Hari Jumát pagi kemarin, saya pulang dari Jakarta, setelah semalaman mengikuti acara dengar pendapat dengan DPR, memperbicangkan tentang pendidikan tingggi Islam. Di perjalanan, dari hotel ke bandara, seperti biasa, saya menyukai berbincang-bincang dengan sopir taksi, tentang apa saja. Berbincang-bincang dengan sopir taksi kadang lebih nikmat, karena selalu ada kejujuran, ketulusan ...
Read More »Pohon Ilmu Diharapkan Selalu Berbuah
Umumnya pohon berbuah secara musiman, kadang berbuah tetapi kadang tidak. Pohon ilmu UIN Maliki Malang, pada setiap saat, diharapkan selalu berbuah. Buah itu, sebagaimana terbaca dalam logo universitas, disebut ulul al bab. Sebagai penyandang identitas ulul al bab adalah mereka yang pada setiap saat selalu berdzikir dan memikirkan ciptaan Allah, ...
Read More »Menjadi Wirausahawan
Dulu orang sekolah dan bahkan belajar hingga perguruan tinggi, agar setelah lulus bisa menjadi pegawai. Orientasi seperti itu, tidak ada salahnya. Sebab dengan menjadi pegawai, maka artinya yang bersangkutan bisa mengabdi pada masyarakat dan sekaligus secara ekonomis akan mendapatkan penghasilan tetap. Akhir-akhir ini orientasi menjadi pegawai bukan lagi dianggap sebagai ...
Read More »Nalar Koruptor
Resiko yang harus ditanggung oleh koruptor sedemikian besar. Jika tertangkap, mereka akan dihujat oleh siapapun. Mereka akan diadili dan dihukum berat. Bahkan akhir-akhir ini muncul wacana agar koruptor dihukum mati. Tetapi anehnya, korupsi berjalan terus, seolah-olah para koruptor tidak mempedulikan resiko itu. Menghadapi resiko hukuman, para koruptor mirip dengan orang ...
Read More »Memilih Guru
Tidak saja calon murid yang seharusnya dipilih, tetapi mestinya guru juga perlu diseksi. Setiap tahun, lembaga pendidikan menyeleksi para calon murid. Lembaga pendidikan memilih calon murid di antara sekian banyak yang kemampuanannya lebih baik. Tentu hal ini dilakukan oleh lembaga pendidikan yang peminatnya berlebih. Jika peminatnya kurang, tentu seleksi yang ...
Read More »Miskin Akhlak
Setiap waktu kita mendengar orang merasa sedih karena kemiskinan. Kemiskinan dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Orang tidak mau menjadi miskin, sebab dengan keadaan berkekurangan harta benda itu, dirinya merasa hina. Sebaliknya, orang selalu menginginkan agar hidupnya berkecukupan, dan syukur kalau berlebih, dan bahkan menjadi kaya. Orang kaya, selain tercukupi kebutuhan ...
Read More »Menumbuhkan Semangat Memberi
Islam adalah agama yang selalu mendorong umatnya untuk memberi dan sebaliknya, bukan menerima. Agama ini mengajarkan tentang amal sholeh, artinya juga memberi. Yaitu memberi sesuatu yang baik dengan kerja yang sholeh. Bahkan kewajiban memberi ada yang ditentukan dalam ukuran yang jelas, seperti zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah. Selain ...
Read More »Melegal-formalkan Pesantren Salaf dan Diniyah
1. Akhir bulan Januari 2010 yang lalu, di pesantren al Yasini Pasuruan, diselenggarakan halaqoh para kyai/ulama membahas tentang pesantren salaf dan diniyah. Hadir juga pada saat itu Menteri Agama. Dalam kesempatan itu KH.Mujib Imron, pengasuh pesantren al Yasini dan sekaligus pemrakarsa halaqoh, menyampaikan berbagai hal tentang pesantren salaf. Di antaranya, ...
Read More »Doktor-Doktor Di Lingkungan NU
Hal yang agaknya baru di kalangan NU adalah semakin banyaknya jumlah penyandang gelar Doktor di berbagai bidang keilmuan. Putra putri warga NU yang dulu biasanya dikirim ngaji ke pesantren, sejak beberapa tahun terakhir banyak yang dikuliahkan ke kampus-kampus. Maka jadilah mereka itu bergelar sarjana, master, dan mulai banyak yang bergelar ...
Read More »Berangan-Angan Tentang Pendidikan NU Ke Depan
Selama ini saya melihat NU dalam mengembangkan pendidikan, lebih banyak berpihak pada kalangan masyarakat bawah, seperti petani desa, pedagang, buruh, nelayan dan orang-orang yang berekonomi menengah ke bawah. Kita lihat lembaga pendidikan NU, baik berbentuk pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah, umumnya menampung mereka itu. Namun saya kira, hal itu justru memiliki ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
