Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net
Perlu dipahami bahwa asesmen kinerja tidak mengganti asesmen tradisional. Asesmen tradisional memberi bukti seberapa banyak informasi yang telah berhasil dikumpulkan oleh siswa, sedang asesmen kinerja memberikan suatu gambaran seberapa baik siswa itu dapat menggunakan satu atau lebih nfomasi itu. Setiap guru harus menemukan keseimbangan yang baik antara pengetesan tradisonal dengan asesmen kinerja. Kadang-kadang tes tradisional terlebih dahulu digunakan untuk meyakinkan bahwa siswa telah menguasai informasi yang akurat untuk digunakan di dalam asesmen kinerja. Ciri asesmen tradisional: isi, pengetahuan proses, pemecahan masalah. Sedangkan ciri asemen kinerja yaitu: budaya kerja, penilaian diri, keluwesan adaptasi, penerapan autentik, menerapkan semua gaya belajar, rancangan kreatif, pembelajarann kooperatif, penerapan keterampilan, dan produk kreatif.
Asesmen kinerja dilakukan untuk menilai tugas-tugas yang dilakukan oleh siswa. Tugas itu disebut tugas kinerja. Menurut Hibbard (1995) dalam Nur (2001) dalam Muslimin (2003) menyatakan bahwa tugas-tugas kinerja menghendaki 1) penerapan-penerapan konsep IPA dan informasi penunjang penting lainnya, 2) budaya kerja yang penting bagi studi atau kerja ilmiah, 3) penampakan ketidakbutaan ilmiah. Penialaian kinerja harus mencakup hasil akhir dan proses untuk mencapai hasil itu. Dengan hanya melihat hasil akhir seperti laporan atau karya ilmiah, guru tidak mendapat gambaran seberapa banyak ide-ide asli yang berasal dari siswa yang dinilai.
Komponen dari asemen kinerja (DEPDIKNA, 2003):
1. tugas-tugas yang menghendaki siswa menggunakan pengetahuan dan proses yang telah mereka pelajari
2. Daftar cek yang mengiedentifikasi elemen-elemen tindakan atau hasil yang diperiksa
3. seperangkat deskipsi dari satu poses dan atau suatu kontinum nilai kualitas (rubrik) yang digunakan sebagai dasar untuk menilai keseluruhan kerja
4. contoh-contoh dengan mutu yang sangat baik sebagai model bagi pekerjaan yang harus dilakukan.
Kriteria tugas kinerja yang valid yaitu tersedianya tugas-tugas yang akan diberikan kepada siswa. Tugas itu menuntut siswa untuk menerapkan pengetahuan dan proses yang telah mereka pelajari. Agar mendapatkan alat evaluasi yang valid tugas-tugas kinerja harus memiliki kriteria berikut:
- memusatkan pada elemen pengajaran yang penting
- Sesuai dengan isi kurikulum yang diacu
- Mengintegrasikan informasi, konsep, keterampilan, dan kebiasaan kerja
- Melibatkan siswa
- Mengaktifkan kemauan siswa untuk bekerja
- Layak dan pantas untuk seluruh siswa
- Ada keseimbangan antara kerja kelompok dan kerja individu
- Terstruktur dengan baik untuk memudahkan pemahaman
- Memiliki produk yang autentik/dunia nyata
- Memiliki proses yang autentik
- Memasukkan penilaian diri
- Memungkinkan umpan balik dari orang lain
Langkah-langkah penerapan asesmen kinerja (Hibbard, 1995 dalam Muslimin, 2003) sebagai berikut:
1. memilih daftar tugas asesmen kinerja yang cocok dari produk atau proses yang dinilai di dalam tugas siswa
2. menunjukkan dan mendiskusikan contoh atau model pekerjaan dengan kualitas tinggi yang serupa tapi tidak sama dengan tugas yang akan dikerjakan
3. siswa diminta menyelesaikan tugas dengan panduan daftar asesmen tugas kinerja (DATK)
4. siswa diminta melakukan penilaian diri atas produk atau proses dengan menggunakan DATK
5. Siswa diminta menggunakan hasil penilaian dirinya untuk merevisi pekerjaan mereka
6. menilai produk, proses, dan penilaian diri siswa dengan menggunakan daftar asesmen tugas kinerja
7. mendiskusikan penilaian itu dengan siswa secara individual
8. secara periodik menilai kualitas keseluruhan pekerjaan siswa dengan menggunakan rubrik DATK dan DATK adapt digunakan dalam penentuan dan penjelasan skor rubrik. Rubrik adalah seperangkat deskripsi dari suatu kualitas proses. Seperangkat deskripsi ini merupakan suatu kualitas kontinum, beregrak dari yang paling baik/unggul menuju yang jelek. Rubrik adalah seperangkat kriteria penskoran yang diguanakan untuk mengevaluasi dan mengakses kinerja siswa.
Arabiyatuna Arabiyatuna
