pada kromosom ke satu dan posisi itu disebut
bar eyes.
3. Mulut

Organ mulut pada Drosophila melanogaster disokong oleh formasi hidung. Morfologi hidung sulit untuk digambarkan, sebab merupakan hasil modifikasi dari reduksi maksila, dan merupakan perluasan dari daerah membran. Hidung beradaptasi untuk mengisap cairan, namun untuk memasukkan partikel padat pada saluran makanan membutuhkan waktu yang lama. Kondisi ini membuat bibir menjadi berefleksi dengan lovat menuju ke puncak gigi dengan menggunakan alat pemotong. Mulut lalat ini berwarna hitam dan posterior mulut terdapat rambut-rambut vibrissa. Semua alat mulut menambah bentukan proboscis. Mulut terdiri dari:

a. Labrum, bagian dorsalnya berscelea baik, tetapi bagian ventral kebanyakan berupa membran, dan bagian luarnya kadang-kadang berupa membran.

b. Mandibula, tidak ada, bila ada merupakan menghisap.

c. Maxilla, sangat jarang, yang komplek terdiri dari sclerite, basal berpisah dan tersendiri. Sungut maxilla merupakan bagian yang penting untuk identifikasi. sungut maxila ini terdiri dari 4 segmen, dimana segmen keempat tereduksi menjadi organ tunggal.

d. Labium, membentuk hidung pada bagian distalnya, biasanya melebar berpasangan.
e. Hypopharink, umumnya ada dan keduanya tebentuk lanceolus (Strickberger, 1985).
Sedangkan pada bagian thorax dapat terdiri dari tiga ruas, padanya terdapat rambut-rambut yang besar disebut macrochaeta dan rambut-rambut yang berukuran kecil disebut microchaeta. Thorax terbentuk melalui segmen tengah yang sayapnya mengalami pelebaran dua daerah terakhir lebih kecil dari bagian anterior dan posterior yang berfungsi secara aktif sebagai penyokong. Bagian depan dan belakang kaki, berdasarkan pengamatan merupakan bentuk terbesar terletak pada bagian dorsal dari thorax dan terbagi menjadi presctum, scutum dan scutellum. Batas antara presctum dan scutum disebut transverse suture (Strickberger, 1985).

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *