Setelah membaca beberapa buku riwayat hidup KH Wahid Hasyim, saya berkesimpulan bahwa beliau adalah seorang pesantren yang mampu berpikir mendahului zamannya. Beliau adalah seorang pecinta ilmu pengetahuan, belajar secara otodidak, mewarisi semangat ayahnya, Kyai Hasyim Asya’ari, yang sangat terkenal sebagai petualang ilmu ke berbagai pesantren di Jawa, seperti Pesantren Wonokojo ...
Read More »Tugas Guru Sebagai Penerus Para Nabi
Bagi umat Islam, Muhammad saw., adalah nabi terakhir. Setelah itu tidak akan ada nabi lagi. Muhammad adalah sebagai nabi terakhir atau penutup para nabi. Tugas-tugas kenabian setelah itu diwariskan kepada penerusnya, yaitu para ulama’. Oleh karena itulah maka para ulama disebut sebagai pewaris para nabi, atau al ulama waratsatul ambiya’. ...
Read More »Semarak Bulan Ramadhan
Dua hari yang lalu saya diundang berceramah oleh PT Gudang Garam di Kediri dalam acara berbuka puasa bersama. Semula saya agak enggan memenuhi undangan itu, karena jarak antara Malang-Kediri cukup jauh. Tapi setelah mendapatkan masukkan dari beberapa teman, agar undangan itu dihadiri, maka saya pun hadir. Masukan mereka itu cukup ...
Read More »Berdakwah : Haruskan Selalu Lewat Partai Politik ?
Ada fenomena yang tidak mudah dijelaskan tentang keberagamaan di satu sisi dan afiliasi politik pada sisi lain. Sekalipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, dan bahkan tidak terkecuali, —–jumlah jama’ah hajinya setiap tahun terbesar di dunia, tetapi partai politik yang berlabel Islam tidak selalu paling unggul. Pemeluk Islam diperkirakan sekitar 85 ...
Read More »Kenapa Artis dan Bukan Ulama’
Artis dan ulama’ di mata masyarakat sangat berbeda. Artis bergerak di bidang seni. Apa yang dilakukan oleh artis dirasa sebagai suatu yang indah. Nyanian seorang artis membuat telinga, dan bahkan juga mata merasa nikmat. Itulah sebabnya banyak orang menyukai artis. Tidak banyak orang bisa melakukan peran sebagai artis, apalagi artis ...
Read More »Andaikan Berguru Langsung Kepada Nabi
Berikut ini, saya hanya berandai-andai, membayangkan dan sebatas berkhayal, andaikan bisa berguru langsung kepada Nabi. Tentu hal itu tidak akan mungkin terjadi. Rasulullah sudah wafat sejak sekitar 1400 tahun yang lalu. Orang mulia, tidak punya dosa, dan sangat dicintai oleh Allah swt., juga bukan orang Indonesia, tetapi lahir di Makah, ...
Read More »Kelembutan Hati Ibu
Setiap ketemu banyak kyai, yang paling saya ingat terlebih dahulu, adalah wajah ibu saya sendiri. Sekalipun sudah sekitar tiga tahun yang lalu beliau wafat, tetapi perasaan dekat dan kasih sayangnya yang mendalam masih bisa saya rasakan. Hal itu mungkin terjadi karena, sebelum beliau wafat, setiap ia mendengar saya bersama banyak ...
Read More »Tiga Orientasi Pendidikan
Dalam diskusi informal dengan beberapa rector PTN, membicarakan tentang gejala semakin melemahnya karakter bangsa. Gejala itu bisa dilihat secara jelas dari berbagai fenomena, di antaranya sebagai berikut. Pertama, pilihan-pilihan hidup pragmatisme semakin menggejala. Misalnya, mereka belajar hanya tatkala menjelang ujian, agar lulus, dan kemudian mendapatkan kerja dengan gaji cukup. Kedua, ...
Read More »Mengikuti Pertemuan Majelis Muwasholah Bainal Ulama Al Muslimin
Selama tiga hari, mulai hari Selasa hingga Rabu, tanggal 5-7 Januari 2010, saya mengikuti pertemuan majelis Muwasholah Baina Ulama’ di Bogor. Pertemuan tersebut diikuti oleh sekitar 200-an orang haba’ib, kyai, ulama’ yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Habib Umar al Hafidz dari Hadramaut, Yaman. Selain ...
Read More »Kearifan dalam Berdakwah
Tidak sebagaimana yang saya tahu tentang orang Arab selama ini, kali ini saya menemui orang Arab yang agak berbeda pandangannya tentang berdakwah. Orang yang saya maksudkan bernama Syaikh Shalih Tsunayan yang memimpin dan memiliki banyak perusahaan yang bergerak di bidang property, perminyakan, sampai air mineral. Orang Arab pada umumnya dalam ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
