Mungkin pada zaman dahulu, resiko yang harus ditanggung oleh para pemimpin tidak begitu besar. Pemimpin kharismatik, biasanya dihormati, dicintai dan lebih dari itu kadang juga ditakuti. Mereka yang dipimpin mengikuti apa saja yang menjadi ajakan, perintah, dan bahkan juga menerima hukuman jika yang bersangkutan melakukan kesalahan. Para pemimpin pada saat ...
Read More »Mencegah Munculnya Idiologi Terorisme
Selama ini sebanyak tulisan yang saya baca menunjukkan bahwa Islam sangat melarang kegiatan yang dianggap merusak kehidupan. Karena itu kegiatan teroris tidak saja dipandang tidak relevan dengan Islam, tetapi justru dilarang oleh Islam. Orang yang menganggap bahwa para teroris adalah sebagai pembela Islam dianggap salah paham, bodoh, dan dungu. Islam ...
Read More »Tatkala Guru Bermental Pegawai
Mestinya guru itu ya guru. Guru berbeda dengan pegawai. Guru adalah orang yang menyadari dan merasa bahwa tugasnya sehari-hari adalah mengajar dan mendidik. Ia menunaikan tugas-tugasnya itu dengan perasaan senang, bangga, dan mencintainya. Sebaliknya, tugas itu bukan dilaksanakan atas keterpaksaan, atau hanya sebatas memenuhi kewajiban atau perintah, melainkan sebuah panggilan ...
Read More »KEMANDIRIAN PONDOK PESANTREN DAN TANTANGANNYA DI MASA DEPAN
Sebuah tugas yang saya rasakan cukup berat, yaitu berbicara tentang pesantren di hadapan para Kyai. Menurut hemat saya, orang yang paling tahu tentang pesantren adalah para Kyai sendiri. Para Kyai itulah yang mendirikan, memiliki, dan mengembangkan pesantren. Sedangkan saya yang ditugasi berbicara tentang pesantren, justru tidak pernah nyantri, apalagi menjadi ...
Read More »Malu, Takut, Dan Cinta
Tiga sifat, yakni malu, takut, dan cinta ternyata menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan orang. Seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena didorong oleh salah satu dari ketiga sifat itu. Oleh karena rasa malu tidak akan lulus misalnya, maka seorang mahasiswa terpaksa tidak tidur semalaman, belajar menghadapi ujian. Karena ...
Read More »Resiko Berpoligami
Sampai hari ini saya termasuk orang yang tidak berpoligami. Minat ke sana juga tidak ada. Memiliki satu isteri, saya merasa sudah cukup. Jika di sana sini ada hal yang kurang, selalu saya pahami bahwa, memang itulah sifat manusia selalu merasa kurang, tidak sempurna, mengecewakan dan seterusnya. Saya juga menganggap bahwa ...
Read More »Halal Bi Halal
Halal bi halal adalah khas Indonesia. Sepengetahuan saya, di negara lain tidak ada kebiasaan untuk menyelenggarakan kegiatan itu. Bahkan istilah halal bi halal itu sendiri, sekalipun mirip-mirip atau berakar dari bahasa Arab, sebenarnya juga khas Indonesia. Mungkin bisa jadi, nanti akan ada orang yang ingin mematenkan, agar diketahui bahwa itu ...
Read More »Belajar Dua Hal : Tidak Marah Dan Tidak Berbohong
Dua kata, yakni marah dan berbohong selalu saya dengar sehari-hari. Keduanya tidak bagus dilakukan oleh siapapun. Orang yang sedang dimarahi tidak akan senang hatinya. Hal itu juga sama, sesungguhnya bagi orang yang sedang marah pun juga tidak merasakan enak. Hati dan pikirannya merasa sakit, karena kemarahannya itu. Lain halnya dengan ...
Read More »Para Pemburu Ijazah
Sekalipun bersekolah itu pada hakekatnya adalah untuk mencari ilmu, tetapi pada kenyataannya ada saja orang bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah. Bahkan kemudian muncul semboyan, ijazah dulu, ilmu kemudian. Sementara orang menganggap ijazah sedemikian penting, melebihi posisi ilmu yang seharusnya diutamakan. Gejala mementingkan ijazah, dan sebaliknya mengabaikan ilmu, rupanya sudah menjadi ...
Read More »Idul Fitri Dan Keterbatasan Kesadaran Bereksistensi
Seringkali saya merenung, mengapa saya sedemikian tidak peduli pada waktu. Padahal waktu sedemikian berharga. Allah swt., mengingatkan betapa tinggi dan mahalnya waktu, hingga bersumpah dengan waktu. Wal ashri, atau demi waktu. Hidup ini sangat sebentar waktunya, artinya sangat sedikit orang yang berusia hingga seratus tahun. Andaikan usia itu sampai 100 ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
