Dimensi-dimensi komitmen organisasi. Allan dan Meyer (1990) dan Meyer et al., (1989) mengajukan tiga bentuk komitmen organisasi yang terdiri atas: 1. Komitmen afektif, yaitu keikatan emosional, identifikasi dan keterlibatan dalam suatu organisasi. Individu menetap dalam suatu organisasi karena keinginan sendiri. 2. Komitmen kontinuans, yaitu komitmen individu yang didasarkan ...
Read More »Pengertian komitmen organisasi
Pengertian komitmen organisasi. Mowday, Porter, dan Steers (dalam Meyer dan kawan-kawan, 1993) mendefinisikan komitmen organisasi sebagaimana yang pernah digambarkan Porter, yaitu sebagai sifat hubungan seorang individu dengan organisasi yang memungkinkan seseorang dengan komitmen tinggi akan memperlihatkan keinginan kuat untuk menjadi anggota organisasi yang bersangkutan, kesediaan untuk berusaha sebaik ...
Read More »Dimensi-dimensi komunikasi interpersonal
Dimensi-dimensi komunikasi interpersonal. De Vito (1997) menyatakan agar komunikasi interpersonal berlangsung dengan efektif, maka ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh para pelaku komunikasi interpersonal tersebut. a. Keterbukaan (openness) Keterbukaan dapat dipahami sebagai keinginan untuk membuka diri dalam rangka berinteraksi dengan orang lain. Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya ...
Read More »Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi. Desain organisasi harus memungkinkan terjadinya komunikasi keempat arah yang berbeda, yaitu: ke bawah, ke atas, horisontal, serta diagonal (Gibson, Ivancevich, dan Donnelly, 1996). 1. Komunikasi ke bawah (downward communication). Komunikasi ke bawah mengalir dari individu dari hierarki atas ke hierarki bawah dalam sebuah organisasi. ...
Read More »Dimensi-dimensi kepuasan kerja
Dimensi-dimensi kepuasan kerja Locke dalam Dunnette (1983) membagi tujuh dimensi kerja yang merupakan pengembangan Locke sebelumnya dan mempunyai kontribusi terhadap kepuasan kerja, yaitu: a. Pekerjaan, termasuk minat intrinsik, variasi tugas, kesempatan belajar, kesulitan kerja, jumlah kerja, kesempatan untuk berhasil, kontrol terhadap ...
Read More »Teori-teori kepuasan kerja
Teori–teori kepuasan kerja Jewell dan Siegal (1998) secara ringkas membagi teori kepuasan kerja yang berkaitan dengan teori motivasi antara lain: 1. Teori dua faktor (motivator-hygiene). Herzberg (Gibson, 1985) memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari dua kelompok yaitu satisfiers dan dissatisfiers. Kelompok satisfiers adalah kelompok yang akan membuat orang ...
Read More »Pengertian kepuasan kerja
Pengertian kepuasan kerja. Konsep kepuasan kerja mempunyasi definisi yang berbeda- beda jika dilihat dari pendapat para ahli, namun pada prinsipnya mereka mempunyai pandangan yang sama tentang pengertian kepuasan kerja sebagai respon emosional dan afeksi. Robbins (1998) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Penekatan yang ...
Read More »Hubungan antara konsep diri dengan kecemasan berbicara di muka umum
Hubungan antara konsep diri dengan kecemasan berbicara di muka umum Fits, dkk. (dalam Partosuwido, 1979) menyatakan bahwa individu yang memiliki harga diri yang tinggi akan mampu membentuk konsep diri positif. Menurut Rakhmat (1985) konsep diri merupakan dasar individu berperilaku, sehingga perilaku individu dapat diprediksikan berdasar konsep diri yang dimilikinya. ...
Read More »Konsep diri mahasiswa sebagai kelompok remaja
Konsep diri mahasiswa sebagai kelompok remaja Cooley (dalam Rakhmat, 1985) menyebut konsep diri sebagai looking glass self, artinya individu pada saat bersamaan menjadi subyek dan obyek persepsi sekaligus. Pernyataan Cooley menegaskan bahwa konsep diri bukan sesuatu yang bersifat genetis, tetapi hasil ciptaan sosial. Grinder (1978) mengungkapkan konsep diri berkembang ...
Read More »Isi konsep diri
Isi konsep diri Konsep diri merupakan suatu asumsi-asumsi mengenai kualitas diri (personal) yang meliputi penampilan fisik, motivasi dan pencapaian tujuan. Konsep diri merupakan sekumpulan informasi kompleks yang dipegang atau diyakini individu tentang dirinya (Baron & Byrne, 1994). Snygg dan Combs, 1949, (dalam Lauer dan Handel, 1983) mengemukakan bahwa konsep ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
