Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Keterangan yang Menerangkan Kata Kerja

Keterangan yang Menerangkan Kata Kerja

Keterangan yang menerangkan kata kerja dalam suatu fungsi tertentu, dapat dibagi lagi melihat hubungannya dengan gatra yang didukung oleh kata kerja itu:

i) Yang rapat: Gatra pelengkap penderita

Gatra pelengkap penyerta

Gatra pelengkap pelaku

ii) Yang renggang:

1) Keterangan tempat (keterangan lokatif): menjelaskaan dalam ruang mana suatu perbuatan     atau peristiwa berlangsung; biasanya dinyatakan oleh kelompok kata yang didahului kata-kata     tugas di, ke, dari, pada, dan lain-lain.

Contoh: Ibu tinggal di rumah, ayah pergi ke kantor.

2) Keterangan waktu (keterangan temporal): menjelaskan dalam bidang waktu manakah     suatu perbuatan itu terjadi; biasanya dinyatakan dengan kata-kata tugas kemarin, sekarang,     besok, lusa, dan sebagainya.

Contoh: Besok kami akan berangkat ke luar negeri.

3) Keterangan alat (keterangan instrumental): menerangkan dengan alat manakah tindakan     itu dilaksanakan. Biasanya dinyatakan dengan kelompok kata dengan + kata benda.

Contoh: Saya memukul anjing itu dengan tongkat.

4) Keterangan kesertaan (keterangan komitatif): adalah keterangan yang menjelaskan ikut     sertanya seseorang dalam suatu tindakan. Biasanya dinyatakan dengan kelompok kata dengan +     orang dan kata tugas bersama.

Contoh: Ayah bersama ayah pergi ke pasar.

5) Keterangan sebab (keterangan kausal): adalah keterangan yang menyatakan sebab atau     alasan mengapa suatu peristiwa terjadi. Keterangan ini biasanya dinyatakan oleh kata-kata tugas sebab, karena, oleh karena, dan lain-lain.

Contoh: Saya tidak ke sekolah karena sakit.

6) Keterangan akibat (konsekutif): adalah keterangan yang menjelaskan hasil atau akibat yang     diperoleh karena suatu tindakan. Hasil yang dicapai ini terjadi secara wajar, bukan karena     dikehendaki. Keterangan ini biasanya dinyatakan oleh kelompok kata yang didahului oleh     kata-kata tugas sehingga, sampai, akibatnya.

Contoh: Kami bekerja dengan sungguh-sungguh hingga letih.

7) Keterangan tujuan (keterangan final): menjelaskan hasil dari suatu perbuatan yang dengan     sengaja dikehendaki atau dicapai. Kata-kata tugas yang mendukung keterangan ini ialah untuk,     guna, supaya.

Contoh: Kita belajar supaya pandai.

8) Keterangan perlawanan (keterangan konsesif): menjelaskan berlakunya suatu perbuatan     berlawanan atau bertentangan dengan keadaan atau kehendak si pembicara. Kata-kata tugas     yang jelas mendukung keterangan ini ialah meskipun, biarpun, walaupun, sekalipun,     sungguhpun, biar.

Contoh: Meskipun hujan, ia berangkat ke sekolah.

9) Keterangan pembatasan: menjelaskan dalam batas-batas mana saja suatu perbuatan dapat     dikerjakan. Kata-kata tugas yang menyatakan keterangan ini adalah kecuali, selain.

Contoh: Semuanya boleh kauambil, kecuali yang besar.

10) Keterangan situasi: keterangan yang menjelaskan dalam suasana apa suatu perbuatan      berlangsung.

Contoh: Ia belajar dengan penuh kegembiraan.

Dengan tersenyum ia menjawab pertanyaanku.

11) Keterangan kualitatif: menjelaskan dengan cara mana atau bagaimana suatu peristiwa       dilaksanakan.

Contoh: Ia berjalan dengan cepat.

Ia menyanyi dengan nyaring.

12) Keterangan kuantitatif: menjelaskan berapa kali suatu proses berlangsung.

Contoh: Saya bertemu anak itu dua kali.

Kerjakanlah seberapa kaudapat.

13) Keterangan perbandingan: menjelaskan bagaimana suatu perbuatan atau hal dibandingkan       dengan perbuatan atau hal yang lain; kata-kata tugas yang menyatakan keterangan ini adalah sama, seperti,dan lain-lain.

Contoh: Ia sangat rajin seperti kakaknya.

14) Keterangan modalitas: menjelaskan bahwa suatu proses berlaku secara subjektif, yaitu       seperti dikehendaki atau ditafsirkan oleh pembicara. Ada beberapa macam keterangan       

15) Keterangan Aspek: adalah keterangan yang menjelaskan terjadinya suatu proses secara objektif. Di sini sering terjadi kekacauan penafsiran, karena disamakan dengan keterangan       waktu. Keterangan waktu terbatas pada penunjukan waktu seperti kemarin, besok, lusa, dan       lain-lain.

Begitu pula terjadi kekacauan yang lain karena aspek-aspek ini sering disamakan dengan waktu (kala atau tense). Kata Kerja dalam bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk-bentuk       gramatikal yang menyatakan kala (tense) itu. Tetapi untuk menyatakan tingkat kejadian itu       secara objektif bahasa Indonesia memiliki suatu kategori gramatikal yang disebut aspek. Aspek       ini di satu pihak dapat mengimbangi kedudukan tense dalam bahasa-bahasa Barat.

Catatan: Segala macam keterangan di atas dapat dinyatakan secara eksplisit, dapat pula dinyatakan secara implisit. Yang dimaksudkan dengan cara eksplisit adalah bila keterangan itu dinyatakan dengan jelas memakai alat-alat bahasa, yaitu kata-kata tugas. Sedangkan cara implisit ialah tidak memakai kata-kata tugas, jadi harus ditafsirkan dari hubungan kalimat.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *